BULATANTIMES.COM — Singapura berencana menggabungkan sejumlah pulau di bagian selatan Jurong Island menjadi satu daratan yang lebih besar dalam beberapa dekade mendatang. Rencana jangka panjang tersebut diumumkan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam National Day Rally 2026.
Pulau yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Semakau, Bukom, Pulau Sudong, serta sejumlah pulau kecil di sekitarnya. Pemerintah Singapura menyebut kawasan baru itu akan digunakan untuk mendukung industri generasi baru, pembangkit listrik, serta kebutuhan pertahanan.
Rencana tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa kawasan baru itu dapat menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir pada masa depan.
Baca Juga: Bom Perang Dunia II di Laut Jerman Jadi Ancaman Beracun
Singapura Belum Memutuskan Gunakan Energi Nuklir
Spekulasi mengenai fasilitas nuklir muncul karena Singapura memang sedang mempelajari kemungkinan penggunaan teknologi nuklir sebagai bagian dari pilihan energi jangka panjang.
Namun, pemerintah Singapura menegaskan bahwa belum ada keputusan untuk membangun atau menggunakan pembangkit nuklir.
Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyatakan negara tersebut akan menjalani Integrated Nuclear Infrastructure Review (INIR) Phase 1 oleh para ahli internasional mulai 2027 untuk menilai kesiapan Singapura dalam mengambil keputusan terkait kemungkinan penggunaan energi nuklir.
“Singapore has not made a decision on the adoption or deployment of nuclear energy,” tulis NEA dalam keterangan resminya, dikutip dari situs National Environment Agency Singapura.
Artinya, penggabungan pulau dan rencana energi nuklir saat ini belum dapat disebut sebagai proyek pembangunan reaktor nuklir.
Baca Juga: Rencana Israel Gulingkan Rezim Iran Disebut Gagal, Erdogan Jadi Penghambat
Mengapa Pulau Baru Dikaitkan dengan Nuklir?
Sejumlah pakar menilai kawasan lepas pantai memiliki beberapa karakteristik yang secara teori cocok untuk infrastruktur pembangkit listrik, termasuk kemungkinan teknologi nuklir.
Menurut laporan CNA, lokasi tersebut dapat menyediakan lahan khusus, akses air laut untuk pendinginan, serta jarak dari kawasan penduduk yang padat. Teknologi seperti small modular reactor (SMR) juga tengah dipelajari secara global dan menjadi salah satu opsi yang dibahas dalam konteks energi masa depan Singapura.
Profesor Lawrence Loh dari National University of Singapore mengatakan lokasi lepas pantai secara teori dapat menjadi pilihan jika Singapura suatu hari memutuskan menggunakan energi nuklir.
“The only place in Singapore where it might be possibly acceptable would be an island,” kata Lawrence Loh, dikutip dari CNA.
Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan pakar, bukan pengumuman bahwa pemerintah telah memilih lokasi reaktor.
Pulau Baru Tidak Hanya untuk Energi
Pemerintah Singapura menyiapkan kawasan tersebut untuk berbagai kebutuhan.
Lawrence Wong mengatakan pulau baru dapat menampung industri seperti advanced manufacturing, infrastruktur pembangkit listrik, serta kebutuhan pertahanan. Pemerintah juga menyebut proyek tersebut masih merupakan rencana jangka panjang yang sedang dipelajari.
Rencana ini mengambil inspirasi dari pembangunan Jurong Island, yang terbentuk melalui penggabungan sejumlah pulau dan reklamasi lahan. Saat ini Jurong Island menjadi salah satu pusat energi dan industri kimia penting Singapura.
Dengan demikian, proyek pulau baru tersebut lebih tepat dipandang sebagai strategi memperluas ruang bagi kebutuhan ekonomi dan energi Singapura, bukan proyek pembangkit nuklir yang sudah diputuskan.
Singapura Masih Mengkaji Teknologi Nuklir
Singapura memiliki alasan kuat untuk mencari sumber energi alternatif. Pemerintah menyebut sekitar 95 persen listrik Singapura saat ini masih dihasilkan dari gas alam, sementara negara tersebut memiliki keterbatasan lahan dan tidak mempunyai sumber energi alam yang besar.
Karena itu, energi nuklir masuk dalam daftar opsi yang sedang dipelajari bersama berbagai sumber energi rendah karbon lainnya.
Namun, keputusan akhirnya masih akan bergantung pada aspek keselamatan, keandalan, biaya, lingkungan, serta kesiapan teknologi.
Untuk saat ini, belum ada keputusan resmi bahwa pulau baru tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas nuklir.
Sumber: Pemerintah Singapura/PMO, National Environment Agency (NEA), dan CNA.











