Bulatan Times – Somkiat Chantra akan kembali merasakan persaingan MotoGP lebih cepat dari yang mungkin diperkirakan setelah meninggalkan kelas utama pada akhir musim lalu.
Honda Racing Corporation (HRC) memanggil pembalap asal Thailand tersebut untuk menggantikan Joan Mir pada MotoGP Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi.
Chantra akan mengendarai Honda RC213V milik Honda HRC Castrol karena Mir masih harus melanjutkan proses pemulihan akibat masalah kesehatan yang membuatnya absen dalam beberapa balapan terakhir.
Bagi Chantra, penunjukan ini bukan sekadar kesempatan tampil satu kali di MotoGP. Motegi merupakan salah satu sirkuit yang mempunyai kenangan khusus dalam perjalanan kariernya.
Baca Juga: Joan Mir Absen di MotoGP Jepang dan Indonesia 2026
Honda memilih Chantra setelah Mir dipastikan absen
Honda sebelumnya berharap Mir dapat kembali setelah melewatkan MotoGP Austria.
Namun, pemeriksaan lanjutan membuat rencana tersebut berubah.
Mir telah mengalami sejumlah gejala yang memengaruhi energi dan performanya selama beberapa bulan. Kondisinya memburuk dalam beberapa pekan terakhir hingga membuatnya tidak dapat melanjutkan balapan di San Marino.
Setelah itu, Mir menjalani pemeriksaan di Dexeus University Hospital, Barcelona.
Honda mengatakan penyebab pasti gejala tersebut belum ditemukan. Atas saran tim medis, juara dunia MotoGP 2020 itu diminta menjalani istirahat dan terapi selama 15 hari.
Konsekuensinya, Mir harus melewatkan dua seri sekaligus, yakni MotoGP Jepang dan MotoGP Indonesia.
Honda kemudian membutuhkan pembalap lain untuk mengisi RC213V di Motegi.
Pilihan akhirnya jatuh kepada Chantra.
Kenapa bukan Takaaki Nakagami?
Nakagami sebenarnya menjadi pengganti Mir pada seri sebelumnya di Red Bull Ring.
Pembalap pengembang Honda tersebut tampil cukup kompetitif dan finis ke-13 di Austria, bahkan berada di depan dua pembalap reguler Honda, Luca Marini dan Diogo Moreira.
Namun, Honda tidak dapat menggunakan skema yang sama di Jepang.
Nakagami sudah dijadwalkan turun sebagai wildcard di Motegi dengan RC213V kelima. Program tersebut berkaitan dengan perannya sebagai pembalap pengembang HRC.
Dengan Nakagami mempunyai agenda sendiri dan pembalap pengembang HRC lainnya, Aleix Espargaro, masih dalam proses pemulihan dari cedera punggung, Honda membutuhkan opsi lain.
Chantra menjadi pilihan yang masuk akal karena masih berada di lingkungan balap HRC dan memiliki pengalaman dengan RC213V.
Baca Juga: Tiket MotoGP Mandalika 2026 Diskon hingga Rp300 Ribu via wondr by BNI
Chantra kembali setelah pindah ke WorldSBK
Musim 2026 sebenarnya menjadi babak baru dalam karier Chantra.
Setelah menjalani musim rookie MotoGP bersama LCR Honda pada 2025, ia meninggalkan kelas utama dan pindah ke program Honda HRC di WorldSBK.
Posisinya di LCR kemudian diisi Diogo Moreira.
Musim pertamanya di WorldSBK juga tidak berjalan sepenuhnya mulus karena Chantra harus memulihkan kondisi setelah mengalami cedera pada pramusim.
Meski demikian, Honda mencatat pembalap Thailand itu sudah tujuh kali meraih poin sepanjang musim 2026.
Kini, di tengah musim WorldSBK tersebut, Chantra mendapat kesempatan kembali menunggangi motor MotoGP.
Motegi punya kenangan manis untuk Chantra
Ada alasan lain yang membuat comeback ini menarik.
Motegi merupakan tempat Chantra meraih salah satu hasil terbesar sepanjang kariernya.
Pada musim 2023, ia memenangi balapan Moto2 Jepang di sirkuit tersebut.
Ketika naik ke MotoGP bersama LCR Honda pada 2025, Chantra kembali berlomba di Motegi dan finis di posisi ke-15.
Hasil itu memberinya pengalaman langsung menggunakan RC213V di trek yang akan kembali dihadapinya pada Oktober mendatang.
Tentu situasinya sekarang berbeda.
Chantra tidak menjalani musim penuh MotoGP dan sebagian besar waktunya pada 2026 dihabiskan mengendarai motor WorldSBK. Ia perlu kembali beradaptasi dengan karakter prototipe MotoGP dalam waktu singkat.
Chantra pernah membuat sejarah untuk Thailand
Kembalinya Chantra juga membawa cerita tersendiri bagi Thailand.
Pada 2025, ia menjadi pembalap Thailand pertama yang berlomba di kelas MotoGP.
Musim debut tersebut memang tidak menghasilkan banyak poin. Dua cedera juga membatasi kesempatan Chantra untuk berkembang secara konsisten.
Namun, ia tetap berhasil mencetak poin sebelum mengakhiri kiprahnya bersama LCR dan beralih ke WorldSBK.
Penampilannya di Motegi berarti Thailand kembali memiliki wakil di grid MotoGP, setidaknya untuk satu akhir pekan.
Mir juga absen di Mandalika
Honda sejauh ini baru memastikan Chantra sebagai pengganti Mir untuk GP Jepang.
Belum ada pengumuman bahwa Chantra otomatis akan menjalankan peran yang sama pada MotoGP Indonesia.
Mir sendiri sudah dipastikan tidak akan tampil di Mandalika.
Honda mengatakan perkembangan kondisi Mir akan diumumkan kembali setelah Grand Prix Indonesia.
Karena itu, siapa yang akan mengisi motor Mir di Mandalika masih harus menunggu keputusan berikutnya dari HRC.
Pembedaan ini penting karena penunjukan Chantra yang diumumkan Honda saat ini secara spesifik berlaku untuk MotoGP Jepang.
Honda masih menunggu kepastian kondisi Mir
Masalah kesehatan Mir mulai menjadi perhatian serius setelah GP San Marino.
Ia terpaksa menghentikan balapan dan kemudian terbang ke Barcelona untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tes yang dilakukan setelah Misano menunjukkan adanya perubahan pada sejumlah parameter dalam pemeriksaan darah. Tim medis kemudian melanjutkan pemeriksaan untuk mencari penyebab gejala yang dialaminya.
Sampai pengumuman terakhir Honda, diagnosis definitif belum diperoleh.
Karena itu, tim memilih tidak memaksakan Mir kembali berlomba.
Honda menyebut Mir akan tetap menjalani program pemulihan dan observasi sebelum kondisinya dievaluasi kembali.
Kesempatan singkat yang menarik untuk Chantra
Chantra tidak datang ke Motegi sebagai pembalap reguler yang sedang mengejar klasemen MotoGP.
Ia datang sebagai pengganti sementara dengan waktu adaptasi terbatas.
Namun, ia mengenal Honda, pernah mengendarai RC213V selama satu musim, dan mempunyai catatan bagus di Motegi.
Kombinasi tersebut membuat penampilannya menarik untuk diikuti.
Honda juga sedang berada dalam fase pengembangan besar menjelang perubahan regulasi MotoGP 2027. Nakagami menjadi salah satu pembalap yang banyak melakukan pengujian prototipe 850cc, sementara skuad balap tetap menjalankan program RC213V 1.000cc musim ini.
Bagi Chantra, satu akhir pekan di Motegi menjadi kesempatan untuk kembali mengukur dirinya dengan para pembalap MotoGP setelah hampir satu musim berada di lingkungan WorldSBK.
Yang sudah pasti, comeback tersebut bukan rencana awal musim.
Kesempatan itu muncul karena kondisi Mir belum memungkinkan untuk berlomba, dan Honda membutuhkan pembalap yang sudah mengenal lingkungan HRC serta mempunyai pengalaman MotoGP 2026.



