ULATANTIMES.COM, KATHMANDU – Bencana alam dahsyat kembali melanda kawasan Asia Selatan pada akhir Agustus 2026. Sedikitnya sebelas proyek PLTA Nepal hancur akibat banjir bandang yang menerjang sepanjang daerah aliran sungai perbatasan sebagaimana dilansir.
Terjangan air bah bercampur lumpur tebal meluluhlantakkan bangunan pembangkit listrik dan infrastruktur pendukung. Bencana ini memicu krisis pasokan energi listrik yang sangat parah di berbagai kota besar Nepal.
Baca Juga:Banjir Dahsyat Nepal Tewaskan 626 Orang, Ribuan Masih Hilang
Dampak Kerusakan 11 Proyek PLTA Nepal Hancur Akibat Banjir
Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air Nepal melaporkan kerusakan fatal pada turbin dan terowongan air. Banjir bandang membawa material bebatuan besar dari pegunungan Himalaya yang langsung menghantam fasilitas utama pembangkit mengutip laporan The Hindu.
Otoritas kelistrikan nasional terpaksa menghentikan operasional transmisi demi mencegah bahaya korsleting arus listrik massal. Kerusakan fasilitas energi ini menimbulkan kerugian finansial bernilai ratusan miliar rupiah bagi perekonomian negara.
Upaya Penyelamatan Ratusan Pekerja Terowongan
Bencana ini juga mengancam keselamatan ratusan tenaga kerja teknis di lokasi proyek. Material longsor sempat menutup akses terowongan bawah tanah dan menjebak lebih dari 900 pekerja proyek hidroelektrik.
Baca Juga:Nepal Minta Meta dan TikTok Hapus Video AI soal Banjir Bandang
Militer Nepal bersama tim SAR gabungan bergerak cepat mengerahkan helikopter dan alat berat ke lokasi terdampak. Personel penyelamat bekerja keras menyingkirkan timbunan lumpur untuk membuka jalur evakuasi darurat bagi para pekerja sebagaimana dilaporkan.
Krisis Listrik Nasional dan Bantuan Kemanusiaan
Masyarakat di ibu kota Kathmandu mulai merasakan pemadaman aliran listrik bergilir pasca kerusakan belasan pembangkit air. Rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik terpaksa mengandalkan generator genset cadangan untuk menjaga operasional medis darurat.
Negara tetangga dan lembaga kemanusiaan internasional mulai menyalurkan bantuan logistik medis serta tenda penampungan sementara bagi para pengungsi. Pemerintah Nepal berkomitmen memprioritaskan keselamatan warga sembari menyusun rencana komprehensif rehabilitasi infrastruktur energi pascainsiden.
Badan meteorologi setempat memprediksi potensi curah hujan ekstrem masih akan berlangsung hingga beberapa hari mendatang. Bencana sebelas proyek PLTA Nepal hancur akibat banjir ini menjadi ujian berat bagi ketahanan energi nasional Nepal.











