Bulatan Times – Harga emas hari ini, Kamis 24 September 2026, bergerak turun setelah sempat menguat sehari sebelumnya.
Harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.605.000, turun Rp25.000 dibandingkan Rabu yang mencapai Rp2.630.000 per gram.
Koreksi juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Antam menetapkan buyback sebesar Rp2.435.000 per gram, turun Rp30.000 dari posisi sehari sebelumnya Rp2.465.000.
Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap harga emas global setelah dolar Amerika Serikat menguat dan pasar meningkatkan perkiraan bahwa Federal Reserve masih dapat menaikkan suku bunga.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 23 September 2026, Antam Rp2,627 Juta per Gram
Harga emas Antam turun Rp25.000
Penurunan Kamis pagi membalik kenaikan tipis yang terjadi sehari sebelumnya.
Pada Rabu (23/9), emas Antam naik Rp3.000 dari Rp2.627.000 menjadi Rp2.630.000 per gram.
Hari ini kenaikannya tidak bertahan.
Dengan harga Rp2.605.000 per gram, emas Antam turun sekitar 0,95 persen dibandingkan posisi Rabu.
Perubahan harian seperti ini perlu diperhatikan terutama oleh pembeli yang mengejar harga masuk jangka pendek.
Bagi pemegang emas untuk tujuan investasi jangka panjang, pergerakan satu hari belum cukup untuk menggambarkan arah harga dalam periode yang lebih panjang.
Daftar harga emas Antam 24 September 2026
Berikut harga dasar emas batangan Antam berdasarkan data Kamis pagi. Angka belum memasukkan pajak yang berlaku.
| Berat | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.352.500 |
| 1 gram | Rp2.605.000 |
| 5 gram | Rp12.840.000 |
| 10 gram | Rp25.600.000 |
| 25 gram | Rp63.835.000 |
| 50 gram | Rp127.505.000 |
| 100 gram | Rp254.860.000 |
| 250 gram | Rp636.840.000 |
| 500 gram | Rp1.273.400.000 |
| 1.000 gram | Rp2.545.600.000 |
Harga per gram tidak selalu sama pada setiap ukuran batangan.
Batangan berukuran kecil umumnya mempunyai harga per gram lebih tinggi karena terdapat komponen biaya produksi dan pencetakan.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 22 September 2026, Antam Turun ke Rp2,627 Juta per Gram
Buyback emas Antam turun lebih dalam
Penurunan juga terjadi pada sisi buyback.
Harga pembelian kembali emas Antam pada Kamis berada di Rp2.435.000 per gram.
Dibandingkan posisi Rabu sebesar Rp2.465.000, buyback berkurang Rp30.000 per gram.
Artinya, terdapat selisih Rp170.000 antara harga jual Antam 1 gram dan harga buyback pada level hari ini.
Selisih tersebut penting dipahami pembeli baru.
Emas fisik umumnya lebih cocok dipandang sebagai instrumen penyimpan nilai untuk periode lebih panjang daripada sarana mengejar keuntungan dari pergerakan harga dalam waktu sangat singkat.
Harga di Pegadaian berbeda dengan Logam Mulia
Pembeli juga perlu membedakan harga emas Antam di Logam Mulia dengan harga produk yang dipasarkan melalui Pegadaian.
Harga dapat berbeda karena kanal penjualan, merek, ukuran batangan, dan kebijakan harga masing-masing penyedia.
Data perdagangan Kamis pagi yang dihimpun dari kanal Pegadaian menunjukkan produk 1 gram berada di kisaran:
- Galeri 24: Rp2.573.000
- Antam: Rp2.670.000
- UBS: Rp2.606.000
Sementara nilai buyback 1 gram tercatat sekitar Rp2.434.000 untuk Galeri 24 serta Rp2.407.000 untuk Antam dan UBS.
Angka tersebut tidak seharusnya dibandingkan langsung dengan harga Antam Logam Mulia tanpa memperhatikan tempat transaksi dan jenis produknya.
Emas dunia ikut tertekan
Koreksi emas domestik berlangsung setelah harga emas dunia melemah cukup tajam.
Reuters mencatat harga emas spot turun sekitar 1,7 persen menjadi US$4.282,53 per troy ounce pada perdagangan Rabu. Harga sempat menyentuh level terendah sejak 17 September.
Kontrak berjangka emas AS untuk Desember juga turun 1,3 persen dan ditutup di sekitar US$4.318,40 per ounce.
Tekanan datang dari kombinasi penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
Dolar AS menguat
Indeks dolar mencapai level tertinggi dalam sekitar dua bulan.
Kondisi tersebut cenderung memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia diperdagangkan menggunakan dolar AS.
Ketika dolar menguat, emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Pada saat bersamaan, sejumlah pejabat Federal Reserve menyampaikan pandangan yang relatif ketat mengenai inflasi dan kebijakan moneter.
Pasar kemudian meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan.
Ekspektasi suku bunga menekan emas
Hubungan suku bunga dan emas menjadi salah satu faktor penting dalam pergerakan harga.
Emas tidak memberikan bunga atau imbal hasil reguler.
Ketika suku bunga dan imbal hasil aset berbasis bunga meningkat, daya tarik relatif emas dapat berkurang karena investor mempunyai alternatif aset yang memberikan imbal hasil.
Reuters mencatat pelaku pasar pada Rabu memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 77 persen pada Oktober dan 95 persen pada Desember, berdasarkan CME FedWatch pada saat laporan tersebut diterbitkan.
Ekspektasi pasar dapat berubah cepat mengikuti data ekonomi dan pernyataan pejabat bank sentral.
Harga emas tetap sensitif terhadap geopolitik
Di sisi lain, emas masih berhadapan dengan faktor yang dapat memberikan dukungan.
Ketidakpastian geopolitik biasanya meningkatkan permintaan terhadap aset yang dianggap sebagai tempat berlindung.
Namun, situasi tahun ini lebih kompleks.
Ketegangan Timur Tengah ikut mendorong harga energi. Kenaikan energi dapat meningkatkan tekanan inflasi, yang pada gilirannya membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter lebih ketat.
Hubungan emas dengan minyak belakangan menjadi lebih kompleks karena pasar memperhitungkan konsekuensi inflasi dan suku bunga dari kenaikan harga energi.
Karena itu, meningkatnya risiko geopolitik tidak selalu otomatis membuat emas naik.
Apakah penurunan berarti waktu membeli?
Tidak ada satu harga yang dapat disebut sebagai titik beli terbaik untuk semua orang.
Keputusan membeli emas bergantung pada tujuan, jangka waktu, kondisi keuangan, dan toleransi terhadap fluktuasi harga.
Pembeli yang mengumpulkan emas untuk jangka panjang dapat menggunakan pembelian berkala untuk mengurangi ketergantungan pada satu titik harga.
Sebaliknya, pembeli jangka pendek perlu memperhatikan spread antara harga beli dan buyback.
Pada harga hari ini, selisih tersebut masih cukup besar.
Membeli emas kemudian menjualnya kembali dalam waktu singkat berarti harga harus terlebih dahulu naik cukup tinggi untuk menutup selisih tersebut.
Harga bisa berubah sepanjang hari
Daftar harga emas bukan angka yang selalu berlaku sepanjang hari.
Antam maupun penyedia lainnya dapat melakukan pembaruan mengikuti kondisi pasar.
Karena itu, pembeli yang akan melakukan transaksi sebaiknya mengecek kembali harga pada kanal resmi sesaat sebelum pembayaran.
Hal yang sama berlaku untuk buyback.
Harga pembelian kembali dapat berubah sehingga nilai yang diterima saat menjual emas tidak selalu sama dengan angka yang terlihat pada pagi hari.
Untuk Kamis pagi, arah pergerakannya jelas: harga jual Antam turun Rp25.000 menjadi Rp2.605.000 per gram, sementara buyback turun Rp30.000 menjadi Rp2.435.000 per gram.











