BULATANTIMES.COM – Menyeruput secangkir kopi hangat di pagi hari menjadi rutinitas wajib bagi jutaan pekerja kantoran. Pasalnya, mengetahui jumlah kopi yang tepat untuk mengurangi stres terbukti mampu menjaga kestabilan suasana hati.
Oleh karena itu, para pakar kesehatan terus mengkaji takaran kafein yang memberikan rasa relaks tanpa memicu kegelisahan. Hasil penelitian terbaru membeberkan dosis cangkir harian yang paling efektif bagi kesehatan mental.
Baca Juga: Fobia: Pengertian, Jenis, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Temuan Riset Jumlah Kopi yang Tepat untuk Mengurangi Stres
Awalnya, banyak orang menduga bahwa konsumsi kafein selalu memperburuk ketegangan saraf dan memicu rasa panik. Anggapan tersebut membuat sebagian orang takut menikmati kopi saat beban kerja harian menumpuk.
Namun, laporan ilmiah dalam Journal of Affective Disorders membuktikan khasiat medis yang justru menenangkan pikiran. Peneliti mencatat bahwa konsumsi kafein dalam takaran moderat mampu menekan risiko gangguan kecemasan.
Bahkan, studi tersebut menegaskan bahwa minum dua sampai tiga cangkir kopi per hari menekan risiko depresi.
“Asupan dua sampai tiga cangkir kopi harian memberikan perlindungan optimal terhadap gangguan suasana hati,” tulis peneliti, dikutip dari detikHealth.
Batasan Jumlah Kopi yang Tepat untuk Mengurangi Stres
Sementara itu, biji kopi memuat senyawa asam klorogenat dan polifenol yang bekerja sebagai antioksidan alami. Kandungan antioksidan tersebut melindungi sel-sel saraf otak dari kerusakan akibat stres oksidatif kronis.
Kandungan kafein yang seimbang turut memicu pelepasan neurotransmiter bahagia seperti dopamin dan serotonin. Hormon positif ini menciptakan sensasi rasa puas, meningkatkan fokus kerja, serta menyegarkan pikiran.
Selain itu, asupan kafein yang pas membantu mencegah keletihan mental setelah beraktivitas seharian penuh.
Lebih lanjut, dokter spesialis melarang konsumsi kopi melebihi empat atau lima cangkir dalam sehari.
“Kelebihan dosis kafein di atas 400 miligram justru memicu lonjakan hormon stres kortisol,” ungkap pakar gizi, dilansir Kompas.com.
Baca Juga: Tanda-Tanda Gejala Stroke, Kenali dengan Metode FAST
Cara Sehat Menikmati Kopi Tanpa Memicu Asam Lambung
Di sisi lain, cara mengolah sajian kopi sangat memengaruhi dampak kesehatan bagi lambung dan metabolisme. Penikmat kopi sebaiknya menghindari campuran gula pasir kental dan krimer manis secara berlebihan.
Kandungan gula buatan yang tinggi justru menggagalkan fungsi antioksidan alami di dalam secangkir kopi murni. Lonjakan kadar gula darah akibat minuman manis juga kerap menimbulkan rasa lemas tak lama kemudian.
Kendati demikian, kopi hitam murni tanpa pemanis buatan tetap menjadi pilihan paling aman bagi tubuh. Mengonsumsi kopi setelah mengisi perut saat sarapan juga mencegah iritasi pada dinding saluran cerna.
Dengan demikian, membatasi asupan kopi secara disiplin menjaga kesehatan pikiran sekaligus memelihara kebugaran fisik.
Baca berita kesehatan terkini hari ini hanya di Bulatan Times











