BULATANTIMES.COM, KATHMANDU – Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah utara Nepal menelan korban jiwa dalam jumlah sangat besar. Otoritas setempat mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia melonjak drastis hingga melampaui 1.000 orang per Selasa (1/9/2026).
Luapan air bah sungai pegunungan menyapu puluhan desa di kawasan lereng Himalaya. Aliran lumpur tebal dan bebatuan besar menghancurkan permukiman warga serta memutus puluhan jembatan penghubung antarwilayah.
Baca Juga: 11 Proyek PLTA Nepal Hancur Akibat Banjir Bandang
Jumlah Korban Banjir Bandang Nepal Melonjak dan Ribuan Hilang
Kementerian Dalam Negeri Nepal melaporkan sebanyak 987 warga lokal meninggal dunia akibat terjangan air bah. Tim penyelamat juga mencatat lebih dari 4.000 orang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Aparat keamanan gabungan terus menyisir puing-puing bangunan di sepanjang bantaran Sungai Bhote Koshi. Operasi pencarian menghadapi tantangan berat akibat cuaca ekstrem dan jalur darat yang tertutup longsoran tebal.
Kerusakan Proyek PLTA dan Evakuasi Pekerja Terowongan
Bencana alam dahsyat ini melumpuhkan sektor kelistrikan nasional Nepal. Sedikitnya 11 fasilitas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mengalami kerusakan fatal akibat hantaman sedimen lumpur dan batu.
Tim SAR militer berpacu dengan waktu mengevakuasi ratusan pekerja yang sempat terjebak di dalam terowongan turbin. Petugas mengalirkan pasokan oksigen melalui celah sempit sebelum berhasil membuka akses pintu air.
Baca Juga: Banjir Dahsyat Nepal Tewaskan 626 Orang, Ribuan Masih Hilang
Status Keamanan WNI dan Distribusi Bantuan Darurat
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Nepal berada dalam kondisi aman. Pemerintah Nepal kini memprioritaskan penyaluran obat-obatan, tenda pengungsian, dan air bersih ke kawasan yang terisolasi.
Sumber: Antara, Detik dan Kompas










