Bulatan Times – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Pusdokkes Polri telah mengidentifikasi 41 jenazah korban KM Virgo Transport 8 hingga Senin malam (28/9/2026).
Tambahan terbaru berasal dari 16 korban yang berhasil diketahui identitasnya pada hari ke-16 operasi pencarian. Sebelumnya, 25 korban telah lebih dulu teridentifikasi dalam beberapa tahap pemeriksaan.
Dari 70 jenazah yang sudah diterima RS Bhayangkara Banjarmasin, masih ada 29 jenazah yang belum diketahui identitasnya. Tim DVI terus mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem dari keluarga.
Baca Juga: Lima Jenazah Korban KM Virgo Ditemukan pada Hari ke-16, 64 Orang Masih Dicari
Daftar 41 Korban KM Virgo yang Telah Teridentifikasi
Empat belas korban pertama yang telah diumumkan hingga 23 September adalah:
- Reyner Fausta Yosilianto, 22 tahun, Malang
- Nurul Rian Hidayat, 33 tahun, Pamekasan
- Deny Ridzal Saputra, 29 tahun, Kediri
- Imam Soeparno, 66 tahun, Surabaya
- Erick Maisul Latif, 37 tahun, Garut
- Risyan Kurnia Putra, 28 tahun, Garut
- Surya, 59 tahun, Tapin
- Yuli, 29 tahun, Banjarmasin
- Muhammad Abdiannoor, 30 tahun, Banjarmasin
- Annas, 48 tahun, Bangkalan
- Bagus Mahendra, 20 tahun, Klaten
- Aldo Nurrahmansyah, 19 tahun, Surakarta
- Jumbrik, 25 tahun, Lamongan
- I Putu Angga Santyana, 21 tahun, Mataram
Enam korban berikutnya teridentifikasi pada 24 September:
- Deny Dwi Saputra, 32 tahun, Boyolali
- Abdul Fikri, 27 tahun, Purbalingga
- Tuti, 29 tahun, Banjarmasin
- Mashudi, 27 tahun, Jepara
- Feris Sudaryanto, 37 tahun, Lampung Tengah
- Aditya Firmansyah, 19 tahun, Kediri
Lima jenazah lainnya diumumkan teridentifikasi pada 25 September:
- Mahmud Suhadi, 43 tahun, Jember
- Taruno Hidayat, 47 tahun, Madiun
- Ibnu Darmawan, 24 tahun, Kediri
- Purkam, 64 tahun, Tulungagung
- Dwi Priyambodo, 36 tahun, Kebumen
Pada 28 September, DVI kembali mengumumkan 16 identitas:
- Tri Sutrisno, 30 tahun, Kediri
- Riski Ananta Agusena, 23 tahun, Kudus
- Guntur Aji Pangestu, 27 tahun, Surakarta
- Triyono Basuki, 45 tahun, Surabaya
- Tihwin Nuryanto, 43 tahun, Madiun
- Sugianto, 41 tahun, Banjarmasin
- Ilham Muhammad Rozzaq, 21 tahun, Jepara
- Yuli Purwanto, 47 tahun, Tulungagung
- Muhammad Kholis, 52 tahun, Surabaya
- Surono, 38 tahun, Jombang
- Muhammad Adam Assegaf, 19 tahun, Kudus
- Susanto, 36 tahun, Blitar
- Maulana Purwo Wibowo, 19 tahun, Cilacap
- Wati, 48 tahun, Pangandaran
- Yaya Carya, 58 tahun, Cirebon
- Bambang Setya Budi, 56 tahun, Malang
Kondisi Jenazah Membuat Identifikasi Semakin Sulit
Proses identifikasi tidak selalu dapat dilakukan hanya melalui pengenalan fisik.
Semakin lama jenazah berada di laut, kondisi tubuh dapat mengalami perubahan yang membuat sidik jari, ciri fisik, maupun tanda medis sulit digunakan sebagai pembanding.
Pusdokkes Polri menjadikan pemeriksaan DNA sebagai langkah terakhir apabila identitas tidak dapat ditentukan melalui data medis, gigi, sidik jari, properti, maupun metode forensik lainnya.
Sampel DNA keluarga dikirim untuk dibandingkan dengan korban. Proses tersebut membutuhkan waktu dan hasilnya tidak dapat diperoleh seketika.
Baca Juga: Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Arus Laut Jadi Tantangan Penyelam Basarnas
29 Jenazah Masih Menunggu Identifikasi
Hingga Senin malam, RS Bhayangkara Banjarmasin telah menerima 70 jenazah.
Dari jumlah tersebut, 41 telah teridentifikasi dan 29 masih menjalani pemeriksaan.
DVI bekerja setiap hari, termasuk akhir pekan, karena jenazah dari operasi SAR terus datang secara bertahap dari lokasi tenggelamnya kapal maupun dari temuan di pesisir Kalimantan Tengah.
Setelah identitas dipastikan, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke daerah masing-masing.
Sejumlah korban yang sudah dikenali telah tiba di rumah duka. Dua korban asal Kudus, misalnya, telah dipulangkan untuk dimakamkan, sementara Guntur Aji Pangestu juga telah tiba di rumah keluarganya di Solo.
Operasi SAR Masih Mencari 64 Orang
Proses identifikasi berjalan bersamaan dengan operasi pencarian di Laut Jawa dan pesisir Kalimantan.
Basarnas mencatat 179 orang telah ditemukan hingga hari ke-16 operasi SAR, terdiri atas 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia.
Sebanyak 64 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Pencarian dilakukan melalui penyelaman di bangkai kapal, penyisiran laut, serta pemantauan di pesisir.
Basarnas menyatakan operasi tetap dilanjutkan selama kondisi memungkinkan. Posisi bangkai KM Virgo yang masih labil serta arus bawah laut menjadi pertimbangan utama untuk keselamatan penyelam.











