22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home EKONOMI

Apa Itu Desil DTSEN? Pengertian dan Pengaruhnya pada Bansos

Tita by Tita
26 Agustus 2026, 10.46 WIB
in EKONOMI
Langkah cek desil online di DTSEN BPS 2026 menggunakan NIK

Langkah cek desil online di DTSEN BPS 2026 menggunakan NIK

BULATANTIMES.COM — Istilah desil belakangan semakin sering muncul ketika masyarakat mengecek status bantuan sosial atau data kesejahteraan keluarga. Tidak sedikit warga yang bingung ketika kondisi ekonominya dirasa tidak berubah, tetapi angka desil dalam data justru berbeda.

Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan desil dan mengapa angka tersebut menjadi penting?

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), keluarga dibagi menjadi 10 kelompok dengan ukuran yang relatif sama.

Baca Juga: Cara Cek Desil Online DTSEN BPS 2026 Pakai NIK Tanpa Login

Artinya, desil bukan nominal penghasilan dan bukan pula label mutlak bahwa seseorang miskin atau kaya.

Desil 1 sampai 10 Artinya Apa?

Secara sederhana, semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraan keluarga dalam pemeringkatan DTSEN.

  • Desil 1: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
  • Desil 2: kelompok berikutnya.
  • Desil 3: kelompok ketiga.
  • Desil 4: kelompok keempat.
  • Desil 5: berada di sekitar kelompok tengah.
  • Desil 6-9: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih tinggi.
  • Desil 10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

BPS menegaskan setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga dalam pemeringkatan. Karena sifatnya relatif, keluarga yang berada pada desil yang sama belum tentu memiliki pendapatan, pengeluaran, aset, atau kondisi kehidupan yang persis sama.

Baca Juga: Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas, Pertalite Ikut Dikendalikan

Desil Bukan Hanya Berdasarkan Penghasilan

Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul adalah anggapan bahwa desil ditentukan hanya dari jumlah penghasilan.

Padahal, BPS menyebut pemeringkatan DTSEN mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama.

Beberapa di antaranya mencakup kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar untuk memasak, kepemilikan aset, listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga kondisi disabilitas.

Data tersebut kemudian digunakan dalam pendekatan statistik Proxy Means Test (PMT) untuk memperkirakan posisi kesejahteraan relatif sebuah keluarga.

Karena menggunakan banyak variabel, perubahan satu kondisi saja tidak otomatis membuat sebuah keluarga langsung berpindah desil.

Mengapa Desil Penting untuk Bansos?

Desil menjadi penting karena pemerintah menggunakan DTSEN sebagai salah satu basis untuk menentukan sasaran dan prioritas berbagai program.

Namun, angka desil tidak boleh dipahami sebagai “daftar penerima bansos”.

BPS menegaskan bahwa desil merupakan alat pemeringkatan. Kementerian atau lembaga kemudian menggunakan informasi tersebut sesuai dengan kriteria masing-masing program.

Dengan demikian, seseorang berada di desil tertentu tidak otomatis berarti pasti menerima semua jenis bantuan pemerintah.

Setiap program tetap memiliki persyaratan dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.

Mengapa Desil Bisa Berubah?

Desil bersifat dinamis.

BPS melakukan pemutakhiran DTSEN dengan memanfaatkan berbagai sumber data, termasuk data administrasi, sensus dan survei, pemutakhiran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, serta pengecekan lapangan.

Posisi sebuah keluarga juga dapat berubah karena kondisi sosial ekonomi keluarga tersebut berubah atau karena posisi relatifnya dibandingkan keluarga lain mengalami perubahan.

Karena itu, angka desil yang tercatat hari ini tidak harus sama dengan angka pada periode sebelumnya.

Bagaimana Jika Data Desil Tidak Sesuai?

Masyarakat yang merasa informasi dalam DTSEN tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data melalui mekanisme yang tersedia.

BPS menyebut masyarakat dapat menggunakan kanal seperti Cek Bansos Kemensos, aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, maupun kanal Cek DTSEN.

Namun, pengajuan pembaruan tidak berarti desil langsung berubah.

Data yang disampaikan akan menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali berdasarkan metode yang berlaku. (bps.go.id

Angka Desil Jangan Langsung Dianggap sebagai Label Kemiskinan

Hal yang paling penting adalah memahami bahwa desil merupakan posisi relatif, bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi seseorang.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa angka desil tidak dapat digunakan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi keluarga.

Dengan kata lain, keluarga yang berada di desil 3 bukan berarti semua anggota keluarganya memiliki kondisi ekonomi yang sama dengan seluruh keluarga lain di desil 3.

Konsep ini penting agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa perubahan desil otomatis berarti kondisi ekonomi seseorang meningkat atau menurun secara drastis.

Kesimpulan

Desil DTSEN merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga yang dibagi menjadi 10 kelompok. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan posisi relatif paling tinggi.

Angka tersebut dihitung dengan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, bukan hanya penghasilan.

Desil kemudian menjadi salah satu informasi yang digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran program, termasuk bantuan sosial. Namun, desil bukan jaminan seseorang pasti menerima bansos tertentu karena setiap program memiliki kriteria masing-masing.

Bagi masyarakat yang menemukan data tidak sesuai, tersedia mekanisme pembaruan melalui kanal resmi. Pemutakhiran diperlukan agar DTSEN semakin mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kompas.com.

Tags: BansosBPScek desil onlinedesil ekonomi keluargaDTSEN BPS 2026

Related Posts

Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing (AI Bulatan times)
EKONOMI

Rupiah Terpengaruh Keputusan The Fed Tahan Suku Bunga

Oktober 29, 2026
Tangan memegang beberapa emas batangan Logam Mulia dalam kemasan putih dengan latar belakang cokelat
EKONOMI

Harga Emas Hari Ini 29 Oktober 2026 Naik, Antam Rp. 2.609.000 per Gram

Oktober 29, 2026
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto
BISNIS

Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Terendah dalam 32 Tahun

Oktober 28, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times