Bulatan Times – Operasi pencarian besar-besaran tengah berlangsung di perairan Selat Sunda menyusul kabar hilangnya rombongan peliput berita. Sebanyak lima jurnalis media nasional dilaporkan hilang kontak saat mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Rombongan wartawan ini menaiki perahu motor cepat dari pesisir Pantai Carita Kabupaten Pandeglang. Mereka berlayar menuju perairan sekitar pulau gunung api guna memantau perkembangan erupsi terkini.
Kronologi 5 Jurnalis Hilang Saat Meliput Erupsi Anak Krakatau
Rombongan jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berencana mendokumentasikan visual aktivitas letusan gunung api yang terus mengeluarkan material vulkanik.
Saat kapal melaju di perairan lepas, salah seorang pewarta sempat berkomunikasi dengan rekannya di Lampung. Jurnalis tersebut membagikan koordinat posisi terkini (share live location) melalui aplikasi pesan sekitar pukul 14.42 WIB.
Komunikasi mendadak terputus total sekitar pukul 15.04 WIB di tengah kepungan kabut abu tebal. Sejak saat itu, telepon seluler seluruh awak kapal maupun penumpang tidak lagi merespons panggilan.
“Komunikasi terakhir terjadi saat korban membagikan lokasi penyeberangan, kemudian kontak terputus sama sekali,” tutur Kepala Basarnas Banten Al Amrad, dikutip dari detikNews.
Identitas Anggota Rombongan dan Titik Koordinat Terakhir di Laut
Basarnas mencatat identitas kelima jurnalis yang berada di dalam kapal cepat tersebut. Rombongan meliputi pewarta foto M Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara serta Ari Basuki dari Merdeka.com.
Daftar rombongan juga mencakup jurnalis televisi Yudhis, Daus dari kantor berita asing Anadolu, serta Donal. Selain para jurnalis, kapal motor cepat tersebut mengangkut dua orang awak kapal warga lokal.
Titik kontak terakhir kapal berada sekitar sepuluh mil laut dari pangkalan perahu Carita. Kawasan perairan tersebut berada di koridor jalur laut terbuka antara Pulau Jawa dan Lampung.
Keluarga para pewarta berkumpul menanti kabar perkembangan evakuasi dengan penuh rasa cemas dan harap.
Operasi Pencarian Tim SAR Gabungan di Perairan Selat Sunda
Kantor SAR Banten langsung mengerahkan kapal penyelamat guna menyisir lintasan laut menuju pulau gunung. Personel gabungan TNI Angkatan Laut dan Polairud Polda Banten memperluas radius penyisiran pantai.
Tim evakuasi menghadapi tantangan gelombang laut tinggi dan terbatasnya jarak pandang akibat kabut debu. Status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih bertahan pada Level III Siaga menuntut kehati-hatian tim.
Manajemen Kantor Berita Antara turut mengirimkan tim pendukung menuju pesisir Banten guna membantu koordinasi pencarian. Rekan-rekan jurnalis lintas media mendirikan posko pemantauan informasi darurat di sekitar Dermaga Carita.











