MANCHESTER, BULATAN TIMES – Pelatih Manchester United, Michael Carrick, meminta perkara pelanggaran aturan finansial Manchester City di Premier League segera diselesaikan. Desakan itu disampaikan Jumat (9/10/2026), ketika rival sekotanya masih menempuh banding atas putusan komisi independen yang menyatakan klub tersebut melakukan pelanggaran.
Carrick menilai kepastian diperlukan setelah persoalan tersebut berlangsung selama bertahun-tahun. Ia juga mengakui kasus Manchester City memiliki pengaruh pribadi terhadap dirinya, terutama karena pernah bersaing langsung dengan klub tersebut dalam perebutan gelar Liga Inggris.
“Semakin cepat persoalan ini diselesaikan, semakin baik bagi semua pihak,” kata Carrick, dikutip dari Reuters, Jumat (9/10/2026).
Meski ingin prosesnya dipercepat, mantan gelandang tim nasional Inggris itu enggan berspekulasi mengenai keputusan akhir. Menurutnya, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab selama proses hukum berjalan.
Baca Juga: Kasus Finansial Manchester City Masuk Tahap Banding, Hukuman Bisa Denda hingga Pengurangan Poin
Carrick Pernah Kehilangan Gelar Liga Inggris dari Manchester City
Persoalan Manchester City memiliki kaitan dengan perjalanan Carrick ketika masih memperkuat Manchester United.
Pada musim 2011/2012, United gagal mempertahankan gelar Premier League setelah kalah selisih gol dari Manchester City. Persaingan kedua klub berlangsung hingga pertandingan terakhir ketika gol Sergio Aguero pada masa tambahan waktu memastikan City menjadi juara.
Carrick juga menjadi bagian dari skuad United yang finis sebagai runner-up di belakang City pada musim 2017/2018.
Kedua musim tersebut termasuk dalam periode pelanggaran finansial yang telah dinyatakan terbukti oleh komisi independen Premier League.
Namun, Carrick tidak langsung menuntut agar gelar juara yang pernah diraih City diberikan kepada Manchester United.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perubahan hasil kompetisi pada masa lalu, ia memilih menunggu penyelesaian perkara. Carrick menilai pemberian medali bertahun-tahun kemudian tidak dapat menggantikan pengalaman memenangkan gelar pada saat kompetisi berlangsung.
Baca Juga: Jadwal Liga Inggris Pekan Ini 10–13 Oktober 2026, Lengkap dengan Jam Tayang di Vidio
Manchester City Masih Mengajukan Banding
Komisi independen Premier League pada 29 September 2026 mengumumkan bahwa Manchester City terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap aturan finansial selama sembilan musim, yakni 2009/2010 hingga 2017/2018.
Pelanggaran tersebut mencakup penggunaan perjanjian komersial yang dinilai tidak mencerminkan transaksi sebenarnya, pencatatan keuangan yang keliru, serta pelanggaran batas pengeluaran klub.
Komisi juga menyatakan tiga dari empat tuduhan terkait kegagalan bekerja sama dengan penyelidikan Premier League terbukti.
Manchester City menolak putusan tersebut. Pada 1 Oktober 2026, klub mengajukan banding dengan alasan terdapat kesalahan material dalam penerapan hukum, prinsip, dan penilaian fakta.
City tetap menyatakan tidak bersalah dan menegaskan memiliki bukti untuk mendukung pembelaannya.
Premier League mengonfirmasi pengajuan banding itu pada 2 Oktober. Perkara tersebut kini ditangani badan banding independen dengan proses persidangan yang berlangsung tertutup.
Sementara itu, bentuk hukuman terhadap Manchester City belum diumumkan. Premier League menyatakan pembahasan sanksi dilakukan dalam tahapan terpisah. Aturan kompetisi memungkinkan komisi menjatuhkan hukuman seperti denda, pengurangan poin, maupun sanksi olahraga lainnya.











