BULATANTIMES.COM — Aktivitas erupsi vulkanik di perairan Selat Sunda meluas hingga memicu dampak serius bagi penerbangan nasional. Pasalnya, letusan erupsi Anak Krakatau ganggu 209 penerbangan di Soetta sejak Minggu (6/9/2026) dini hari.
Oleh karena itu, otoritas penerbangan terpaksa menutup sementara ruang udara bandara demi mencegah potensi bahaya. Langkah antisipasi tersebut mengutamakan keselamatan ribuan penumpang pesawat yang hendak bepergian antarkota maupun mancanegara.
Dampak Erupsi Anak Krakatau Ganggu 209 Penerbangan di Soetta
Awalnya, sebaran abu vulkanik bergerak cepat terbawa angin kencang melintasi wilayah barat Pulau Jawa. Embusan debu vulkanik halus menyelimuti langit Jakarta, Tangerang, dan kawasan pesisir Banten sekitarnya.
Terlebih, ketinggian abu mencapai lapisan udara jelajah pesawat dan membahayakan keselamatan sistem turbin mesin jet. Butiran partikel silika yang tajam berisiko mengikis komponen baling-baling penggerak di udara.
Namun, penutupan operasional penerbangan harus berlangsung guna menghindari kecelakaan fatal di udara. Pengelola menerbitkan pemberitahuan resmi penundaan terbang sesuai standar operasional penerbangan sipil internasional.
Bahkan, Kementerian Perhubungan mencatat sedikitnya 209 jadwal penerbangan domestik dan internasional mengalami gangguan.
“Kami memprioritaskan faktor keselamatan penumpang karena partikel abu vulkanik sangat berbahaya bagi mesin pesawat,” tulis rilis Kemenhub.
Kecemasan Puluhan Ribu Penumpang Menghadapi Penundaan Jadwal
Sementara itu, lebih dari 22.000 calon penumpang memadati seluruh area ruang tunggu terminal keberangkatan. Kepadatan calon penumpang terlihat di Terminal 1, Terminal 2, hingga Terminal 3 bandara.
Ratusan keluarga mengungkapkan kecemasan mereka terhadap kepastian waktu terbang menuju kota tujuan masing-masing. Para pelancong khawatir melewatkan agenda perjalanan penting akibat bencana alam yang terjadi mendadak.
Selain itu, antrean panjang calon penumpang terlihat mengular di loket layanan bantuan setiap maskapai. Para pengguna jasa penerbangan berusaha mencari alternatif jadwal pengganti demi melanjutkan perjalanan.
Lebih lanjut, petugas bandara membagikan makanan dan minuman gratis bagi para penumpang yang terlantar.
“Petugas bandara dan maskapai terus mendampingi penumpang untuk memastikan pemenuhan hak kompensasi layanan,” ungkap pengelola AP II, dilansir Kompas TV.
Hasil Uji Landasan dan Penanganan Darurat Maskapai Penerbangan
Di sisi lain, tim gabungan teknis rutin melakukan pengujian kertas saring di landas pacu. Metode ilmiah ini memantau kerapatan partikel debu vulkanik pada permukaan aspal tempat pendaratan.
Langkah pengujian ini memastikan tingkat kebersihan aspal dari paparan serbuk abu vulkanik tajam. Petugas bandara baru mengizinkan pendaratan pesawat setelah kondisi permukaan landasan bersih secara menyeluruh.
Kendati demikian, maskapai menawarkan fasilitas pengembalian dana tiket penuh atau penjadwalan ulang gratis. Penumpang yang terpaksa membatalkan perjalanan menerima pencairan uang tiket tanpa potongan biaya apa pun.
Dengan demikian, penanganan terpadu ini menjaga keselamatan penerbangan dan kenyamanan ribuan calon penumpang bandara.
Sumber: Kompas Money, Kompas TV, dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).











