BULATANTIMES.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis peringatan darurat kabut asap di Pulau Kalimantan. Pasalnya, status kualitas udara kalbar bahaya karhutla telah mengaburkan jarak pandang hingga di bawah satu kilometer.
Oleh karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan demi keselamatan pernapasan. Polusi partikulat debu pekat menyelimuti sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat sejak beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Karhutla Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Menyusut
BNPB Laporkan Jarak Pandang Menyusut Drastis
Awalnya, titik panas kebakaran hutan dan lahan hanya membakar sebagian kecil kawasan gambut kering. Pembakaran sisa vegetasi liar memicu kemunculan titik api sporadis di beberapa area terpencil.
Namun, hembusan angin kencang mempercepat penjalaran api menuju kawasan perbatasan permukiman warga. Asap pembakaran gambut bawah tanah mengepul tebal dan sukar padam oleh penyiraman biasa.
Bahkan, kepulan asap tebal mengganggu arus lalu lintas darat di Pontianak dan Kubu Raya. Pengemudi kendaraan bermotor terpaksa menyalakan lampu utama pada siang hari guna menghindari tabrakan.
“Kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat masuk kategori berbahaya dengan visibilitas sangat terbatas,” tulis laporan BNPB, dikutip dari Kompas.tv.
Lonjakan Angka ISPU dan Kebijakan Sekolah Daring
Sementara itu, alat pemantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencatatkan angka melebihi ambang batas 300. Konsentrasi debu halus PM2.5 melonjak tinggi akibat partikel abu pembakaran lahan gambut.
Kategori warna hitam pada indikator ISPU menunjukkan ancaman serius bagi kelompok rentan dan anak-anak. Menghirup udara penuh jelaga secara terus-menerus memicu bahaya infeksi pernapasan bagi warga.
Selain itu, Dinas Pendidikan setempat mengalihkan kegiatan belajar mengajar menuju metode pembelajaran jarak jauh. Sekolah meliburkan aktivitas tatap muka sementara waktu demi menjaga imunitas saluran pernapasan siswa.
Lebih lanjut, fasilitas kesehatan daerah membagikan ratusan ribu masker medis kepada para pengguna jalan raya.
“Kami menyiagakan seluruh puskesmas untuk mengantisipasi lonjakan pasien infeksi saluran pernapasan akut,” ungkap petugas kesehatan daerah, dilansir Tempo.co.
Baca Juga: BNPB Semai 5,6 Ton NaCl di 4 Provinsi Terdampak Karhutla
Percepatan Modifikasi Cuaca dan Pemadaman Udara
Di sisi lain, Satgas Karhutla mempercepat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca lewat penyemaian natrium klorida. Pesawat khusus milik TNI AU menyemai garam dapur ke dalam bibit awan potensial.
Armada helikopter water bombing menjatuhkan ribuan liter air tepat di atas pusat kobaran lahan gambut. Tim satgas gabungan mengerahkan puluhan sorti penerbangan demi meredam kepulan asap dari udara.
Kendati demikian, petugas darat tetap menghadapi kendala minimnya sumber air di sekitar titik kebakaran. Akses medan gambut yang amblas turut memperlambat mobilisasi mesin pompa air milik pemadam.
Dengan demikian, koordinasi terpadu lintas instansi berupaya keras memulihkan kembali mutu udara yang bersih.
Sumber: Kompas.tv, Tempo.co, dan BMKG.
Baca berita nasional terkini hari ini hanya di bulatantimes.com











