BULATANTIMES.COM, JAKARTA – Lembaga riset Poltracking Indonesia resmi merilis temuan survei nasional terbaru pada Senin (31/8/2026). Rilis survei Poltracking Prabowo Gibran ini mengukur tren kepuasan serta evaluasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Hasil survei mencatat tingkat kepuasan publik (approval rating) berada pada angka 55,1 persen sebagaimana dilansir kompas. Sementara itu, tingkat kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan mencapai 74,2 persen.
Baca Juga:GRIB Jaya Buka Suara soal Hercules Turun ke Jalan Saat Kerusuhan Demo DPR
Hasil Survei Poltracking Prabowo Gibran dan Kinerja Menteri
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR memaparkan langsung temuan riset tersebut melalui siaran daring. Mengutip laporan jpnn, ia menjelaskan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap jajaran menteri kabinet menyentuh angka 47 persen.
“Modal kepercayaan publik membuka ruang besar bagi pemerintah untuk mendongkrak kembali tingkat kepuasan,” ungkap Hanta Yuda dalam pemaparannya.
Sorotan Publik pada Sektor Ekonomi dan Pangan
Responden survei memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan lapangan kerja. Sebagian masyarakat menilai pengendalian harga sembako menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah saat ini.
Meski demikian, publik mengapresiasi keberlanjutan program bantuan sosial serta penguatan sektor pertahanan nasional. Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Sektor pendidikan dan layanan kesehatan juga mendapatkan apresiasi positif dari mayoritas responden. Publik berharap jajaran kementerian teknis mampu mempercepat realisasi program prioritas nasional hingga akhir tahun.
Dukungan Kuat dari Kelompok Pemilih Muda
Riset Poltracking menunjukkan segmen generasi muda menyumbang persepsi positif yang cukup dominan. Kelompok milenial dan Gen Z mengapresiasi percepatan transformasi digital serta program kewirausahaan anak muda.
Sementara itu, responden di wilayah pedesaan menaruh harapan besar pada penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Pemerintah perlu memperkuat koordinasi antarlembaga agar distribusi pupuk dan bibit berjalan semakin lancar.
Metodologi dan Pengambilan Data Riset
Poltracking Indonesia menggelar survei tatap muka ini pada periode 14 hingga 20 Agustus 2026. Peneliti melibatkan ribuan responden dari seluruh provinsi di Indonesia dengan metode acak bertingkat (stratified multistage random sampling).
Pihak lembaga riset menegaskan bahwa rilis survei Poltracking Prabowo Gibran ini menyajikan gambaran objektif bagi pengambil kebijakan. Evaluasi berkala berbasis data membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang semakin menjawab aspirasi rakyat.
Editor: Tim Redaksi Politik & Nasional BulatanTimes
Sumber: Kompas.com, Suara Surabaya, JPNN









