LOMBOK TENGAH, BULATAN TIMES – Petugas marshal yang sempat membawa Alex Rins menggunakan skuter setelah kecelakaan di MotoGP Mandalika 2026 tidak langsung mengantarnya ke paddock karena kendaraan tersebut memiliki batas area tugas.
Mantan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menjelaskan bahwa sepeda motor yang digunakan petugas merupakan kendaraan flying marshal, bukan moto taxi yang memang disiapkan untuk membantu transportasi pembalap.
Penjelasan itu berkaitan dengan insiden yang terjadi pada sesi Practice, Jumat (9/10/2026), ketika Rins terlibat perdebatan dengan sejumlah marshal saat berusaha kembali ke garasi tim Yamaha.
Flying Marshal Hanya Bertugas sampai Titik Transit
Priandhi, yang akrab disapa Andhi Satria, mengatakan bahwa flying marshal memiliki tugas khusus untuk membantu pengawasan dan penanganan insiden di lintasan.
Menurutnya, sepeda motor yang digunakan petugas tersebut juga dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR). Perlengkapan itu membedakannya dari kendaraan pengantar pembalap.
Dalam prosedur yang dijelaskan Andhi, flying marshal dapat membantu membawa pembalap sampai titik transit yang telah ditentukan. Perjalanan selanjutnya dilakukan menggunakan kendaraan penjemput sesuai kebutuhan evakuasi.
Pembatasan tersebut diperlukan karena petugas flying marshal harus tetap berada di sekitar sektor lintasan yang menjadi tanggung jawabnya.
Apabila petugas meninggalkan area kerja terlalu jauh atau terlalu lama untuk mengantar pembalap menuju garasi, kesiapan penanganan kejadian lain di lintasan dapat terganggu.
Andhi menjelaskan bahwa pengaturan titik transit merupakan bagian dari rencana keselamatan atau safety plan yang disiapkan sebelum penyelenggaraan balapan dan mendapat persetujuan Race Director.
Dengan demikian, keberadaan sepeda motor petugas di dekat pembalap yang mengalami kecelakaan tidak berarti kendaraan tersebut dapat digunakan untuk perjalanan langsung menuju paddock.
Baca Juga: Alex Rins Terekam Acungkan Jari Tengah ke Marshal di MotoGP Mandalika
Penyelenggara Sebut Marshal Sudah Menjalankan Prosedur
Ketua Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, turut memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut.
Troy mengatakan bahwa prosedur evakuasi pembalap setelah mengalami kecelakaan atau kendala teknis mengharuskan penggunaan kendaraan yang sesuai. Untuk perjalanan kembali ke paddock dalam kejadian tersebut, petugas mengarahkan Rins menggunakan mobil.
Menurut Troy, marshal tidak dapat begitu saja mengantarkan pembalap menggunakan sepeda motor operasional yang sedang bertugas di lintasan.
Ia juga menolak anggapan bahwa perdebatan tersebut disebabkan petugas tidak bersedia membantu Rins. Troy menilai marshal telah menjalankan tugas berdasarkan prosedur yang ditetapkan.
Rins Mengira Akan Diantar sampai Garasi
Rins sebelumnya menyampaikan penjelasan berbeda mengenai ketegangan yang terjadi.
Mengutip laman Crash.net, pembalap Monster Energy Yamaha itu mengatakan dirinya sempat naik ke skuter salah seorang marshal setelah terjatuh di tikungan terakhir saat Practice.
Rins dibawa hingga area lintasan lurus utama, tetapi kemudian diminta melanjutkan perjalanan menggunakan mobil. Ia berharap dapat segera kembali ke garasi karena sesi latihan sudah hampir berakhir.
Menurut Rins, skuter yang ditumpanginya terlihat seperti kendaraan biasa. Ia pun mengaku bingung ketika tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan langsung menuju garasi Yamaha.
Rins menyebut kejadian tersebut sebagai kesalahpahaman. Sebaliknya, Troy menilai perselisihan terjadi karena adanya perbedaan keinginan pembalap dengan prosedur evakuasi yang harus dijalankan petugas.
Dalam situasi itu, Rins sempat mengacungkan jari tengah kepada marshal. Ia kemudian mengakui bahwa tindakannya tidak pantas dan menyampaikan permintaan maaf.
Baca Juga: Marc Marquez Menang Sprint MotoGP Mandalika 2026, Rebut Puncak Klasemen
Rins juga mengatakan telah berbicara singkat dengan pengawas balapan FIM mengenai insiden tersebut. Crash.net melaporkan bahwa hingga Sabtu (10/10/2026), pembalap Spanyol itu tidak mendapatkan penalti atas kejadian tersebut.










