Bulatan Times – Tim SAR gabungan kembali menemukan lima jenazah korban KM Virgo Transport 8 pada hari ke-16 operasi pencarian, Senin (28/9/2026).
Kelima korban ditemukan penyelam gabungan dari sekitar dan bagian dalam badan kapal yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Empat jenazah dievakuasi ke KRI I Gusti Ngurah Rai, sedangkan satu lainnya dibawa ke KN SAR Purworejo sebelum diterbangkan menuju Kalimantan Selatan.
Dengan penemuan tersebut, Basarnas mencatat 179 orang telah ditemukan dari 243 penumpang dan awak yang tercatat dalam manifes. Sebanyak 108 orang selamat, 71 meninggal dunia, dan 64 orang masih dalam pencarian hingga Senin malam.
Baca Juga: Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Arus Laut Jadi Tantangan Penyelam Basarnas
Lima Korban Ditemukan lewat Penyelaman
Operasi bawah air pada Senin dilakukan dalam beberapa tahap.
Tim penyelam yang terlibat berasal dari Basarnas Special Group, TNI Angkatan Laut, serta unsur SAR lainnya. Lima korban berhasil ditemukan dari area badan kapal dalam rangkaian penyelaman sejak pagi hingga sore.
Setelah dievakuasi ke kapal SAR dan kapal TNI AL, empat jenazah diterbangkan menggunakan Helikopter HS-1331 milik TNI AL. Satu jenazah lainnya dibawa menggunakan Helikopter HR-3601 Basarnas.
Seluruh korban kemudian dibawa menuju RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Posisi Kapal Masih Berisiko bagi Penyelam
Pencarian di dalam bangkai kapal belum dapat dilakukan secara bebas.
Basarnas menyatakan posisi badan KM Virgo Transport 8 di bawah laut masih labil. Kondisi tersebut membuat penyelam tidak dapat masuk terlalu jauh karena perubahan posisi struktur kapal dapat membahayakan personel.
Tim tetap berupaya menjangkau ruang yang memungkinkan dari sisi luar. Dalam beberapa bagian, penyelam bahkan harus memecahkan kaca jendela untuk membuka akses menuju ruang kapal.
Pertimbangan keselamatan menjadi batas utama operasi, sehingga penyelaman dapat disesuaikan atau dihentikan sementara apabila posisi kapal dan arus dinilai terlalu berisiko.
Baca Juga: KM Virgo Transport 8: Kronologi Kecelakaan hingga Evakuasi Korban dari Bangkai Kapal
Pencarian Diperluas hingga Pesisir Kalimantan Tengah
Operasi tidak hanya berfokus pada bangkai kapal.
Basarnas juga mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalimantan Tengah setelah sejumlah korban ditemukan di wilayah pesisir Seruyan dan Sukamara.
Pencarian melibatkan unsur kepolisian, TNI, masyarakat pesisir, dan nelayan. Informasi kecelakaan juga disebarkan kepada jaringan nelayan dari berbagai daerah serta kapal yang melintas melalui mayday broadcast.
Koordinasi dilakukan hingga wilayah kerja Kantor SAR Pontianak, Sulawesi, dan Semarang karena arus laut dapat membawa korban jauh dari lokasi awal kecelakaan.
DVI Telah Identifikasi 41 Korban
Sementara operasi pencarian berlangsung, proses identifikasi korban juga terus berjalan di Banjarmasin.
Tim DVI Polda Kalimantan Selatan pada Senin berhasil mengidentifikasi tambahan 16 jenazah. Dengan perkembangan itu, total korban yang telah diketahui identitasnya mencapai 41 orang.
Proses identifikasi menggunakan data medis, ciri fisik, sidik jari, gigi, serta data antemortem yang dikumpulkan dari keluarga. Tes DNA digunakan apabila metode identifikasi lainnya belum cukup menghasilkan kecocokan.
Operasi SAR masih dilanjutkan pada Selasa (29/9/2026), termasuk penyelaman ke area badan kapal apabila kondisi bawah laut memungkinkan. Sebanyak 64 orang masih tercatat dalam proses pencarian.











