BULATANTIMES.COM — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung melihat kondisi masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya, Gibran berdialog dengan para pengungsi dan memastikan kebutuhan masyarakat menjadi perhatian pemerintah.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan darurat dan proses pemulihan pascagempa berjalan dengan baik.
Baca Juga: Prabowo Subianto Akan Manfaatkan Uang Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Nasional
Gibran juga menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak serta meminta agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Gibran Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi
Saat bertemu warga di lokasi pengungsian, Gibran menanyakan langsung kondisi dan kebutuhan yang masih diperlukan masyarakat.
Menurut Gibran, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, dan layanan kesehatan harus menjadi prioritas dalam penanganan bencana.
Ia juga meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta ibu hamil dan menyusui.
Baca Juga: Indonesia Rawan Gempa, Ini Alasannya
Pemerintah, kata Gibran, harus memastikan seluruh kelompok tersebut mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
Pemerintah Akui Masih Ada Kekurangan
Dalam kunjungannya, Gibran juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat apabila penanganan di lapangan masih memiliki kekurangan.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat.
Gibran memastikan pemerintah pusat dan daerah akan terus berkoordinasi agar kebutuhan para penyintas gempa dapat dipenuhi, termasuk masyarakat yang berada di wilayah dengan akses sulit.
“Ini adalah tanggung jawab negara,” kata Gibran saat berdialog dengan masyarakat terdampak.
Pengungsi Diminta Tidak Terburu-buru Pulang
Gibran juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru kembali ke rumah yang mengalami kerusakan.
Hal tersebut dilakukan karena potensi gempa susulan masih menjadi perhatian. Keselamatan warga harus dipastikan sebelum mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Pemerintah juga berjanji akan melakukan perbaikan terhadap rumah warga, sekolah, serta fasilitas umum yang terdampak bencana.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan pascabencana yang diharapkan dapat berjalan secara bertahap.
Bantuan dan Trauma Healing Terus Dilakukan
Selain bantuan kebutuhan dasar, pemerintah juga memperhatikan kondisi psikologis para penyintas.
Dalam kunjungan ke NTT, Gibran turut melibatkan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk membantu proses trauma healing bagi masyarakat terdampak gempa.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Pemerintah berharap proses pemulihan masyarakat dapat dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya melalui distribusi bantuan logistik.
Gibran: Masyarakat NTT Tidak Sendirian
Gibran menegaskan masyarakat NTT tidak akan dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian.
Pemerintah pusat dan daerah akan terus melakukan penanganan selama masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan proses pemulihan.
“Kehadiran negara” menjadi pesan utama yang disampaikan Gibran kepada para penyintas. Pemerintah ingin memastikan bantuan, layanan kesehatan, kebutuhan dasar, hingga perbaikan fasilitas terdampak terus berjalan.
Kunjungan langsung tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat kondisi di lapangan dan menyesuaikan penanganan dengan kebutuhan masyarakat.
Sumber: Kompas.com, ANTARA, dan Investortrust.id.












