Bulatan Times – Jose Mourinho sudah memberi gambaran cukup jelas mengenai kerangka utama Real Madrid musim 2026/2027. Jika seluruh pemain berada dalam kondisi fit, susunan yang paling mendekati tim terkuatnya adalah formasi 4-2-3-1 dengan Jude Bellingham bermain di belakang Kylian Mbappé.
Susunan itu bukan sekadar perkiraan di atas kertas. Mourinho menurunkan komposisi tersebut ketika Real Madrid menghadapi Atletico Madrid pada 20 September: Thibaut Courtois; Denzel Dumfries, Ibrahima Konaté, Dean Huijsen, Marc Cucurella; Federico Valverde, Aurelien Tchouaméni; Arda Güler, Jude Bellingham, Vinicius Junior; dan Kylian Mbappé.
Namun, Mourinho sendiri sejak awal musim tidak ingin memiliki sebelas pemain yang otomatis selalu menjadi starter.
“Saya tidak ingin punya susunan ideal. Saya ingin pintu persaingan tetap terbuka,” kata Mourinho, mengutip laman resmi Real Madrid.
Dengan jadwal panjang dan persaingan ketat di hampir semua posisi, susunan terbaik Madrid lebih tepat dilihat sebagai kerangka utama daripada sebelas pemain yang tidak tergantikan.
Baca Juga: Jude Bellingham Makin Bersinar dalam Skema Taktik Mourinho
Courtois Tetap Nomor Satu, Persaingan Ketat di Posisi Bek Sayap
Posisi penjaga gawang paling jelas. Thibaut Courtois tetap menjadi pilihan utama dan tampil sejak awal dalam pertandingan-pertandingan besar Madrid musim ini, termasuk derby melawan Atletico.
Di depan Courtois, duet Konaté dan Huijsen menjadi pasangan bek tengah yang paling sering mendapat kepercayaan pada awal musim. Mourinho bahkan memuji perkembangan Huijsen dalam bertahan dan menilai keberadaan Konaté maupun Rüdiger membantu bek muda tersebut.
Bek sayap justru menyediakan lebih banyak pilihan. Dumfries menjadi starter di kanan dalam derby, sementara Trent Alexander-Arnold memberi karakter berbeda ketika Madrid membutuhkan distribusi dan kemampuan masuk ke area tengah. Di kiri, Cucurella bersaing langsung dengan Álvaro Carreras. Mourinho pernah menegaskan bahwa memiliki dua pemain berkualitas pada posisi yang sama membuat rotasi tidak bisa dihindari.
Jika mengambil pilihan terakhir Mourinho pada pertandingan besar, empat bek yang paling masuk akal adalah Dumfries, Konaté, Huijsen, dan Cucurella.
Bellingham Mendapat Ruang Lebih Dekat dengan Mbappé
Lini tengah menjadi bagian yang paling menentukan bentuk permainan Madrid. Valverde dan Tchouaméni menjadi pasangan yang dipakai Mourinho pada derby, dengan Bellingham berada lebih tinggi.
Peran Bellingham memang berubah di bawah Mourinho. Sang pelatih mengatakan ia tidak ingin gelandang Inggris itu terlalu sering turun sampai menyerupai bek kiri kedua ketika Madrid bertahan. Struktur tim kemudian diubah agar Bellingham tetap memiliki pengaruh lebih besar di area tengah dan depan.
Di sisi kanan, Arda Güler memberikan kreativitas sekaligus kemampuan masuk ke tengah. Vinicius Junior tetap menjadi ancaman utama dari kiri, sementara Mbappé beroperasi sebagai penyerang terdepan.
Mourinho juga sudah menepis anggapan bahwa Bellingham, Vinicius, dan Mbappé sulit dimainkan bersama. Menurutnya, pemain berkualitas justru ingin bermain bersama pemain lain yang memiliki kecepatan berpikir dan pengambilan keputusan serupa.
Dengan struktur tersebut, susunan terkuat Madrid ketika semua pemain tersedia adalah:
Courtois; Dumfries, Konaté, Huijsen, Cucurella; Valverde, Tchouaméni; Arda Güler, Bellingham, Vinicius Junior; Mbappé.
Baca Juga: Kylian Mbappe Kembali Cedera Lutut Kiri, Real Madrid Menunggu Hasil Pemeriksaan
Kondisi Cedera Membuat Susunan Itu Belum Bisa Dipakai Sekarang
Komposisi tersebut belum bisa langsung dimainkan jika Madrid bertanding saat ini. Valverde mengalami keseleo pergelangan kaki kiri tingkat tiga setelah derby dan masih menjalani pemulihan.
Konaté juga sedang memulihkan cedera ligamen kolateral pada kaki kanannya, sedangkan Mbappé mengalami hiperekstensi pada kapsul posterior lutut kiri. Dalam latihan 30 September, ketiganya masih menjalani program pemulihan bersama Ferland Mendy dan Rodrygo.
Situasi tersebut memberi ruang bagi pemain seperti Antonio Rüdiger, Eduardo Camavinga, Bernardo Silva, Endrick, dan Carlos Espí untuk mendapat menit lebih banyak. Madrid memiliki skuad yang jauh lebih dalam dibanding hanya sebelas nama utama, sesuatu yang memang ditekankan Mourinho sejak awal musim.
Real Madrid dijadwalkan kembali bermain setelah jeda internasional dengan menghadapi Villarreal di Santiago Bernabéu pada 10 Oktober. Kondisi Valverde, Konaté, dan Mbappé menjelang pertandingan itu akan menentukan seberapa dekat Mourinho dapat kembali menggunakan kerangka tim yang ia pasang pada derby Madrid.











