BULATANTIMES.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lonjakan titik panas di Kalimantan Tengah pada Minggu (30/8/2026). Jumlah titik panas (hotspot) kini menyentuh angka 5.391 titik.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 876 titik daripada hari sebelumnya. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini memicu kabut asap tebal di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Prabowo Tiba di Riau, Pastikan Karhutla Tuntas
Pernyataan Pihak BNPB
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan kondisi terkini lewat konferensi pers daring sebagaimana dilansir detik.com.
“Kita melihat di sini hotspot hari ini memang bertambah lagi. Di Kalimantan Tengah titik panas bertambah 876 titik. Jarak pandang relatif rendah antara 1 sampai 1,5 kilometer,” ungkap Berton dalam keterangannya.
Dampak Kabut Asap dan Imbauan Kesehatan
Asap tebal akibat karhutla menurunkan jarak pandang masyarakat secara drastis. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas transportasi serta menurunkan kualitas udara.
Meski titik panas meningkat, BNPB mencatat penurunan jumlah titik api (fire spot). Titik api di wilayah Kalteng turun 23 titik menjadi 56 titik.
Baca Juga: Karhutla Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Menyusut
Pihak BNPB mengimbau warga Kalimantan Tengah untuk membatasi aktivitas luar ruangan. Warga juga perlu mengenakan masker pelindung guna mengantisipasi gangguan pernapasan.
Editor: Tim Redaksi BulatanTimes
Berita nasional terkini hari ini hanya di bulatan times.











