BULATAN TIMES – Persaingan Jorge Martin dan Marc Marquez untuk menjadi juara dunia MotoGP 2026 memasuki lima seri terakhir dengan selisih hanya dua poin. Hasil Grand Prix Indonesia di Mandalika menempatkan Martin kembali memimpin klasemen dengan 355 poin, sementara Marquez membuntuti dengan 353 poin.
MotoGP mencatat bahwa selisih tersebut menyamai rekor persaingan ketat yang terjadi pada musim 2022, ketika dua pembalap teratas juga hanya dipisahkan dua angka setelah 17 putaran.
Martin berusaha mempertahankan keunggulannya bersama Aprilia Racing, sedangkan Marquez memburu gelar dunia berikutnya bersama Ducati Lenovo Team.
Selisih Martin dan Marquez Samai Catatan MotoGP 2022
Persaingan gelar MotoGP 2026 memiliki kemiripan dengan perebutan kejuaraan empat musim lalu.
Pada 2022, Fabio Quartararo yang memperkuat Yamaha hanya unggul dua poin atas Francesco Bagnaia dari Ducati setelah Grand Prix Thailand, putaran ke-17 musim tersebut.
Keduanya melanjutkan persaingan hingga seri penutup di Valencia. Bagnaia akhirnya berhasil menjadi juara dunia setelah membalikkan keadaan pada penghujung musim.
Kini, Martin dan Marquez berada dalam situasi serupa setelah 17 seri, dengan lima putaran masih menunggu untuk menentukan juara dunia 2026.
Perjalanan kedua pembalap musim ini menunjukkan hasil yang berbeda.
MotoGP mencatat Martin telah mengumpulkan sembilan podium, empat pole position, dan satu kemenangan Grand Prix yang diraihnya di Prancis.
Marquez mencatat enam kemenangan Grand Prix dan tiga pole position. Pembalap Ducati itu juga berhasil memangkas ketertinggalan yang sebelumnya pernah mencapai 102 poin dari pemimpin klasemen.
Apabila Marquez akhirnya menjadi juara dunia musim ini, ia akan melampaui rekor kebangkitan Bagnaia pada 2022. Saat itu, Bagnaia berhasil merebut gelar setelah sempat tertinggal 91 poin.
Namun, catatan historis tersebut belum menentukan hasil persaingan musim ini karena Martin masih memimpin klasemen.
Puncak Klasemen Berubah Dua Kali di Mandalika
Ketatnya persaingan Martin dan Marquez terlihat sepanjang akhir pekan MotoGP Indonesia pada 10–11 Oktober 2026.
Setelah Grand Prix Jepang, Martin datang ke Mandalika sebagai pemimpin klasemen dengan 333 poin. Marquez berada di urutan kedua dengan 331 poin.
Situasi berubah pada Sprint, Sabtu (10/10/2026).
Marquez memenangi balapan pendek tersebut dan memperoleh 12 poin. Martin harus puas finis keempat sehingga hanya menambah enam poin.
Hasil itu membawa Marquez mengambil alih puncak klasemen dengan 343 poin, unggul empat angka atas Martin yang mengoleksi 339 poin.
Namun, posisi keduanya kembali bertukar setelah balapan utama pada Minggu.
Martin berhasil finis ketiga di belakang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez. Posisi tersebut memberinya tambahan 16 poin.
Marquez hanya mampu finis keenam setelah menghadapi persaingan dengan Pedro Acosta dan Ai Ogura. Pembalap Ducati tersebut membawa pulang 10 poin.
Tambahan enam poin lebih banyak yang diperoleh Martin pada balapan utama membuatnya kembali memimpin klasemen.
Bagi Marquez, finis keenam juga menandai keberhasilannya menyelesaikan Grand Prix Indonesia untuk pertama kalinya sejak Mandalika masuk kalender MotoGP pada 2022.
Baca Juga: Ducati Bantah Motor MotoGP 2026 Dibuat Khusus untuk Marc Marquez
Sprint Australia Bisa Kembali Mengubah Puncak Klasemen
Selisih dua poin membuat posisi Martin dan Marquez masih dapat berubah tanpa harus menunggu balapan utama berikutnya.
MotoGP menggunakan sistem poin berbeda untuk Sprint dan Grand Prix. Pemenang Sprint mendapatkan 12 poin, sedangkan posisi kedua memperoleh sembilan poin.
Pada balapan utama, kemenangan bernilai 25 poin dan posisi kedua memberikan 20 poin.
Artinya, seorang pembalap dapat mengumpulkan maksimal 37 poin dalam satu akhir pekan apabila memenangi Sprint dan Grand Prix.
Sebagai contoh perhitungan, apabila Marquez memenangi Sprint Australia dan Martin finis kedua, Marquez akan memperoleh 12 poin sementara Martin mendapatkan sembilan poin.
Dalam skenario tersebut, Marquez akan berbalik unggul satu angka dengan 365 poin berbanding 364 poin, sebelum balapan utama berlangsung.
Dengan lima seri tersisa, masih tersedia maksimal 185 poin bagi setiap pembalap melalui kombinasi Sprint dan Grand Prix, apabila seluruh sesi berlangsung sesuai format yang dijadwalkan.
Bezzecchi Masih Punya Peluang dalam Perebutan Gelar
Meski Martin dan Marquez berada di dua posisi teratas, Marco Bezzecchi belum tersingkir secara matematis dari perebutan gelar dunia.
Pembalap Aprilia Racing tersebut mengoleksi 309 poin setelah memenangi Grand Prix Indonesia, terpaut 46 poin dari Martin.
Kemenangan di Mandalika merupakan kemenangan Grand Prix kelima Bezzecchi sepanjang musim 2026.
Hasil tersebut sekaligus melengkapi pencapaian Aprilia yang menempatkan empat pembalap bermotor RS-GP26 pada empat posisi terdepan.
Raul Fernandez finis kedua, Martin ketiga, dan Ai Ogura keempat.
Dengan lebih dari 100 poin masih tersedia dalam lima seri berikutnya, Bezzecchi tetap memiliki peluang matematis untuk mengejar kedua pembalap teratas.
Keberadaan Bezzecchi juga menjadi pertimbangan internal Aprilia. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, sebelumnya menyatakan bahwa seluruh pembalapnya masih diberi kebebasan bersaing selama peluang meraih gelar tetap terbuka.
Rivola membuka kemungkinan mempertimbangkan instruksi tim pada dua seri terakhir jika hanya satu pembalap Aprilia yang masih memiliki kesempatan matematis menjadi juara dunia.
Baca Juga: Aprilia Pertimbangkan Minta Pembalap Bantu Rekan Setim di Dua Seri Terakhir MotoGP 2026
Lima Seri Terakhir MotoGP 2026
Perebutan gelar akan berlanjut di Phillip Island, Australia, pada 23–25 Oktober 2026.
Setelah Australia, para pembalap dijadwalkan menjalani empat Grand Prix berikutnya:
- Malaysia: 30 Oktober–1 November 2026, Sirkuit Sepang.
- Qatar: 6–8 November 2026, Sirkuit Lusail.
- Portugal: 20–22 November 2026, Sirkuit Algarve.
- Valencia: 27–29 November 2026, Sirkuit Ricardo Tormo.
Balapan Valencia menjadi putaran terakhir musim 2026, dengan total poin dari seluruh Sprint dan Grand Prix menentukan juara dunia.










