CILEGON, BULATAN TIMES – Kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak, Banten, pada Selasa (20/10/2026) melibatkan kapal yang membawa 420 penumpang dan 89 kendaraan. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi tanpa korban meninggal dunia. Penanganan kemudian berlanjut pada pemeriksaan kesehatan, pengurusan dokumen hilang, dan pendataan kerugian.
Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan mengatakan data manifes mencatat 393 penumpang dalam kategori pengguna kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan terus mendampingi penumpang terdampak dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani persoalan setelah kebakaran.
KMP Batumandi Membawa 420 Penumpang dan 89 Kendaraan
KMP Batumandi berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten. Kapal mengalami kebakaran ketika mendekati Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Menurut keterangan ASDP, petugas melihat percikan api di bagian buritan pada dek atas kendaraan kecil sekitar pukul 16.15 WIB.
Kepolisian mencatat kejadian kebakaran sekitar pukul 16.34 WIB, ketika kapal berada sekitar 700 meter dari Dermaga VI.
Sebanyak 89 kendaraan tercatat berada di dalam kapal. Namun, jumlah kendaraan yang mengalami kerusakan belum dapat dipastikan karena pemeriksaan kerugian masih berlangsung.
Kebakaran dapat ditangani oleh petugas gabungan. Direktur Utama ASDP Heru Widodo memastikan api telah berhasil dipadamkan pada Selasa malam.
Penumpang Mendapat Pemeriksaan Medis dan Bantuan Pemulangan
Setelah dievakuasi dari kapal, penumpang dibawa menuju area Dermaga VI Eksekutif Pelabuhan Merak untuk mendapatkan penanganan.
Sebagian penumpang mengalami gangguan kesehatan, antara lain syok, sesak napas, dan luka ringan. Penanganan dilakukan di Puskesmas Merak serta Rumah Sakit Krakatau Medika.
ASDP kemudian memfasilitasi pemulangan penumpang yang telah diperbolehkan meninggalkan lokasi penanganan.
Kapolda Banten menyatakan perusahaan menyediakan transportasi menuju sejumlah daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
ASDP juga menyiapkan tempat menginap bagi penumpang yang belum dapat melanjutkan perjalanan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa perusahaan tetap memantau kondisi kesehatan penumpang dan berkoordinasi dengan fasilitas medis yang menangani mereka.
Baca Juga: KMP Batumandi Terbakar di Merak, Seluruh Penumpang dan Awak Dievakuasi
Polda Banten Buka Posko untuk Dokumen dan Barang Hilang
Polda Banten membuka posko pelayanan di Dermaga VI Pelabuhan Merak untuk membantu penumpang yang kehilangan barang berharga atau dokumen akibat kebakaran KMP Batumandi.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan layanan tersebut mencakup penerbitan surat keterangan kehilangan.
Surat itu dapat membantu penumpang mengurus kembali dokumen penting yang hilang dalam insiden kebakaran.
Petugas kepolisian juga melakukan pendataan terhadap penumpang yang membutuhkan bantuan administrasi setelah penyelamatan.
Posko tersebut disiapkan pada Selasa malam sebagai bagian dari penanganan penumpang terdampak kebakaran.
Kerugian Kendaraan dan Barang Masih Didata
Selain penanganan kesehatan, ASDP mulai melakukan pendataan kerugian yang dialami penumpang.
Heru Widodo mengatakan ASDP berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja untuk menghitung kerugian serta membahas penggantian bagi pihak yang terdampak.
Proses tersebut masih berada pada tahap konsolidasi dan pendataan ketika perusahaan menyampaikan keterangan pada Selasa malam.
Besaran penggantian, jenis kerugian yang akan ditanggung, serta mekanisme pengajuannya belum ditetapkan secara terperinci dalam keterangan tersebut.
Baca Juga: Usai KMP Batumandi Terbakar, ASDP Alihkan Layanan ke Dermaga Express 2
Penyebab Kebakaran Menunggu Hasil Investigasi
ASDP belum menetapkan penyebab kebakaran KMP Batumandi. Perusahaan menunggu hasil pemeriksaan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian.
Heru Widodo mengatakan lokasi awal kemunculan asap maupun percikan api tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk memastikan penyebab kebakaran.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber api dan rangkaian kejadian yang menyebabkan kapal terbakar.
Gubernur Banten Andra Soni juga meminta operator penyeberangan memperketat penerapan prosedur keselamatan kapal setelah insiden tersebut.
Bagi penumpang yang membutuhkan informasi layanan dan tindak lanjut penanganan, ASDP menyediakan layanan pelanggan melalui nomor 021191 serta alamat email [email protected].











