• Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • Kebijakan Privasi
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Bulatan Times
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS DUNIA

Bom Perang Dunia II di Laut Jerman Jadi Ancaman Beracun

Angga Rian Pramana Putra by Angga Rian Pramana Putra
Agustus 24, 2026
in DUNIA
0
bom di laut Jerman

Jutaan ton bom dan amunisi peninggalan dua perang dunia masih berada di dasar laut Jerman.(sumber foto bbc.com)

0
SHARES
2
VIEWS

BULATANTIMES.COM — Puluhan tahun setelah Perang Dunia II berakhir, peninggalan perang masih menjadi persoalan bagi Jerman. Di dasar Laut Utara dan Laut Baltik, jutaan ton bom serta amunisi lama masih tersimpan dan perlahan mengalami korosi.

Kondisinya kini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan ledakan. Para ilmuwan memperingatkan, bahan kimia beracun dari amunisi yang mulai rusak dapat mencemari ekosistem laut.

Menurut laporan Deutsche Welle (DW), diperkirakan terdapat sekitar 1,6 juta ton amunisi konvensional di Laut Utara dan Laut Baltik. Senjata tersebut merupakan warisan dua perang dunia serta pembuangan besar-besaran persenjataan setelah 1945.

Baca Juga: Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

Amunisi Lama Mulai Berkarat

Selama puluhan tahun, sebagian besar amunisi tersebut dibiarkan berada di dasar laut selama tidak menimbulkan ancaman ledakan langsung.

Namun, kondisi berubah seiring berjalannya waktu.

Air laut secara perlahan mengikis lapisan logam yang membungkus bom, ranjau, roket, dan berbagai jenis amunisi lainnya. Ketika selubung tersebut semakin tipis, zat kimia yang berada di dalamnya berpotensi keluar ke lingkungan sekitar.

Situasi inilah yang membuat para peneliti menyebut peninggalan tersebut sebagai persoalan lingkungan yang semakin mendesak.

Baca Juga: Rencana Israel Gulingkan Rezim Iran Disebut Gagal, Erdogan Jadi Penghambat

Bukan Hanya Bom yang Gagal Meledak

Sebagian amunisi yang berada di dasar laut merupakan senjata yang digunakan selama perang tetapi tidak meledak.

Namun, jumlahnya juga berasal dari persenjataan yang sengaja dibuang setelah Perang Dunia II berakhir.

Saat itu, negara-negara Sekutu menghadapi persediaan senjata dalam jumlah sangat besar. Sebagian persenjataan kemudian dibuang ke laut sebagai salah satu cara untuk menyingkirkan material perang tersebut.

Keputusan tersebut memang dilakukan puluhan tahun lalu, tetapi dampaknya masih dirasakan hingga sekarang.

Ancaman Mulai Bergeser dari Ledakan ke Pencemaran

Menurut para ilmuwan, persoalan amunisi di laut Jerman kini semakin kompleks.

Jika sebelumnya perhatian utama tertuju pada risiko ledakan, proses korosi membuat pencemaran bahan kimia menjadi ancaman yang semakin penting.

Bahan dari amunisi yang keluar ke air laut dapat memengaruhi organisme di sekitarnya. Dalam jangka panjang, pencemaran tersebut berpotensi mengganggu kehidupan laut dan rantai makanan.

Karena berada di bawah laut, proses untuk mengidentifikasi dan mengambil seluruh amunisi juga tidak mudah.

Baca Juga: Netanyahu Mengkritik Negara yang Mengakui Palestina

Mengangkat Semua Amunisi Bukan Pekerjaan Mudah

Jerman menghadapi pekerjaan besar jika ingin membersihkan seluruh amunisi tersebut.

Lokasinya tersebar di wilayah laut yang luas dan sebagian berada di dasar laut selama puluhan tahun. Selain itu, kondisi setiap amunisi berbeda sehingga penanganannya membutuhkan metode khusus.

Pembersihan juga membutuhkan sumber daya besar dan diperkirakan dapat berlangsung selama puluhan tahun.

Para peneliti menilai tindakan penanganan perlu dipercepat karena semakin lama dibiarkan, semakin besar kemungkinan korosi membuat kandungan berbahaya menyebar ke lingkungan.

Jerman Mulai Menghadapi Warisan Perang

Persoalan ini bukan pertama kalinya Jerman harus menangani sisa-sisa senjata dari Perang Dunia II.

Amunisi lama masih dapat ditemukan di berbagai wilayah negara tersebut. Pada Agustus 2026, misalnya, sebuah bom Inggris seberat 125 kilogram dari Perang Dunia II ditemukan di kawasan tepi Sungai Rhein di Bonn dan akhirnya diledakkan secara terkendali.

Kasus di laut memiliki tantangan yang berbeda karena lokasi dan kondisi lingkungan membuat proses pencarian, pengangkatan, serta penanganan menjadi jauh lebih rumit.

Kesimpulan

Bom dan amunisi peninggalan Perang Dunia II masih menjadi masalah serius di perairan Jerman.

Diperkirakan sekitar 1,6 juta ton amunisi konvensional masih berada di Laut Utara dan Laut Baltik. Sebagian besar merupakan sisa perang dan persenjataan yang dibuang setelah 1945.

Kini, ancamannya tidak hanya berupa ledakan. Amunisi yang mulai berkarat juga dapat melepaskan bahan kimia beracun ke lingkungan laut.

Pemerintah dan para ilmuwan menghadapi pekerjaan besar untuk menangani warisan perang tersebut. Proses pembersihan diperkirakan membutuhkan sumber daya besar dan waktu hingga puluhan tahun.

Sumber: Deutsche Welle (DW), Tagesschau, dan laporan ilmiah terkait kondisi amunisi perang di perairan Jerman.

Tags: Bom Perang Dunia IIJerman

Related Posts

Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya
DUNIA

Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

Agustus 20, 2026
Rencana Israel Gulingkan Rezim Iran Disebut Gagal, Erdogan Jadi Penghambat
DUNIA

Rencana Israel Gulingkan Rezim Iran Disebut Gagal, Erdogan Jadi Penghambat

Agustus 18, 2026
Modus Penipuan Online
DUNIA

Modus Penipuan Online Meledak di 2025: Ini Pola Barunya

Desember 2, 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Enea Bastianini Resmi Gabung Trackhouse

Enea Bastianini Gabung Trackhouse untuk MotoGP 2027

Agustus 24, 2026
Fulham vs Chelsea: Jadwal Siaran Langsung dan Jam Tayang

Fulham vs Chelsea: Jadwal Siaran Langsung dan Jam Tayang

Agustus 24, 2026
Gempa M5,6 Guncang Maluku Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M5,6 Guncang Maluku Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami

Agustus 24, 2026
Ayam Tangkap Khas Aceh

Ayam Tangkap Khas Aceh, Resep Gurih dan Harum yang Bisa Dibuat di Rumah

Agustus 24, 2026
Istana Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Utama Pemadaman Karhutla

Istana Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Utama Pemadaman Karhutla

Dokumen Warga Rusak akibat Gempa NTT Akan Diganti Gratis

Dokumen Warga Rusak akibat Gempa NTT Akan Diganti Gratis

Indonesia Rawan Gempa, Ini Alasannya

Indonesia Rawan Gempa, Ini Alasannya

gempa ntt

Gempa Susulan Flores M7,7 Capai 6.409 Kali

Ayam Tangkap Khas Aceh

Ayam Tangkap Khas Aceh, Resep Gurih dan Harum yang Bisa Dibuat di Rumah

Agustus 24, 2026
bom di laut Jerman

Bom Perang Dunia II di Laut Jerman Jadi Ancaman Beracun

Agustus 24, 2026
Enea Bastianini Resmi Gabung Trackhouse

Enea Bastianini Gabung Trackhouse untuk MotoGP 2027

Agustus 24, 2026
Fulham vs Chelsea: Jadwal Siaran Langsung dan Jam Tayang

Fulham vs Chelsea: Jadwal Siaran Langsung dan Jam Tayang

Agustus 24, 2026

Tentang Kami

BulatanTImes.com




Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.





Kategori

  • BISNIS
  • BOLA
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • ENTERTAINMENT
  • HEALTH
  • KULINER
  • MOTOGP
  • NASIONAL
  • NEWS
  • SPORT
  • TEKNO & SAINS
  • TRAVEL
  • Uncategorized

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER

© 2026 Bulatan Times