Bulatan Times – Operasi pencarian rombongan peliput erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari keempat pada Jumat (11/9/2026). Gubernur Banten Andra Soni turun langsung ke laut memantau penyisiran perairan Selat Sunda.
Kehadirannya di atas kapal penyelamat membakar semangat tim evakuasi mencari delapan korban hilang. Pemerintah daerah berkomitmen mengerahkan bantuan penuh guna mempercepat proses penemuan rombongan jurnalis dan awak kapal.
Aksi Gubernur Banten Ikut Cari Jurnalis Hingga Dekati Krakatau
Andra Soni menaiki kapal penyelamat cepat bersama jajaran Kantor SAR Banten dan kepolisian. Rombongan kapal bertolak dari pangkalan Pantai Carita membelah ombak Selat Sunda sejak pagi hari.
Rombongan perahu penyelamat menyusuri gelombang laut hingga mendekati radius tiga kilometer dari kawah. Dari jarak tersebut, kepulan asap kawah dan material letusan masih terlihat membubung tinggi.
Kondisi fisik gunung api masih memperlihatkan hembusan asap kelabu berstatus Siaga Level Tiga. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh sumber daya SAR bekerja maksimal di setiap titik pencarian.
“Kami bersama tim gabungan menyisir langsung perairan guna memberi kepastian bagi keluarga korban,” tutur Andra Soni, dikutip dari Kompas.
Penyisiran Empat Sektor Perairan Termasuk Pulau Sertung
Tim SAR gabungan kini membagi armada pencarian ke dalam empat sektor laut terpisah. Langkah pemetaan wilayah ini mempermudah koordinasi penyisiran antarkapal patroli milik TNI AL dan kepolisian.
Penyelamat mengerahkan kapal patroli menyisir bibir pantai Pulau Sertung, Rakata, dan Pulau Panjang. Tebing karang dan perairan dangkal di sekitar pulau-pulau kecil tersebut menjadi target pemantauan intensif.
Armada perahu karet juga memeriksa jalur arus laut menuju Pulau Sebesi di Lampung. Petugas berpatroli cermat memeriksa setiap karang dan serpihan benda yang mengapung di permukaan air.
Temuan pelampung oranye sehari sebelumnya menjadi panduan arah pergerakan arus hanyut di laut lepas.
Fasilitas Penginapan Posko SAR Bagi Keluarga dan Rekan Media
Pemprov Banten menyiapkan fasilitas penginapan gratis bagi keluarga korban di Pantai Carita Pandeglang. Langkah ini meringankan beban keluarga yang setia menanti kepastian kabar di posko penyelamatan.
Fasilitas ini mempermudah keluarga memantau perkembangan pencarian tanpa kesulitan tempat tinggal sementara. Petugas pendamping sosial turut bersiaga mendampingi kondisi psikologis sanak saudara para korban.
Ratusan jurnalis yang meliput posko darurat juga dapat memanfaatkan posko istirahat tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas pers memperkuat soliditas kemanusiaan di lokasi bencana.
Doa bersama terus menggema dari seluruh elemen masyarakat menanti kepulangan para pewarta berita.










