Bulatan Times – Rekrutmen Bintara dan Tamtama Prajurit Karier (PK) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2027 mulai dibuka pada Kamis, 1 Oktober 2026. Calon peserta sudah dapat membuat akun melalui portal resmi Rekrutmen TNI AD untuk mengikuti proses penerimaan.
Penerimaan Gelombang I kali ini diperuntukkan bagi calon pria. Jalur yang dibuka mencakup Bintara PK dan Tamtama PK dengan persyaratan pendidikan, batas tinggi badan, serta jadwal seleksi yang berbeda.
Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui portal Rekrutmen TNI AD. Calon yang membutuhkan bantuan juga dapat mendatangi Babinsa atau satuan kewilayahan terdekat untuk memperoleh pendampingan sebelum melanjutkan proses validasi.
Baca Juga: Suyudi Janji Benahi SDM Polri, Tutup Ruang Titipan dalam Rekrutmen dan Karier
Portal resmi pendaftaran Rekrutmen TNI AD
Jadwal Bintara TNI AD Gelombang I 2027
Pendaftaran Bintara PK dibuka mulai 1 Oktober 2026 hingga 13 Januari 2027. Validasi berkas berlangsung sampai 15 Januari 2027, sedangkan rangkaian seleksi dijadwalkan pada 15 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027. Informasi yang diterbitkan dari wilayah Korem 042/Gapu juga mencantumkan periode yang sama.
Calon Bintara harus berusia paling rendah 17 tahun 10 bulan dan paling tinggi 26 tahun ketika pendidikan pertama dibuka pada 4 Februari 2027. Tinggi badan minimal ditetapkan 163 sentimeter dengan berat badan seimbang.
Jalur Bintara terbuka bagi lulusan SMA, MA, dan SMK sederajat termasuk Paket C, serta lulusan D1, D3, D4, dan S1 sesuai ketentuan penerimaan. Untuk lulusan sekolah menengah, persyaratan nilai tetap mengikuti tahun kelulusan dan aturan yang berlaku pada penerimaan.
Persyaratan umum lainnya mencakup Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Jadwal dan Syarat Tamtama TNI AD 2027
Untuk Tamtama PK, keterangan terbaru dari Kodam III/Siliwangi mencantumkan pendaftaran mulai 1 Oktober 2026 hingga 10 Februari 2027. Validasi berlangsung hingga 12 Februari, sedangkan seleksi dijadwalkan sampai 20 Februari 2027.
Usia calon Tamtama paling rendah 17 tahun 10 bulan dan paling tinggi 26 tahun pada saat pendidikan pertama dibuka. Keterangan terbaru Aspers Kasdam III/Siliwangi menggunakan 5 Maret 2027 sebagai tanggal acuan usia tersebut.
Pendidikan minimal yang disebut untuk jalur Tamtama adalah SMA, MA, atau SMK sederajat, termasuk Paket C. Tinggi badan minimal calon Tamtama ditetapkan 158 sentimeter.
Pendaftaran dan validasi dapat berakhir lebih cepat apabila kapasitas peserta yang ditetapkan telah terpenuhi. Karena itu, calon sebaiknya tidak menunggu mendekati batas akhir untuk membuat akun dan menyiapkan dokumen.
Baca Juga: Perlinsos Digital untuk Bansos 2027: Cara Daftar, Sanggah Data, dan Minta Bantuan Agen
Cara Daftar dan Tahapan Seleksi
Calon yang mendaftar secara online perlu membuat akun pada portal Rekrutmen TNI AD, mengisi identitas sesuai dokumen, kemudian melengkapi formulir yang disediakan. Formulir pendaftaran resmi saat ini meminta antara lain nama, NIK, tempat lahir, nomor WhatsApp, dan alamat email.
Pada jalur Bintara, calon kemudian mencetak dokumen pendaftaran dan menyiapkan berkas untuk proses validasi. Peserta dapat mendatangi Ajendam atau Ajenrem yang ditentukan untuk pemeriksaan berkas dan memperoleh kartu peserta. Pendampingan pendaftaran juga tersedia melalui Babinsa, Koramil, atau Kodim terdekat.
Rangkaian seleksi mencakup pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesegaran jasmani, psikologi, serta mental ideologi atau penelitian personel. Kelulusan ditentukan melalui seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut.
“Yang bisa meluluskan itu hanya calon sendiri. Bukan melalui calo, bukan melalui panitia seleksi, tetapi calon sendiri,” dikutip dari RRI.
Seluruh proses penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya. TNI AD juga menyediakan saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan pihak yang meminta uang dengan menjanjikan kelulusan seleksi.
Angka Pendaftar di Jawa Barat Bukan Kuota Nasional
Kodam III/Siliwangi memperkirakan animo di wilayah Jawa Barat dapat mencapai sekitar 9.000 calon Bintara dan 18.000 calon Tamtama. Angka tersebut merujuk pada jumlah pendaftar yang dijaring di Jawa Barat, bukan jumlah peserta yang pasti diterima secara nasional.
Penentuan peserta yang dinyatakan lulus tetap dilakukan melalui proses seleksi dan keputusan akhir berada di tingkat pusat. Rekrutmen Gelombang I juga tidak dibatasi hanya untuk warga Jawa Barat; calon dari daerah lain dapat mengikuti penerimaan selama memenuhi persyaratan.










