18 °c
Columbus
16 ° Ming
19 ° Sen
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS NASIONAL

PVMBG Catat 26 Gempa Letusan Anak Krakatau dalam Sehari, Status Masih Siaga

Rekap PVMBG mencatat 26 gempa letusan Anak Krakatau pada 9 Oktober. Aktivitas Strombolian teramati dan zona larangan 5 kilometer tetap berlaku.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
10 Oktober 2026, 14.35 WIB
in NASIONAL
0
Ilustrasi gunung berapi dengan kepulan abu tebal di atas kawah, terlihat dari perairan

Ilustrasi Gunung Anak Krakatau.

0
SHARES
0
VIEWS

LAMPUNG SELATAN, BULATAN TIMES – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 26 gempa letusan Gunung Anak Krakatau selama pengamatan 24 jam pada Jumat (9/10/2026). Aktivitas vulkanik tersebut disertai puluhan gempa lainnya dan pengamatan sinar api di sekitar kawah.

Berdasarkan laporan pemantauan yang disampaikan pada Sabtu (10/10/2026), gempa letusan terekam dengan amplitudo 28–66 milimeter dan durasi antara 12 hingga 752 detik.

Gunung api di perairan Selat Sunda itu masih berada pada Level III (Siaga), yang berlaku sejak Jumat pukul 21.00 WIB. Masyarakat dan wisatawan tetap dilarang memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Puluhan Gempa Vulkanik Tercatat dalam 24 Jam

Selain 26 gempa letusan, laporan PVMBG mencatat 28 gempa hybrid atau fase banyak dan sembilan gempa vulkanik dangkal.

Instrumen pemantauan juga merekam tujuh gempa frekuensi rendah, empat gempa embusan, serta aktivitas tremor menerus dengan amplitudo 1–35 milimeter.

Gempa hybrid merupakan sinyal kegempaan yang berkaitan dengan aktivitas di dalam tubuh gunung api, sedangkan tremor menerus menunjukkan getaran yang berlangsung secara berkelanjutan.

Berdasarkan pengamatan visual, petugas melihat sinar api dan letusan bertipe Strombolian, yakni aktivitas letusan yang dapat melontarkan material pijar dari kawah.

Meski asap kawah tidak teramati selama periode pemantauan tersebut, kondisi itu bukan berarti aktivitas vulkanik telah berhenti.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengingatkan bahwa perkembangan aktivitas gunung api tidak dapat dipastikan hanya melalui kondisi yang terlihat.

“Yang penting kita tetap waspada dan selalu menaati rekomendasi dari pemerintah,” kata Suwarno, dikutip dari Liputan6, Sabtu (10/10/2026).

Abu Vulkanik Terpantau Bergerak ke Barat Daya

Rangkaian erupsi pada Jumat berlangsung sejak sore hingga malam. Laporan sebelumnya dari pos pengamatan mencatat 13 peristiwa erupsi antara pukul 16.17 dan 21.20 WIB.

Jumlah tersebut berbeda cakupan pengamatannya dengan 26 gempa letusan yang tercatat oleh instrumen selama satu hari penuh.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan bahwa pemantauan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC), pusat informasi abu vulkanik untuk penerbangan, menunjukkan sebaran abu bergerak ke arah barat daya menuju Samudra Hindia.

Pada periode pemantauan tersebut, sebaran abu dilaporkan tidak mengarah ke daratan Sumatera maupun Jawa. Arah pergerakan abu tetap dapat berubah mengikuti kondisi angin dan aktivitas letusan.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Siaga, Warga Dilarang Mendekat dalam Radius 5 Km

Zona Larangan Juga Berlaku di Sekitar Pulau Baru

Seiring peningkatan status menjadi Siaga, Badan Geologi mempertahankan larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pembatasan tambahan juga berlaku dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung tersebut.

Potensi bahaya yang diwaspadai mencakup lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak material panas dengan air laut maupun air hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, meminta warga pesisir Lampung dan Banten tetap tenang serta tidak mudah mempercayai kabar bahwa peningkatan aktivitas Anak Krakatau pasti menyebabkan tsunami.

Menurut BPBD, hasil pemantauan yang disampaikan saat itu belum menunjukkan indikasi ancaman tsunami. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi kebencanaan.

BPBD Lampung Selatan menyiagakan personel pemantauan selama 24 jam. Warga yang membutuhkan informasi atau ingin melaporkan kondisi darurat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Lampung Selatan melalui nomor 0823-5892-4600.

Baca Juga: BMKG Catat 1.463 Titik Panas di Papua Barat Daya, Sorong Selatan Terbanyak

Tags: Erupsi Anak KrakatauGunung ApiLampung SelatanPVMBGSelat Sunda

Related Posts

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengenakan peci hitam, jas biru, dan dasi biru muda saat memberikan keterangan
NASIONAL

Bobby Nasution Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Singgung Gelar Sarjana

Oktober 10, 2026
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda erupsi saat status dinaikkan menjadi Level III Siaga pada 9 Oktober 2026.
NASIONAL

Gunung Anak Krakatau Kembali Siaga, Warga Dilarang Mendekat dalam Radius 5 Km

Oktober 10, 2026
Sejumlah aparat kepolisian berhelm dan mengenakan perlengkapan pengamanan berada di antara warga di sebuah jalan permukiman
NASIONAL

Polisi Amankan 24 Orang Saat Gerebek Kampung Ambon dan Boncos di Jakarta Barat

Oktober 9, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Veda Ega Pratama menunggangi motor balap Honda Team Asia bernomor 9 sambil menikung di lintasan

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika 2026, Uriarte Rebut Pole

Oktober 10, 2026
Ungu Band

Ungu Gantikan Juicy Luicy di MotoGP Mandalika 2026, Tampil Jumat 9 Oktober

September 30, 2026
Kereta Api Nusantara Explorer milik KAI

Harga Nusantara Explorer, Rute, Fasilitas dan Cara Naik Kereta Wisata Premium KAI

September 29, 2026
Ilustrasi emas batangan dan koin emas.

Harga Emas Hari Ini 10 Oktober 2026: Antam Naik Rp. 20.000 Jadi Rp. 2.592.000

Oktober 10, 2026
Ilustrasi gunung berapi dengan kepulan abu tebal di atas kawah, terlihat dari perairan

PVMBG Catat 26 Gempa Letusan Anak Krakatau dalam Sehari, Status Masih Siaga

Veda Ega Pratama menunggangi motor balap Honda Team Asia bernomor 9 sambil menikung di lintasan

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika 2026, Uriarte Rebut Pole

Ilustrasi emas batangan dan koin emas.

Harga Emas Hari Ini 10 Oktober 2026: Antam Naik Rp. 20.000 Jadi Rp. 2.592.000

Tampak belakang sejumlah mobil Formula 1 berjajar di jalur pit dengan lampu merah menyala

Grid Sprint F1 Singapura 2026: Verstappen Terdepan, Sainz Paling Belakang

Ilustrasi gunung berapi dengan kepulan abu tebal di atas kawah, terlihat dari perairan

PVMBG Catat 26 Gempa Letusan Anak Krakatau dalam Sehari, Status Masih Siaga

Oktober 10, 2026
Veda Ega Pratama menunggangi motor balap Honda Team Asia bernomor 9 sambil menikung di lintasan

Veda Ega Start Ketujuh di Moto3 Mandalika 2026, Uriarte Rebut Pole

Oktober 10, 2026
Ilustrasi emas batangan dan koin emas.

Harga Emas Hari Ini 10 Oktober 2026: Antam Naik Rp. 20.000 Jadi Rp. 2.592.000

Oktober 10, 2026
Tampak belakang sejumlah mobil Formula 1 berjajar di jalur pit dengan lampu merah menyala

Grid Sprint F1 Singapura 2026: Verstappen Terdepan, Sainz Paling Belakang

Oktober 10, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times