Minggu, September 6, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS NASIONAL

Letusan Gunung Krakatau 1883 Pernah Buat Bulan Jadi Biru

Tita by Tita
September 6, 2026
in NASIONAL
0
Letusan Gunung Krakatau 1883 Pernah Buat Bulan Jadi Biru

Gambar ilustrasi

0
SHARES
0
VIEWS

BULATANTIMES.COM — Ketika Gunung Anak Krakatau kembali aktif dan menyemburkan abu vulkanik pekan ini, ingatan publik kerap melayang pada peristiwa kelam lebih dari satu abad silam. Tragedi letusan Gunung Krakatau 1883 tercatat sebagai salah satu bencana geologis paling mematikan sekaligus fenomena atmosfer paling ganjil dalam catatan sejarah modern.

Ledakan puncak pada 26–27 Agustus 1883 itu melenyapkan dua pertiga tubuh pulau vulkanik di Selat Sunda. Jutaan ton batu apung dan debu terlontar menembus langit tinggi, memicu gelombang tsunami raksasa hingga setinggi 40 meter yang meratakan ratusan permukiman di pesisir Banten serta Lampung.

  • Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Barat

Dahsyatnya Letusan Gunung Krakatau 1883 Setara 200 Megaton Bom

Kalkulasi para vulkanolog dunia memperkirakan daya hancur letusan tersebut mencapai 200 megaton TNT. Angka ini setara dengan daya ledak 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima pada Perang Dunia Kedua.

Dentuman dahsyatnya mengguncang atmosfer Bumi hingga terdengar jelas dari jarak 4.800 kilometer, mencakup Pulau Rodriguez di Samudra Hindia dekat Mauritius hingga daratan Australia barat. Gelombang kejut tekanannya bahkan tercatat mengelilingi bola dunia sampai beberapa putaran sebelum energinya benar-benar padam.

Lebih dari 36.000 jiwa melayang akibat kombinasi hempasan tsunami, hujan batu pijar, dan aliran piroklastik panas yang menerjang lautan.

“Krakatau 1883 bukan sekadar letusan lokal, melainkan peristiwa global yang mengubah pemahaman manusia tentang dinamika atmosfer Bumi,” tulis catatan sejarah geologi Kompas Tren.

Fenomena Sains di Balik Langit Senja dan Penampakan Bulan Biru

Selain menorehkan duka kemanusiaan, letusan purba ini menyuguhkan anomali optik yang membingungkan masyarakat dunia pada zamannya. Selama berbulan-bulan setelah bencana, penduduk di berbagai penjuru bumi menyaksikan pemandangan langit malam yang tak lazim: Bulan purnama bersinar dengan pendar warna biru kehijauan yang mencolok.

Para ilmuwan fisika atmosfer menjelaskan bahwa keajaiban visual tersebut lahir dari miliaran partikel abu vulkanik halus yang membubung hingga ke lapisan stratosfer setinggi 80 kilometer. Butiran aerosol debu vulkanik itu secara kebetulan memiliki ukuran sangat seragam, yakni sekitar satu mikrometer.

Ukuran partikel mikroskopis ini cocok dengan panjang gelombang spektrum cahaya merah. Melalui fenomena hamburan cahaya (Mie scattering), kabut debu menyaring dan menghalangi warna merah, sementara berkas cahaya biru dibiarkan melenggang bebas menuju mata manusia.

Matahari yang terbenam pun sempat memancarkan warna hijau zamrud berkilau sebelum malam menjemput.

“Bulan biru kala itu benar-benar wujud fisik nyata akibat sebaran partikel aerosol di stratosfer, bukan sekadar kiasan kalender,” ulas laporan astronomi National Geographic.

  • Baca Juga: Anak Krakatau dan Semeru Erupsi Ini Penjelasan PVMBG

Jejak Sejarah Letusan Gunung Krakatau 1883 yang Mengubah Iklim Dunia

Efek lanjutan dari tabir abu pekat Krakatau ternyata tidak berhenti pada perubahan warna langit. Selubung aerosol belerang yang memayungi atmosfer memantulkan radiasi sinar matahari kembali ke luar angkasa, memicu pendinginan iklim global secara mendadak.

Catatan meteorologi mencatat suhu rata-rata permukaan bumi anjlok hingga 1,2 derajat Celsius selama bertahun-tahun pasca-erupsi. Pola cuaca musiman di benua Amerika dan Eropa menjadi kacau, ditandai musim dingin ekstrem serta penurunan curah hujan yang drastis.

Kini, dari sisa kaldera laut yang luluh lantak tersebut, tumbuh Gunung Anak Krakatau yang terus melepaskan energinya secara berkala. Sejarah panjang ini menjadi pengingat abadi betapa dahsyatnya kekuatan alam yang tersimpan di bawah perairan Nusantara.

Sumber: Kompas Tren, National Geographic Indonesia.

Tags: Erupsi Anak KrakatauGunung ApiGunung Meletus

Related Posts

Anak Krakatau dan Semeru Erupsi
NASIONAL

Anak Krakatau dan Semeru Erupsi Ini Penjelasan PVMBG

September 6, 2026
Erupsi Anak Krakatau Ganggu 209 Penerbangan di Soetta
NASIONAL

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 209 Penerbangan di Soetta

September 6, 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi
NASIONAL

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi, Warga Diminta Waspada

September 6, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Agustus 31, 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi, Warga Diminta Waspada

September 6, 2026
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini Hadirkan Laga Panas

Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini Hadirkan Laga Panas

September 5, 2026
Build Hanabi Tersakit 2026, Item, Emblem dan Spell Terbaik

Build Hanabi Tersakit 2026, Item, Emblem dan Spell Terbaik

Agustus 29, 2026
Letusan Gunung Krakatau 1883 Pernah Buat Bulan Jadi Biru

Letusan Gunung Krakatau 1883 Pernah Buat Bulan Jadi Biru

Anak Krakatau dan Semeru Erupsi

Anak Krakatau dan Semeru Erupsi Ini Penjelasan PVMBG

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 209 Penerbangan di Soetta

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 209 Penerbangan di Soetta

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi, Warga Diminta Waspada

Letusan Gunung Krakatau 1883 Pernah Buat Bulan Jadi Biru

Letusan Gunung Krakatau 1883 Pernah Buat Bulan Jadi Biru

September 6, 2026
Anak Krakatau dan Semeru Erupsi

Anak Krakatau dan Semeru Erupsi Ini Penjelasan PVMBG

September 6, 2026
Erupsi Anak Krakatau Ganggu 209 Penerbangan di Soetta

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 209 Penerbangan di Soetta

September 6, 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Arah Sukabumi, Warga Diminta Waspada

September 6, 2026

Tentang Kami

BulatanTImes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times