BULATANTIMES.COM, SIDOARJO – Sebanyak 293 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (1/9/2026) malam. Para santri mengalami keluhan mual dan muntah massal usai menyantap paket program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Iring-iringan ambulans mengevakuasi para santri secara bertahap menuju delapan rumah sakit rujukan. Lonjakan pasien sempat membuat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit daerah penuh sesak.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Bedah Rumah bagi Keluarga Penerima MBG pada 2027
Kronologi Santri Diduga Keracunan MBG Sidoarjo
Peristiwa bermula saat santri menyantap jatah makan siang selepas menunaikan salat Zuhur sekitar pukul 13.00 WIB. Olahan sayur dan lauk katering dicurigai memicu gangguan pencernaan santri saat memasuki waktu Asar.
Kondisi fisik para santri memburuk drastis menjelang petang. Puluhan santri mengalami lemas parah dan muntah berulang kali, sehingga pihak pengurus pesantren langsung menghubungi layanan medis darurat.
Penanganan Medis 293 Pasien dan Bantahan Korban Jiwa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat total 293 santri menjalani perawatan intensif. Pasien tersebar di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD R.T. Notopuro, RS Delta Surya, dan RS Siti Hajar.
Baca Juga: Anggaran MBG 2027 Dipangkas Rp27,8 Triliun, Insentif SPPG Ikut Disesuaikan
Bupati Sidoarjo Subandi langsung meninjau kondisi para santri di ruang perawatan dan memastikan seluruh korban tertangani secara optimal, sebagaimana dikutip dari Antara.
“Semua santri yang mengalami gejala sudah kita tangani di rumah sakit secara cepat. Kami pastikan tidak ada korban yang meninggal dunia,” tegas Subandi saat meninjau penanganan korban di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Kepala Satgas MBG Jawa Timur Emil Dardak turut menepis kabar burung mengenai adanya santri yang meninggal dunia akibat insiden ini, sebagaimana dilansir kompas.
“Berdasarkan laporan resmi di lapangan, tidak ada santri yang meninggal dunia. Seluruh tim medis fokus memberikan perawatan terbaik bagi para korban,” ungkap Emil Dardak.
Uji Laboratorium Sampel Makanan dan Pemeriksaan Dapur SPPG
Dinkes Sidoarjo bersama aparat kepolisian mengamankan sampel sisa makanan katering guna pemeriksaan laboratorium forensik. Petugas meneliti olahan makanan untuk mendeteksi potensi cemaran bakteri berbahaya.
Pemerintah daerah turut mengevaluasi kelayakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin selaku penyedia katering menu MBG tersebut.











