BULATAN TIMES – Alex Marquez menilai kakaknya, Marc Marquez, harus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menghadapi Aprilia dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Tiga seri yang menjadi perhatian pembalap Gresini Racing itu adalah Australia, Qatar, dan Portugal.
Marc kini menempati peringkat kedua klasemen dengan 353 poin, hanya tertinggal dua angka dari Jorge Martin yang memimpin bersama Aprilia Racing.
Mengutip laman Crash.net, Alex menyampaikan penilaiannya setelah Grand Prix Indonesia di Mandalika, Minggu (11/10/2026). Ia memperkirakan Aprilia bisa tampil kuat pada tiga sirkuit tersebut, sehingga Marc perlu memanfaatkan kemampuan dan pengalamannya agar bisa meraih gelar juara dunia MotoGP 2026.
Australia, Qatar, dan Portugal Jadi Tantangan Marc Marquez
Alex melihat persaingan gelar masih sangat terbuka meskipun Aprilia menunjukkan keunggulan pada beberapa balapan terakhir.
Menurut penilaiannya, karakter Sirkuit Phillip Island di Australia, Lusail di Qatar, dan Algarve di Portugal berpotensi menguntungkan motor Aprilia.
Ketiga lintasan tersebut merupakan bagian dari lima putaran tersisa pada kalender MotoGP 2026.
Australia akan menjadi tujuan berikutnya pada 23–25 Oktober. Setelah itu, Qatar dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November, sedangkan Portugal digelar pada 20–22 November.
Alex menilai Marc harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menghadapi persaingan di lintasan-lintasan tersebut.
Walaupun demikian, pembalap Gresini Racing itu tidak menganggap peluang Ducati telah mengecil. Marc masih memiliki pengalaman dan catatan kemenangan di sejumlah sirkuit yang akan dikunjungi hingga akhir musim.
Dari lima lintasan tersisa, Portimao merupakan satu-satunya sirkuit tempat Marc belum pernah memenangi Grand Prix kelas utama.
Sementara itu, Phillip Island, Sepang, Lusail, dan Valencia pernah menjadi tempat kemenangan bagi pembalap Ducati tersebut.
Marc Marquez Berhasil Batasi Kerugian Poin di Mandalika
Alex juga memberikan penilaian positif terhadap hasil yang diperoleh Marc pada MotoGP Indonesia.
Mandalika selama ini menjadi salah satu lintasan yang menyulitkan Marc. Sebelum musim 2026, ia belum pernah berhasil menyelesaikan balapan utama MotoGP di sirkuit tersebut sejak pertama kali masuk kalender pada 2022.
Namun, Marc mampu membalikkan catatan buruk itu dengan memenangi Sprint pada Sabtu (10/10/2026) dan finis keenam dalam balapan utama sehari kemudian.
Kemenangan Sprint memberikan tambahan 12 poin, sementara posisi keenam pada Grand Prix menghasilkan 10 poin.
Total 22 poin tersebut sama dengan yang dikumpulkan Jorge Martin sepanjang akhir pekan Mandalika.
Martin memperoleh enam poin setelah finis keempat dalam Sprint, kemudian menambah 16 poin berkat posisi ketiga pada balapan utama.
Alex menganggap hasil tersebut sebagai keberhasilan Marc melewati salah satu sirkuit yang paling sulit baginya tanpa kehilangan poin terhadap rival utama.
Ia tidak menyebut hasil Mandalika sebagai kemenangan dalam persaingan gelar, tetapi menilai Marc berhasil menghindari kerugian besar ketika Aprilia menunjukkan performa dominan.
Pada balapan utama, Aprilia menyapu empat posisi teratas melalui Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Ai Ogura.
Marc harus puas finis keenam setelah terlibat persaingan dengan Pedro Acosta dan Ogura.
Hasil tersebut membuat Martin tetap memimpin klasemen dengan 355 poin, sedangkan Marc membuntuti dengan 353 poin.
Baca Juga: Persaingan Juara MotoGP 2026: Martin Unggul 2 Poin atas Marquez, Samai Rekor 2022
Alex Marquez Singgung Kemungkinan Ducati Terapkan Instruksi Tim
Selain membahas kekuatan Aprilia, Alex turut menanggapi kemungkinan penerapan instruksi tim dalam perebutan gelar MotoGP 2026.
Aprilia sebelumnya membuka peluang memberikan arahan kepada para pembalapnya apabila hanya satu rider yang masih memiliki kesempatan matematis menjadi juara dunia.
Alex memperkirakan Ducati juga dapat mempertimbangkan pendekatan serupa apabila persaingan gelar semakin menentukan.
Meski demikian, ia menilai pembahasan tersebut masih terlalu dini karena musim masih menyisakan beberapa putaran.
Alex berpandangan keputusan mengenai kerja sama antarpembalap baru perlu dievaluasi ketika situasi perebutan gelar semakin jelas dalam balapan-balapan berikutnya.
Ducati sendiri belum mengumumkan instruksi resmi yang mengharuskan para pembalapnya memberikan bantuan posisi kepada Marc.
Baca Juga: Aprilia Pertimbangkan Minta Pembalap Bantu Rekan Setim di Dua Seri Terakhir MotoGP 2026
Setelah Australia, MotoGP 2026 masih akan menggelar balapan di Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia. Seri penutup dijadwalkan berlangsung pada 27–29 November di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol.











