13 °c
Columbus
11 ° Sab
12 ° Ming
Jumat, Oktober 23, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
Home NEWS NASIONAL

Letusan Gunung Krakatau 1883 Pernah Buat Bulan Jadi Biru

Tita by Tita
6 September 2026, 14.34 WIB
in NASIONAL
0
Letusan Gunung Krakatau 1883 Pernah Buat Bulan Jadi Biru

Gambar ilustrasi

BULATANTIMES.COM — Ketika Gunung Anak Krakatau kembali aktif dan menyemburkan abu vulkanik pekan ini, ingatan publik kerap melayang pada peristiwa kelam lebih dari satu abad silam. Tragedi letusan Gunung Krakatau 1883 tercatat sebagai salah satu bencana geologis paling mematikan sekaligus fenomena atmosfer paling ganjil dalam catatan sejarah modern.

Ledakan puncak pada 26–27 Agustus 1883 itu melenyapkan dua pertiga tubuh pulau vulkanik di Selat Sunda. Jutaan ton batu apung dan debu terlontar menembus langit tinggi, memicu gelombang tsunami raksasa hingga setinggi 40 meter yang meratakan ratusan permukiman di pesisir Banten serta Lampung.

  • Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Barat

Dahsyatnya Letusan Gunung Krakatau 1883 Setara 200 Megaton Bom

Kalkulasi para vulkanolog dunia memperkirakan daya hancur letusan tersebut mencapai 200 megaton TNT. Angka ini setara dengan daya ledak 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima pada Perang Dunia Kedua.

Dentuman dahsyatnya mengguncang atmosfer Bumi hingga terdengar jelas dari jarak 4.800 kilometer, mencakup Pulau Rodriguez di Samudra Hindia dekat Mauritius hingga daratan Australia barat. Gelombang kejut tekanannya bahkan tercatat mengelilingi bola dunia sampai beberapa putaran sebelum energinya benar-benar padam.

Lebih dari 36.000 jiwa melayang akibat kombinasi hempasan tsunami, hujan batu pijar, dan aliran piroklastik panas yang menerjang lautan.

“Krakatau 1883 bukan sekadar letusan lokal, melainkan peristiwa global yang mengubah pemahaman manusia tentang dinamika atmosfer Bumi,” tulis catatan sejarah geologi Kompas Tren.

Fenomena Sains di Balik Langit Senja dan Penampakan Bulan Biru

Selain menorehkan duka kemanusiaan, letusan purba ini menyuguhkan anomali optik yang membingungkan masyarakat dunia pada zamannya. Selama berbulan-bulan setelah bencana, penduduk di berbagai penjuru bumi menyaksikan pemandangan langit malam yang tak lazim: Bulan purnama bersinar dengan pendar warna biru kehijauan yang mencolok.

Para ilmuwan fisika atmosfer menjelaskan bahwa keajaiban visual tersebut lahir dari miliaran partikel abu vulkanik halus yang membubung hingga ke lapisan stratosfer setinggi 80 kilometer. Butiran aerosol debu vulkanik itu secara kebetulan memiliki ukuran sangat seragam, yakni sekitar satu mikrometer.

Ukuran partikel mikroskopis ini cocok dengan panjang gelombang spektrum cahaya merah. Melalui fenomena hamburan cahaya (Mie scattering), kabut debu menyaring dan menghalangi warna merah, sementara berkas cahaya biru dibiarkan melenggang bebas menuju mata manusia.

Matahari yang terbenam pun sempat memancarkan warna hijau zamrud berkilau sebelum malam menjemput.

“Bulan biru kala itu benar-benar wujud fisik nyata akibat sebaran partikel aerosol di stratosfer, bukan sekadar kiasan kalender,” ulas laporan astronomi National Geographic.

  • Baca Juga: Anak Krakatau dan Semeru Erupsi Ini Penjelasan PVMBG

Jejak Sejarah Letusan Gunung Krakatau 1883 yang Mengubah Iklim Dunia

Efek lanjutan dari tabir abu pekat Krakatau ternyata tidak berhenti pada perubahan warna langit. Selubung aerosol belerang yang memayungi atmosfer memantulkan radiasi sinar matahari kembali ke luar angkasa, memicu pendinginan iklim global secara mendadak.

Catatan meteorologi mencatat suhu rata-rata permukaan bumi anjlok hingga 1,2 derajat Celsius selama bertahun-tahun pasca-erupsi. Pola cuaca musiman di benua Amerika dan Eropa menjadi kacau, ditandai musim dingin ekstrem serta penurunan curah hujan yang drastis.

Kini, dari sisa kaldera laut yang luluh lantak tersebut, tumbuh Gunung Anak Krakatau yang terus melepaskan energinya secara berkala. Sejarah panjang ini menjadi pengingat abadi betapa dahsyatnya kekuatan alam yang tersimpan di bawah perairan Nusantara.

Sumber: Kompas Tren, National Geographic Indonesia.

Tags: Erupsi Anak KrakatauGunung ApiGunung Meletus

Related Posts

Luhut Binsar Pandjaitan mengenakan jas dan berbicara di depan mikrofon
NASIONAL

Luhut Tegaskan Unsur Kerugian Negara Tetap Berlaku dalam Kasus Korupsi

Oktober 23, 2026
KMP Batumandi dengan bekas kebakaran dan kapal pemadam di sekitarnya
NASIONAL

Ganti Rugi Korban KMP Batumandi Diproses, ASDP Masih Lengkapi Data Barang

Oktober 22, 2026
Kapal feri di perairan mengeluarkan asap hitam tebal, dengan beberapa kapal kecil berada di dekatnya
HEADLINE

KMP Batumandi Tenggelam di Merak, ASDP Siapkan Pengangkatan Kapal

Oktober 22, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
M. Andrean Saefudin merupakan perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Lampung-Sumatera Selatan

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Oktober 22, 2026
Kapal feri di perairan mengeluarkan asap hitam tebal, dengan beberapa kapal kecil berada di dekatnya

KMP Batumandi Tenggelam di Merak, ASDP Siapkan Pengangkatan Kapal

Oktober 22, 2026
KMP Batumandi dengan bekas kebakaran dan kapal pemadam di sekitarnya

Ganti Rugi Korban KMP Batumandi Diproses, ASDP Masih Lengkapi Data Barang

Oktober 22, 2026
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid berbicara di podium dengan beberapa mikrofon media di depannya

Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meutya Soroti Algoritma Medsos

Oktober 21, 2026
Luhut Binsar Pandjaitan mengenakan jas dan berbicara di depan mikrofon

Luhut Tegaskan Unsur Kerugian Negara Tetap Berlaku dalam Kasus Korupsi

Ilustrasi layar laptop dengan logo PHP, kode program, tanda peringatan keamanan merah, dan siluet orang bertudung di belakang

Dua Celah Kritis PHP Ditemukan, Pengguna Diminta Segera Update

Pemain Juventus berseragam hitam putih berusaha menjangkau bola di antara pemain Rennes berseragam merah di lapangan.

Liga Eropa: Hasil Juventus vs Rennes 2-2, Gol Lucumi Dianulir VAR

Lima pemain Timnas Indonesia mengenakan seragam merah berpose di tribun stadion.

Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027: Jepang, Qatar dan Thailand

Luhut Binsar Pandjaitan mengenakan jas dan berbicara di depan mikrofon

Luhut Tegaskan Unsur Kerugian Negara Tetap Berlaku dalam Kasus Korupsi

Oktober 23, 2026
Ilustrasi layar laptop dengan logo PHP, kode program, tanda peringatan keamanan merah, dan siluet orang bertudung di belakang

Dua Celah Kritis PHP Ditemukan, Pengguna Diminta Segera Update

Oktober 23, 2026
Pemain Juventus berseragam hitam putih berusaha menjangkau bola di antara pemain Rennes berseragam merah di lapangan.

Liga Eropa: Hasil Juventus vs Rennes 2-2, Gol Lucumi Dianulir VAR

Oktober 23, 2026
Lima pemain Timnas Indonesia mengenakan seragam merah berpose di tribun stadion.

Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2027: Jepang, Qatar dan Thailand

Oktober 23, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times