25 °c
Ashburn
24 ° Rab
24 ° Kam
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS NASIONAL

335 Konsesi di Sumatra-Kalimantan Terindikasi Ada Titik Api

Angga Rian Pramana Putra by Angga Rian Pramana Putra
Agustus 25, 2026
in NASIONAL
1
Konsesi di Sumatra-Kalimantan Terindikasi Ada Titik Api

Gambar ilustrasi kebakaran hutan

1
SHARES
4
VIEWS

BULATANTIMES.COM — Pemerintah mengidentifikasi adanya titik api di sekitar 335 wilayah konsesi yang tersebar di Sumatra dan Kalimantan. Temuan tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan titik api tersebut terpantau berada di wilayah konsesi dengan luasan kebakaran yang berbeda-beda. Ada yang hanya sekitar satu hingga dua hektare, tetapi ada pula kebakaran dengan luasan jauh lebih besar.

Meski demikian, keberadaan titik api di wilayah konsesi tidak otomatis membuktikan bahwa pemegang izin atau perusahaan merupakan penyebab kebakaran. Pemerintah masih perlu melakukan verifikasi dan penyelidikan untuk mengetahui sumber serta penyebab masing-masing kebakaran.

Baca Juga: Modus Karhutla Riau: Pura-Pura Mancing Sebelum Pembakaran

Sekitar 3.800 Titik Api Terdeteksi

Jumhur sebelumnya menyebut terdapat sekitar 3.800 titik api di seluruh Indonesia. Angka tersebut dapat berubah dengan cepat karena pemantauan hotspot dilakukan secara berkala.

“Sekarang terindikasi sudah ada sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia yang tersebar di seluruh Kalimantan dan Sumatera, yang di wilayah konsesinya ada titik api dan terjadi kebakaran,” kata Jumhur, seperti dikutip Riau Online dari keterangannya saat meninjau karhutla di Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).

Jumhur menambahkan, kebakaran yang terjadi di area konsesi tetap menjadi tanggung jawab yang harus segera ditangani, meskipun luasnya relatif kecil.

Pemerintah kini mendorong pemegang konsesi untuk meningkatkan pencegahan dan memastikan kebakaran tidak meluas ke kawasan lain.

Baca Juga: 2.945 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Catat 491 Titik

Pemerintah Telusuri Penyebab Kebakaran

Temuan titik api di wilayah konsesi juga diikuti dengan langkah penegakan hukum di sejumlah daerah.

Salah satunya dilakukan Kementerian Kehutanan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pemerintah menyelidiki kebakaran sekitar 25 hektare kawasan Hutan Produksi di wilayah KPH Lalan Mendis yang berada pada areal PBPH PT TCP.

Kementerian Kehutanan menyebut kebakaran tersebut terjadi sejak 26 Juli 2026. Setelah api berhasil dikendalikan, tim penegakan hukum melakukan verifikasi lapangan untuk mencari titik awal kebakaran dan mengumpulkan keterangan.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan titik awal kebakaran diduga berasal dari areal kebun kelapa sawit dan pinang di dalam kawasan hutan. Namun, pemerintah masih mendalami sumber kebakaran, status penguasaan lahan, serta pihak yang bertanggung jawab.

Artinya, proses hukum tetap membutuhkan pembuktian. Temuan titik api saja belum cukup untuk menyatakan seseorang atau perusahaan sebagai pelaku pembakaran.

Baca Juga: Istana Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Utama Pemadaman Karhutla

Karhutla di Kalimantan Juga Jadi Perhatian

Selain Sumatra, pemerintah terus memantau kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan.

BNPB melaporkan karhutla terdeteksi di sembilan wilayah Kalimantan Selatan hingga 21 Agustus 2026, antara lain Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.

Total area yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 595 hektare. Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah dengan luasan kebakaran terbesar, sekitar 174 hektare.

Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah juga mengerahkan dukungan udara, termasuk helikopter water bombing.

Langkah tersebut menjadi penting karena sebagian kawasan yang terbakar berada di wilayah yang memiliki kondisi lahan rentan terhadap penyebaran api.

Riau Masih Hadapi Kebakaran Gambut

Di Sumatra, Riau juga masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan kebakaran di Kerumutan, Pelalawan, telah berlangsung sekitar 26 hari dengan luas lahan terbakar lebih dari 280 hektare. Kawasan tersebut merupakan lahan gambut sehingga penanganannya membutuhkan upaya khusus.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, serta unsur lainnya dikerahkan untuk menangani kebakaran.

Selain pemadaman, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pembangunan embung dan sekat kanal agar kondisi lahan gambut tidak terlalu kering.

Titik Api Tidak Sama dengan Kebakaran

Masyarakat juga perlu memahami bahwa istilah hotspot atau titik panas tidak selalu berarti kebakaran.

Hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu yang terdeteksi melalui satelit. Karena itu, setiap titik perlu diverifikasi di lapangan untuk memastikan apakah benar merupakan kebakaran dan mengetahui penyebabnya.

Hal ini penting agar informasi mengenai 335 wilayah konsesi tidak dipahami sebagai tuduhan bahwa seluruh perusahaan di dalamnya melakukan pembakaran.

Pemerintah sendiri masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap sejumlah lokasi yang terbakar.

Catatan redaksi: Angka sekitar 335 konsesi merupakan informasi yang disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Artikel ini tidak menyimpulkan bahwa seluruh pemegang konsesi tersebut merupakan pelaku karhutla karena status penyebab kebakaran harus dibuktikan melalui verifikasi dan proses hukum.

Sumber: Kompas.com, Riau Online, Kementerian Kehutanan, BNPB, dan Mongabay Indonesia.

Tags: KalimantanKarhutlaKebakaran HutanSumatraTitik Api

Related Posts

Gunung Ibu 3 Kali Erupsi Hari Ini
NASIONAL

Gunung Ibu 3 Kali Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Tak Teramati

September 8, 2026
Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi
NASIONAL

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Usai Dibersihkan dari Abu Vulkanik

September 8, 2026
BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Daerah
NASIONAL

BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau 9-12 September

September 7, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Marco Bezzecchi Siap MotoGP San Marino 2026

Marco Bezzecchi Siap MotoGP San Marino 2026, Buru Poin di Kandang

September 7, 2026
Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Agustus 31, 2026
Tiket Pesawat Terdampak Erupsi Anak Krakatau Bisa Refund 100 Persen

Tiket Pesawat Terdampak Erupsi Anak Krakatau Bisa Refund 100 Persen

September 7, 2026
Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah, Kapan Waktu Terbaik Membelinya?

September 7, 2026
Apa Itu AI Agent

Apa Itu AI Agent? Cara Kerja, Contoh, dan Bedanya dengan Chatbot Biasa

Gunung Ibu 3 Kali Erupsi Hari Ini

Gunung Ibu 3 Kali Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Tak Teramati

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Usai Dibersihkan dari Abu Vulkanik

Marco Bezzecchi Siap MotoGP San Marino 2026

Marco Bezzecchi Siap MotoGP San Marino 2026, Buru Poin di Kandang

Apa Itu AI Agent

Apa Itu AI Agent? Cara Kerja, Contoh, dan Bedanya dengan Chatbot Biasa

September 8, 2026
Gunung Ibu 3 Kali Erupsi Hari Ini

Gunung Ibu 3 Kali Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Tak Teramati

September 8, 2026
Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi Usai Dibersihkan dari Abu Vulkanik

September 8, 2026
Marco Bezzecchi Siap MotoGP San Marino 2026

Marco Bezzecchi Siap MotoGP San Marino 2026, Buru Poin di Kandang

September 7, 2026

Tentang Kami

BulatanTImes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times