25 °c
Ashburn
20 ° Sel
22 ° Rab
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS NASIONAL

Kabut Asap Karhutla Riau Makin Mengkhawatirkan, Warga Mulai Keluhkan Batuk

Kabut asap akibat karhutla kembali mengganggu warga Riau ketika BMKG memperingatkan kondisi atmosfer kering masih mendominasi dan risiko penyebaran asap meningkat.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
1 menit ago
in NASIONAL
0
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kabut asap

Ilustrasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. Ilustrasi: Bulatan Times

0
SHARES
2
VIEWS

Bulatan Times – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Riau. Asap yang menyelimuti sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas sekaligus memicu keluhan kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian ketika sebagian wilayah Riau masih menghadapi periode kering pada September 2026.

BMKG dalam prakiraan cuaca periode 15–21 September memperingatkan atmosfer kering masih mendominasi sebagian Indonesia. Kondisi itu meningkatkan risiko muncul dan meluasnya kabut asap akibat karhutla, terutama kebakaran di kawasan gambut.

Pemantauan citra Satelit Himawari-9 pada 14 September pukul 08.00 WIB juga mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Baca Juga: BNPB Semai 5,6 Ton NaCl di 4 Provinsi Terdampak Karhutla

Warga Riau Mulai Terganggu Kabut Asap

Kabut asap yang semakin terasa membuat masyarakat mulai mengeluhkan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Dalam laporan Kompas pada Minggu (14/9/2026), warga di Kabupaten Siak mengeluhkan kondisi asap yang semakin mengkhawatirkan. Seorang warga bernama Wawan mengatakan dirinya mulai mengalami batuk setelah terpapar kondisi tersebut.

“Saya batuk.”

Keluhan itu disampaikan Wawan, dikutip dari Kompas.com, saat menggambarkan dampak kabut asap yang dirasakannya.

Keluhan kesehatan akibat asap juga ditemukan di Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya mencatat 3.056 kasus gangguan kesehatan, dengan 2.751 di antaranya berupa infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, selama periode memburuknya kualitas udara.

Angka tersebut menggambarkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat ketika asap mencapai kawasan permukiman.

Kualitas Udara Pekanbaru Sempat Tidak Sehat

Pada 9 September, pemantauan BMKG di Pekanbaru menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Pada periode yang sama, kabut asap terlihat cukup tebal di pusat Kota Pekanbaru. Jarak pandang di beberapa lokasi bahkan dilaporkan terbatas hingga sekitar tiga kilometer.

Kondisi udara dapat berubah mengikuti konsentrasi partikulat, arah angin, hujan, dan perkembangan titik kebakaran.

Karena itu, status kualitas udara pada satu waktu tidak dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi sepanjang hari atau seluruh wilayah Riau.

BMKG: September Didominasi Hujan Bawah Normal

Kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam perkembangan karhutla.

Prediksi BMKG untuk September 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori sifat hujan bawah normal.

Di Riau, wilayah yang diprediksi mengalami kondisi tersebut mencakup Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

Pada Dasarian II September, BMKG kembali memprediksi sifat hujan bawah normal di sejumlah wilayah Riau, termasuk Siak dan Pekanbaru.

Minimnya hujan dapat membuat vegetasi dan lapisan gambut lebih mudah kehilangan kelembapan. Dalam kondisi seperti itu, kebakaran yang muncul juga berisiko lebih sulit dikendalikan.

Hampir 19 Ribu Hektare Lahan Riau Terbakar hingga Awal September

Data BNPB memberikan gambaran mengenai skala karhutla yang sudah terjadi sepanjang tahun.

Sejak 1 Januari hingga 4 September 2026, luas lahan terbakar di Riau tercatat sekitar 18.882,16 hektare. Wilayah terdampak tersebar di 10 kabupaten dan dua kota.

Penanganan dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

BNPB pada periode tersebut mendukung operasi di Riau dengan satu helikopter patroli, satu pesawat untuk patroli dan OMC, serta lima helikopter water bombing.

Baca Juga: BNPB Semai 5,6 Ton NaCl untuk Tekan Karhutla di Empat Provinsi

Riau Jadi Wilayah dengan Tersangka Karhutla Terbanyak

Penanganan karhutla juga dilakukan melalui jalur penegakan hukum.

Data resmi BNPB yang memuat informasi Bareskrim Polri mencatat 167 laporan polisi terkait karhutla pada periode 1 Januari–3 September 2026.

Sebanyak 112 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, seluruhnya disebut sebagai pelaku perorangan. Riau mencatat jumlah tertinggi dengan 42 tersangka.

Dari areal terbakar yang masuk proses hukum kepolisian, Riau juga memiliki luasan terbesar, yakni sekitar 2.112,25 hektare.

BNPB menyebut modus yang dominan berkaitan dengan pembukaan lahan, baik dilakukan dengan sengaja maupun akibat aktivitas perapian.

Penanganan Karhutla Tak Cukup Hanya Water Bombing

Karhutla di lahan gambut mempunyai tantangan tersendiri karena api dapat bertahan di lapisan bawah permukaan.

Karena itu, pemerintah mengombinasikan pemadaman darat, operasi udara, patroli, dan modifikasi cuaca.

BNPB menyatakan operasi darat dan OMC menjadi bagian penting dari strategi penanganan. Berdasarkan data per 8 September, indikasi luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas telah mencapai sekitar 76.922,3 hektare.

Enam provinsi prioritas tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Hotspot yang terdeteksi satelit juga tidak langsung diperlakukan sebagai kebakaran aktif. Lokasi tersebut perlu diverifikasi melalui patroli udara maupun darat untuk menentukan keberadaan titik api yang benar-benar harus dipadamkan.

Kabut Asap Bisa Meluas Jika Kondisi Kering Bertahan

Peringatan BMKG untuk sepekan ke depan menunjukkan persoalan karhutla belum dapat dianggap selesai.

BMKG menyatakan kondisi kering dapat memicu muncul dan meluasnya kabut asap, khususnya dari kebakaran gambut. Dampaknya bukan hanya penurunan kualitas udara, tetapi juga gangguan kesehatan, berkurangnya jarak pandang, hingga terganggunya transportasi.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

BNPB sebelumnya mengimbau masyarakat di wilayah terdampak menggunakan masker saat beraktivitas dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru.

Dengan kondisi hujan yang masih diprediksi bawah normal di sejumlah wilayah Riau, pengendalian titik api menjadi penting agar kabut asap tidak berkembang semakin luas.

Source: BMKG, BNPB
Tags: BMKGBNPBKarhutla

Related Posts

Gedung Merah Putih KPK terkait OTT Kementerian ATR/BPN
NASIONAL

BREAKING NEWS: OTT KPK Tangkap Dirjen Kementerian ATR/BPN, 17 Orang Diamankan

September 15, 2026
Keterangan pers usai pelantikan Menteri Keuangan di Istana
NASIONAL

Suahasil Langsung Pimpin Kemenkeu Usai Dilantik, Fokus Jaga APBN Tetap Kredibel

September 14, 2026
Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan
NASIONAL

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya

September 14, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hasil Winona Karamoy vs Dinda Arimbi

Hasil Winona Karamoy vs Dinda Arimbi di BYON Combat Showbiz 8

Agustus 30, 2026
Hero Layla Mobile Legends

Build Layla Tersakit 2026: Item, Emblem, dan Tips Savage Mobile Legends

Agustus 29, 2026
Basarnas bersama Menteri Perhubungan saat konferensi pers penanganan Virgo Transport 8

Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik dan Masih Mengapung, 129 Orang Dicari

September 14, 2026
Ilustrasi emas batangan dan grafik harga emas hari ini

Harga Emas Hari Ini Turun ke Rp 2.602.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah

September 14, 2026
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kabut asap

Kabut Asap Karhutla Riau Makin Mengkhawatirkan, Warga Mulai Keluhkan Batuk

Gedung Merah Putih KPK terkait OTT Kementerian ATR/BPN

BREAKING NEWS: OTT KPK Tangkap Dirjen Kementerian ATR/BPN, 17 Orang Diamankan

Ikan tuna bumbu kuning dengan rempah untuk menu rumahan

Cara Memasak Ikan Tuna Bumbu Kuning, Gurih dan Bumbunya Meresap

Hero Nana di Mobile Legends untuk build Nana tersakit 2026

Build Nana Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo Sekali Burst

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kabut asap

Kabut Asap Karhutla Riau Makin Mengkhawatirkan, Warga Mulai Keluhkan Batuk

September 15, 2026
Gedung Merah Putih KPK terkait OTT Kementerian ATR/BPN

BREAKING NEWS: OTT KPK Tangkap Dirjen Kementerian ATR/BPN, 17 Orang Diamankan

September 15, 2026
Ikan tuna bumbu kuning dengan rempah untuk menu rumahan

Cara Memasak Ikan Tuna Bumbu Kuning, Gurih dan Bumbunya Meresap

September 15, 2026
Pembalap Ducati Marc Marquez bersiap mengarungi seri balap MotoGP Austria 2026 di Sirkuit Red Bull Ring

MotoGP Austria 2026, Misi Hattrick Marc Marquez di Spielberg

September 15, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times