BULATANTIMES.COM — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menyiapkan layanan khusus bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Layanan tersebut menyasar masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen administrasi kependudukan akibat bencana.
Baca Juga:Gibran Temui Pengungsi Gempa NTT, Pemerintah Janji Percepat Bantuan
Melalui program Dukcapil Tanggap Bencana NTT, warga dapat memperoleh kembali sejumlah dokumen penting seperti KTP elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran. Layanan ini dijadwalkan berlangsung pada 24-28 Agustus 2026.
Dukcapil Turun Langsung ke Wilayah Terdampak
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah meminta Ditjen Dukcapil berkoordinasi dengan Dukcapil provinsi dan kabupaten untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa.
Kebijakan ini dilakukan karena dokumen kependudukan menjadi kebutuhan penting bagi warga untuk mengakses berbagai layanan dan bantuan pemerintah.
Baca Juga:Pengungsi Gempa NTT Tembus 110 Ribu, Korban Meninggal Jadi 83 Orang
Tito menyebut proses penerbitan ulang dokumen relatif mudah karena data kependudukan masyarakat tersimpan dalam sistem digital Kemendagri.
Dengan demikian, warga yang kehilangan KTP, KK atau dokumen lainnya tidak perlu khawatir kehilangan data kependudukan mereka.
KTP, KK dan Akta Kelahiran Bisa Dicetak Ulang
Salah satu layanan yang disiapkan adalah penerbitan kembali dokumen kependudukan yang rusak atau hilang.
Dokumen yang menjadi prioritas antara lain:
- KTP elektronik
- Kartu Keluarga (KK)
- Akta kelahiran
Layanan tersebut diberikan untuk membantu warga kembali memiliki dokumen identitas yang dibutuhkan setelah bencana.
Kemendagri juga menegaskan bahwa masyarakat terdampak tidak boleh kehilangan hak atas identitas hanya karena dokumennya rusak atau hilang akibat bencana.
Enam Tim Dukcapil Dikerahkan ke Flores
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi dijadwalkan berangkat ke Pulau Flores pada Senin (24/8/2026) bersama tim gabungan Kemendagri.
Ditjen Dukcapil akan membentuk enam tim pelayanan yang menyebar ke sejumlah wilayah terdampak gempa.
Tim tersebut akan melayani masyarakat di Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Setiap tim juga akan membawa peralatan untuk melakukan perekaman dan pencetakan KTP-el di lokasi.
Bawa Peralatan Pencetakan ke Lokasi Bencana
Untuk mempercepat pelayanan, Dukcapil tidak hanya mengandalkan kantor pelayanan di daerah.
Tim akan membawa perangkat mobile enrollment, blangko KTP-el, peralatan pencetakan dokumen, serta jaringan komunikasi satelit.
Peralatan tersebut disiapkan agar pelayanan tetap dapat dilakukan meskipun kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak belum sepenuhnya normal.
Tim pusat nantinya bekerja bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Dinas Dukcapil kabupaten setempat.
Dokumen Penting untuk Akses Bantuan
Pemulihan dokumen kependudukan menjadi penting karena identitas warga berkaitan dengan berbagai layanan publik.
KTP, KK dan akta kelahiran dapat dibutuhkan untuk mengakses bantuan, layanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai kebutuhan administrasi lainnya.
Karena itu, Dukcapil menilai pemulihan dokumen harus berjalan setelah penanganan darurat awal bencana dilakukan.
Pemerintah ingin memastikan warga terdampak tidak menghadapi masalah tambahan ketika harus mengurus bantuan atau layanan publik akibat dokumen mereka hilang dan rusak.
Sumber: CNN Indonesia, Ditjen Dukcapil Kemendagri, detikNews, dan Kementerian PANRB











