24 °c
Columbus
19 ° Kam
20 ° Jum
Rabu, Oktober 14, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS DUNIA

Bom Perang Dunia II di Laut Jerman Jadi Ancaman Beracun

Angga Rian Pramana Putra by Angga Rian Pramana Putra
24 Agustus 2026, 23.07 WIB
in DUNIA
0
bom di laut Jerman

Jutaan ton bom dan amunisi peninggalan dua perang dunia masih berada di dasar laut Jerman.(sumber foto bbc.com)

BULATANTIMES.COM — Puluhan tahun setelah Perang Dunia II berakhir, peninggalan perang masih menjadi persoalan bagi Jerman. Di dasar Laut Utara dan Laut Baltik, jutaan ton bom serta amunisi lama masih tersimpan dan perlahan mengalami korosi.

Kondisinya kini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan ledakan. Para ilmuwan memperingatkan, bahan kimia beracun dari amunisi yang mulai rusak dapat mencemari ekosistem laut.

Menurut laporan Deutsche Welle (DW), diperkirakan terdapat sekitar 1,6 juta ton amunisi konvensional di Laut Utara dan Laut Baltik. Senjata tersebut merupakan warisan dua perang dunia serta pembuangan besar-besaran persenjataan setelah 1945.

Baca Juga: Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

Amunisi Lama Mulai Berkarat

Selama puluhan tahun, sebagian besar amunisi tersebut dibiarkan berada di dasar laut selama tidak menimbulkan ancaman ledakan langsung.

Namun, kondisi berubah seiring berjalannya waktu.

Air laut secara perlahan mengikis lapisan logam yang membungkus bom, ranjau, roket, dan berbagai jenis amunisi lainnya. Ketika selubung tersebut semakin tipis, zat kimia yang berada di dalamnya berpotensi keluar ke lingkungan sekitar.

Situasi inilah yang membuat para peneliti menyebut peninggalan tersebut sebagai persoalan lingkungan yang semakin mendesak.

Baca Juga: Rencana Israel Gulingkan Rezim Iran Disebut Gagal, Erdogan Jadi Penghambat

Bukan Hanya Bom yang Gagal Meledak

Sebagian amunisi yang berada di dasar laut merupakan senjata yang digunakan selama perang tetapi tidak meledak.

Namun, jumlahnya juga berasal dari persenjataan yang sengaja dibuang setelah Perang Dunia II berakhir.

Saat itu, negara-negara Sekutu menghadapi persediaan senjata dalam jumlah sangat besar. Sebagian persenjataan kemudian dibuang ke laut sebagai salah satu cara untuk menyingkirkan material perang tersebut.

Keputusan tersebut memang dilakukan puluhan tahun lalu, tetapi dampaknya masih dirasakan hingga sekarang.

Ancaman Mulai Bergeser dari Ledakan ke Pencemaran

Menurut para ilmuwan, persoalan amunisi di laut Jerman kini semakin kompleks.

Jika sebelumnya perhatian utama tertuju pada risiko ledakan, proses korosi membuat pencemaran bahan kimia menjadi ancaman yang semakin penting.

Bahan dari amunisi yang keluar ke air laut dapat memengaruhi organisme di sekitarnya. Dalam jangka panjang, pencemaran tersebut berpotensi mengganggu kehidupan laut dan rantai makanan.

Karena berada di bawah laut, proses untuk mengidentifikasi dan mengambil seluruh amunisi juga tidak mudah.

Baca Juga: Netanyahu Mengkritik Negara yang Mengakui Palestina

Mengangkat Semua Amunisi Bukan Pekerjaan Mudah

Jerman menghadapi pekerjaan besar jika ingin membersihkan seluruh amunisi tersebut.

Lokasinya tersebar di wilayah laut yang luas dan sebagian berada di dasar laut selama puluhan tahun. Selain itu, kondisi setiap amunisi berbeda sehingga penanganannya membutuhkan metode khusus.

Pembersihan juga membutuhkan sumber daya besar dan diperkirakan dapat berlangsung selama puluhan tahun.

Para peneliti menilai tindakan penanganan perlu dipercepat karena semakin lama dibiarkan, semakin besar kemungkinan korosi membuat kandungan berbahaya menyebar ke lingkungan.

Jerman Mulai Menghadapi Warisan Perang

Persoalan ini bukan pertama kalinya Jerman harus menangani sisa-sisa senjata dari Perang Dunia II.

Amunisi lama masih dapat ditemukan di berbagai wilayah negara tersebut. Pada Agustus 2026, misalnya, sebuah bom Inggris seberat 125 kilogram dari Perang Dunia II ditemukan di kawasan tepi Sungai Rhein di Bonn dan akhirnya diledakkan secara terkendali.

Kasus di laut memiliki tantangan yang berbeda karena lokasi dan kondisi lingkungan membuat proses pencarian, pengangkatan, serta penanganan menjadi jauh lebih rumit.

Kesimpulan

Bom dan amunisi peninggalan Perang Dunia II masih menjadi masalah serius di perairan Jerman.

Diperkirakan sekitar 1,6 juta ton amunisi konvensional masih berada di Laut Utara dan Laut Baltik. Sebagian besar merupakan sisa perang dan persenjataan yang dibuang setelah 1945.

Kini, ancamannya tidak hanya berupa ledakan. Amunisi yang mulai berkarat juga dapat melepaskan bahan kimia beracun ke lingkungan laut.

Pemerintah dan para ilmuwan menghadapi pekerjaan besar untuk menangani warisan perang tersebut. Proses pembersihan diperkirakan membutuhkan sumber daya besar dan waktu hingga puluhan tahun.

Sumber: Deutsche Welle (DW), Tagesschau, dan laporan ilmiah terkait kondisi amunisi perang di perairan Jerman.

Tags: Bom Perang Dunia IIJerman
Angga Rian Pramana Putra

Angga Rian Pramana Putra

Related Posts

Donald Trump berdiri di belakang podium dan mikrofon dengan jas gelap serta dasi merah di depan peserta kampanye
DUNIA

Trump Usulkan Nama ‘Trump Ocean’ untuk Samudra Atlantik atau Pasifik

Oktober 12, 2026
Ilustrasi El Nino yang menguat di seluruh dunia dengan dampak cuaca ekstrem, kekeringan, badai, dan kebakaran.
DUNIA

WMO Peringatkan El Niño 2026 Berpotensi Jadi Salah Satu Terkuat sejak 1950

Oktober 10, 2026
Ilustrasi petugas keamanan dan kendaraan darurat di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
DUNIA

Arab Saudi Konfirmasi 3 Warganya Tewas dalam Serangan Bandara Riyadh

Oktober 9, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sejumlah penumpang dan petugas mengenakan jaket pelampung di kapal penyelamat saat proses evakuasi di perairan Labuan Bajo

KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo, 29 Dievakuasi dan Satu Penumpang Dicari

Oktober 14, 2026
Pembalap Ducati Lenovo Team mengenakan baju balap merah dan topi biru sambil melambaikan tangan di depan kamera televisi

Ducati Bantah Motor MotoGP 2026 Dibuat Khusus untuk Marc Marquez

Oktober 14, 2026
Grafis bertuliskan Gemini 4 Argon dengan ikon Gemini dan angka 4 besar pada latar biru muda

Gemini 4 Argon Kini Bisa Dicoba di Indonesia, Ini Syarat dan Cara Aksesnya

Oktober 14, 2026
Dua pembalap berseragam Aprilia Racing berdiri di belakang motor balap RS-GP26 dengan latar putih

Aprilia Pertimbangkan Minta Pembalap Bantu Rekan Setim di Dua Seri Terakhir MotoGP 2026

Oktober 14, 2026
GTA 6

GTA 6 Belum Punya Tanggal Rilis di PC

Dua pembalap berseragam Aprilia Racing berdiri di belakang motor balap RS-GP26 dengan latar putih

Aprilia Pertimbangkan Minta Pembalap Bantu Rekan Setim di Dua Seri Terakhir MotoGP 2026

Sejumlah mobil dan sepeda motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap tebal dengan jarak pandang terbatas

Polri Tetapkan 9 Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla di Kalimantan

Ilustrasi anak-anak memakai masker untuk melindungi diri dari kabut asap akibat karhutla.

Kemenkes Catat 277 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Karhutla, 62.400 Dialami Balita

GTA 6

GTA 6 Belum Punya Tanggal Rilis di PC

Oktober 14, 2026
Dua pembalap berseragam Aprilia Racing berdiri di belakang motor balap RS-GP26 dengan latar putih

Aprilia Pertimbangkan Minta Pembalap Bantu Rekan Setim di Dua Seri Terakhir MotoGP 2026

Oktober 14, 2026
Sejumlah mobil dan sepeda motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap tebal dengan jarak pandang terbatas

Polri Tetapkan 9 Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla di Kalimantan

Oktober 14, 2026
Ilustrasi anak-anak memakai masker untuk melindungi diri dari kabut asap akibat karhutla.

Kemenkes Catat 277 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Karhutla, 62.400 Dialami Balita

Oktober 14, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times