BULATANTIMES.COM, BANDUNG – Jagat media sosial tengah dihangatkan oleh kisah perjuangan seorang mahasiswi di Bandung, Jawa Barat. Di tengah keterbatasan ekonomi dan statusnya sebagai anak yatim piatu, mahasiswi ini pantang menyerah menempuh pendidikan tinggi dengan bekerja sampingan sebagai pengemudi ojek online (ojol) hingga berhasil menyelesaikan masa studinya.
Sosok inspiratif tersebut adalah Irna Kurniawati (23), mahasiswi Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah di Universitas Islam Bandung (UNISBA). Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya @naa7life, Irna membagikan potret perjuangannya yang membagi waktu antara bangku perkuliahan dan jalanan kota Bandung demi meraih gelar sarjana.
Baca Juga: Pendaftaran Magang Nasional diundur? Ini Info Terbaru dari Kemnaker
Dua Kali Tunda Kuliah karena Ujian Hidup Beruntun
Perjalanan Irna dalam meraih pendidikan tinggi tidak ditempuh secara mulus. Sebelum akhirnya resmi menjadi mahasiswa, ia sempat dua kali terpaksa menunda keinginannya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi karena badai ujian keluarga yang datang bertubi-tubi.
Penundaan pertama terjadi saat sang ibu berpulang ke pangkuan Sang Pencipta, yang membuat kondisi finansial keluarganya terguncang. Tak berselang lama, ujian berikutnya datang ketika sang ayah didiagnosis menderita penyakit tumor otak, sehingga Irna harus memprioritaskan waktu dan tenaganya untuk merawat sang ayah.
Kendati kini kedua orang tuanya telah tiada dan ia harus hidup mandiri sebagai anak yatim piatu, tekad anak bungsu dari dua bersaudara ini untuk meraih gelar akademik tidak pernah padam.
Selepas Kuliah Langsung Pakai Jaket Ojol
Demi membiayai kebutuhan hidup dan biaya pendidikannya, Irna memutuskan mendaftar sebagai mitra pengemudi ojek online. Sejak semester-semester awal, rutinitas hariannya dipenuhi dengan disiplin yang ketat.
Baca Juga: GRIB Jaya Buka Suara soal Hercules Turun ke Jalan Saat Kerusuhan Demo DPR
Selepas jam perkuliahan di kampus selesai, Irna langsung mengenakan jaket ojol, helm, masker, serta menyiapkan bekal botol minum untuk mulai mencari orderan penumpang hingga pesanan makanan (food delivery).
“Ini namanya nunggu orderan ngemper pinggir jalan, biar bisa menyelesaikan kuliahnya meskipun yatim piatu,” tulis Irna dalam takarir video unggahannya di TikTok.
Puncak perjuangannya kian berat ketika memasuki semester 4, di mana ia harus membagi fokus antara merawat ayahnya yang sedang sakit parah, mempertahankan nilai perkuliahan, dan mencari nafkah di jalanan.
Kerja keras tersebut akhirnya berbuah manis. Irna berhasil mempertahankan skripsinya yang berjudul “Perbandingan Putusan No 1029/Pdt.G/2023/PA.Pdg dan Putusan No 737/Pdt.G/2025/PA.JU tentang Hak Nafkah pada Perkara Cerai Gugat Menurut Kompilasi Hukum Islam” dan kini resmi menunggu momen wisudanya.
Banjir Apresiasi dan Tawaran Kebaikan dari Netizen
Video unggahan Irna di TikTok kini telah disaksikan lebih dari 760 ribu kali dan menuai ribuan komentar haru serta dukungan dari warganet. Banyak netizen yang tergerak untuk memberikan bantuan secara sukarela untuk momen wisuda Irna.
Mulai dari fotografer yang menawarkan jasa dokumentasi wisuda secara gratis, perias pengantin (Make-Up Artist/MUA) yang menawarkan rias wisuda tanpa biaya, hingga netizen yang berinisiatif membelikannya sepatu untuk dipakai saat prosesi wisuda kelak.
Menanggapi viralnya video tersebut, Irna mengaku perasaannya bercampur aduk antara bahagia, haru, dan rindu mendalam kepada mendiang kedua orang tuanya.
“Banyak hal sebetulnya di balik postingan itu. Cerita sedih, bahagia, dan haru campur aduk, terlebih saat mengingat orang tua sudah tidak ada rasanya pencapaian sudah tidak berarti. Tapi jika saya menyerah, bagaimana saya bisa mendoakan orang tua saya? Ternyata hidup penuh perjuangan, dari awalnya tidak mau kuliah, sekarang ternyata berhasil menyelesaikannya,” ujar Irna sebagaimana dilansir dari wawancara[Wolipop detikcom].
Kunci Sukses: Manajemen Waktu dan Pantang Menyerah
Saat ditanya mengenai rahasianya mampu bertahan menjalani peran ganda, Irna menekankan pentingnya manajemen waktu dan pemahaman atas kapasitas fisik diri sendiri agar tidak mengalami kelelahan berlebih (burnout).
Ia juga menyampaikan pesan motivasi untuk sesama rekan pengemudi ojek online dan pejuang hidup yang tengah berjuang menempuh pendidikan atau mengejar cita-cita:
“Teruntuk pengendara ojol yang hari ini sama seperti saya atau bahkan ada yang baru mau menjalani, tetap berhati-hati selama berkendara, utamakan keselamatan. Saat semua terasa melelahkan, istirahatlah karena badanmu perlu energi. Never give up, tidak mungkin Allah membiarkanmu sejauh ini hanya untuk gagal,” tuturnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1), Irna berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) serta bercita-cita membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
Editor: Tim Redaksi BulatanTimes
Sumber: Wolipop detikcom











