24 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Ming
24 ° Sen
Sabtu, Oktober 24, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
Home NEWS DUNIA

Trump Tekan Dominasi Drone China, AS Perketat Impor

Tita by Tita
7 September 2026, 11.58 WIB
in DUNIA
0
Trump Tekan Dominasi Drone China

Trump Tekan Dominasi Drone China. (Dok. Reuters)

BULATANTIMES.COM – Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China kini merambah industri drone. Pemerintahan Presiden Donald Trump mulai memberlakukan tarif baru terhadap sejumlah drone dan komponen impor, termasuk produk yang banyak dipasok produsen China.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 3 September 2026. Besaran tarif berbeda berdasarkan jenis dan spesifikasi drone. Untuk kategori tertentu, tarifnya mencapai 100 persen.

Langkah Washington ini bukan sekadar upaya menaikkan harga produk impor. Pemerintah AS ingin mendorong perusahaan dalam negeri memperbesar produksi drone dan komponen yang selama ini masih bergantung pada rantai pasok luar negeri.

  • Baca Juga: Jerman Kekurangan Prajurit Rekrut Gamer Jadi Tentara

Kenapa Amerika Menyoroti Drone China?

Drone sekarang bukan lagi sekadar perangkat untuk mengambil gambar dari udara.

Teknologi ini digunakan untuk pemetaan, pertanian, pencarian dan penyelamatan, pemantauan lingkungan, penegakan hukum hingga kebutuhan militer. Karena pemakaiannya semakin luas, Washington melihat kemampuan memproduksi drone sendiri sebagai bagian dari kepentingan ekonomi sekaligus keamanan nasional.

Dalam keputusan yang ditandatangani Trump pada Agustus, pemerintah AS menyebut ketergantungan terhadap sumber asing dapat menciptakan kerentanan ketika terjadi gangguan geopolitik atau masalah rantai pasok.

Masalahnya tidak hanya terletak pada drone yang sudah jadi.

Sejumlah produsen AS juga masih menggunakan komponen dari luar negeri, termasuk motor, baterai lithium-ion, pengendali elektronik, dan perangkat pendukung lainnya. Artinya, membuat drone di Amerika belum otomatis berarti seluruh rantai produksinya bebas dari ketergantungan asing.

Tarif Drone Bisa Mencapai 100 Persen

Aturan baru tersebut membagi drone ke dalam beberapa kategori.

Drone dengan berat maksimum lebih dari 25 kilogram dikenai tarif 100 persen. Tarif yang sama juga berlaku untuk drone yang menggunakan kamera termal, docking station tertentu, serta sejumlah komponen yang masuk daftar kebijakan tersebut.

Sementara itu, drone dengan berat maksimal 25 kilogram dikenai tarif 25 persen. Beberapa komponen drone juga mendapat tarif 25 persen, meski penerapannya untuk kategori tertentu ditunda selama 180 hari.

Kebijakan itu mulai berlaku untuk barang yang masuk ke Amerika Serikat sejak 3 September 2026.

Dengan aturan tersebut, Washington berharap perusahaan Amerika memiliki alasan yang lebih kuat untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

DJI Jadi Bagian Penting dari Persaingan

Nama DJI sulit dilepaskan dari pembahasan mengenai dominasi China di pasar drone.

Perusahaan asal China tersebut diperkirakan menguasai lebih dari 70 persen pasar drone global. Produk DJI juga selama ini digunakan bukan hanya oleh konsumen, tetapi oleh sejumlah lembaga penegak hukum dan organisasi di Amerika Serikat.

Posisi tersebut membuat upaya Washington mengurangi ketergantungan pada produk China tidak sederhana.

AS tidak hanya harus membatasi produk asing. Mereka juga perlu memastikan produsen dalam negeri mampu menyediakan drone dengan kemampuan, harga, dan jumlah yang bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Di sinilah tantangan berikutnya muncul.

Baca Juga: Kepala Intelijen Ekuador dan Lima Warga AS Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

Amerika Ingin Bangun Industri Drone Sendiri

Kebijakan tarif Trump juga menyediakan jalur insentif bagi perusahaan yang bersedia membangun atau memperluas fasilitas produksi drone di Amerika Serikat.

Pemerintah AS dapat memberikan perlakuan tarif khusus kepada perusahaan yang memiliki rencana membangun fasilitas baru di dalam negeri dan memenuhi sejumlah persyaratan produksi.

Targetnya jelas: bukan hanya mengurangi produk China di pasar Amerika, tetapi menciptakan rantai produksi yang lebih kuat di dalam negeri.

Namun, hasilnya belum tentu langsung terlihat.

Sejumlah saham perusahaan drone AS justru mengalami tekanan setelah kebijakan tarif mulai berlaku. Investor masih mempertanyakan seberapa cepat produsen dalam negeri bisa menggantikan produk asing dan seberapa besar dampak tarif terhadap permintaan.

Perang Drone Masuk Babak Baru

Persaingan Amerika dan China di bidang teknologi sebenarnya sudah berlangsung di banyak sektor. Semikonduktor, kendaraan listrik, kecerdasan buatan hingga perangkat telekomunikasi sebelumnya sudah menjadi medan persaingan kedua negara.

Kini drone ikut masuk ke dalam daftar tersebut.

Bagi Washington, persoalannya bukan hanya siapa yang menjual drone paling banyak. Pemerintah AS ingin memastikan teknologi yang semakin penting untuk kebutuhan sipil dan militer itu tidak membuat negaranya terlalu bergantung pada pemasok asing.

Bagi industri drone Amerika, kebijakan baru Trump sekaligus menjadi peluang dan ujian.

Jika produsen dalam negeri mampu meningkatkan kapasitas dengan cepat, tekanan terhadap produk China bisa membuka pasar yang lebih besar bagi perusahaan AS. Namun jika kapasitas produksi belum siap, tarif tinggi justru berpotensi membuat biaya bagi pengguna meningkat.

Dengan begitu, pertarungan drone China dan Amerika Serikat belum selesai hanya dengan pemberlakuan tarif. Pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah industri AS benar-benar mampu mengambil alih ruang yang selama ini ditempati produsen China.

Sumber: Gedung Putih, Semafor, Barron’s.

Tags: AmerikaChinaDonald Trump

Related Posts

Ilustrasi pusaran awan badai tropis dilihat dari atas
DUNIA

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 1 Tewas dan 94 Terluka Termasuk WNI

Oktober 23, 2026
Wakil Presiden AS JD Vance mengenakan jas biru dan dasi merah berbicara di depan mikrofon dengan bendera Amerika Serikat di belakangnya
DUNIA

Wapres AS JD Vance Tak Ikut Dukung Netanyahu dalam Pemilu Israel

Oktober 20, 2026
Donald Trump berdiri di belakang podium dan mikrofon dengan jas gelap serta dasi merah di depan peserta kampanye
DUNIA

Trump Usulkan Nama ‘Trump Ocean’ untuk Samudra Atlantik atau Pasifik

Oktober 12, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pembalap Mercedes mengenakan topi Mercedes dan hoodie hitam berlogo Mercedes AMG dan Petronas

Kimi Antonelli Bisa Juara Dunia F1 2026 di GP Amerika Serikat, Ini Syaratnya

Oktober 12, 2026
Marc Marquez mengendarai motor Ducati Lenovo bernomor 93 saat menikung di lintasan balap.

Marc Marquez Tanggapi Aero Ducati Mirip Aprilia: Tak Boleh Arogan

Oktober 23, 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di podium pada Sidang Kabinet Paripurna

Prabowo Singgung MSCI dalam Pidato Kabinet, Apa yang Sebenarnya Disampaikan?

Oktober 23, 2026
Ilustrasi pusaran awan badai tropis dilihat dari atas

Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 1 Tewas dan 94 Terluka Termasuk WNI

Oktober 23, 2026
Pria mengenakan rompi tahanan merah muda dan masker berjalan didampingi petugas

Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka Kasus Pesawat, Kerugian Negara Rp. 4,94 Miliar

Marc Marquez mengendarai motor Ducati Lenovo bernomor 93 saat menikung di lintasan balap.

Marc Marquez Tanggapi Aero Ducati Mirip Aprilia: Tak Boleh Arogan

Ilustrasi AI Lamine Yamal mengenakan jersey Barcelona dan Kylian Mbappe mengenakan jersey Real Madrid pada poster jadwal Liga Spanyol 24-27 Oktober 2026.

Jadwal Liga Spanyol Pekan Ini 24-27 Oktober 2026, El Clasico Pukul 03.00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di podium pada Sidang Kabinet Paripurna

Prabowo Singgung MSCI dalam Pidato Kabinet, Apa yang Sebenarnya Disampaikan?

Pria mengenakan rompi tahanan merah muda dan masker berjalan didampingi petugas

Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Jadi Tersangka Kasus Pesawat, Kerugian Negara Rp. 4,94 Miliar

Oktober 24, 2026
Marc Marquez mengendarai motor Ducati Lenovo bernomor 93 saat menikung di lintasan balap.

Marc Marquez Tanggapi Aero Ducati Mirip Aprilia: Tak Boleh Arogan

Oktober 23, 2026
Ilustrasi AI Lamine Yamal mengenakan jersey Barcelona dan Kylian Mbappe mengenakan jersey Real Madrid pada poster jadwal Liga Spanyol 24-27 Oktober 2026.

Jadwal Liga Spanyol Pekan Ini 24-27 Oktober 2026, El Clasico Pukul 03.00 WIB

Oktober 23, 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di podium pada Sidang Kabinet Paripurna

Prabowo Singgung MSCI dalam Pidato Kabinet, Apa yang Sebenarnya Disampaikan?

Oktober 23, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times