17 °c
Columbus
14 ° Jum
15 ° Sab
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home SPORT MOTOGP

Bezzecchi Bidik Momentum Seri Asia untuk Dekati Martin dan Marc Marquez

Marco Bezzecchi tertinggal 42 poin dari Jorge Martin dan 30 poin dari Marc Marquez sebelum MotoGP memasuki empat seri Jepang, Indonesia, Australia, dan Malaysia.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
2 jam ago
in MOTOGP
0
Marco Bezzecchi mengendarai motor Aprilia MotoGP

Marco Bezzecchi mengendarai motor Aprilia di lintasan MotoGP.

0
SHARES
4
VIEWS

Bulatan Times – Marco Bezzecchi belum menyerah dalam persaingan papan atas MotoGP 2026. Empat balapan beruntun di kawasan Asia-Pasifik kini menjadi kesempatan penting bagi pembalap Aprilia itu untuk memangkas jarak dari Jorge Martin dan Marc Marquez.

Selepas MotoGP Austria, Bezzecchi berada di posisi ketiga klasemen dengan 264 poin.

Jorge Martin masih memimpin dengan 306 poin, sementara Marc Marquez berada tepat di belakangnya dengan 294 poin. Dengan demikian, Bezzecchi terpaut 42 poin dari rekan setimnya dan 30 poin dari Marquez.

Jarak tersebut belum menutup peluang Bezzecchi.

MotoGP masih akan memasuki rangkaian Jepang, Indonesia, Australia, dan Malaysia. Empat akhir pekan tersebut menyediakan banyak poin dari Sprint maupun Grand Prix sehingga konsistensi dapat mengubah peta persaingan dengan cepat.

Baca Juga: 3 Kandidat Juara MotoGP 2026, Marc Marquez Masih Jadi Favorit

Bezzecchi melihat seri Asia sebagai peluang

Kepercayaan diri Bezzecchi bukan tanpa dasar.

Pembalap Italia itu mempunyai pengalaman cukup baik ketika MotoGP memasuki bagian kalender Asia-Pasifik.

Bezzecchi mengakui persaingan sampai akhir musim tidak akan mudah. Namun, ia menegaskan pertarungan belum selesai dan akan berusaha mempertahankan tekanan terhadap Martin serta Marquez.

Bagi Bezzecchi, kunci utamanya bukan hanya memenangkan satu balapan.

Ia membutuhkan performa yang konsisten dari satu sirkuit ke sirkuit berikutnya.

Pendekatan tersebut masuk akal mengingat Martin dan Marquez sama-sama menunjukkan kemampuan mengumpulkan poin dalam jumlah besar sepanjang fase terakhir musim.

Austria menunjukkan Aprilia masih kuat

GP Austria memberi gambaran bahwa Aprilia tetap mempunyai kecepatan untuk bersaing di depan.

Martin memenangkan Sprint setelah sempat turun hingga posisi kedelapan. Marquez finis kedua dan Bezzecchi melengkapi podium di posisi ketiga.

Hasil tersebut memperlihatkan dua motor Aprilia mampu berada dalam perebutan posisi depan pada akhir pekan yang sama.

Bagi Bezzecchi, performa motor menjadi modal penting sebelum kalender berpindah ke karakter sirkuit yang sangat berbeda.

Motegi, Mandalika, Phillip Island, dan Sepang tidak menuntut karakter motor yang sama. Kemampuan beradaptasi akan menjadi salah satu faktor penentu.

Baca Juga: Marco Bezzecchi Siap MotoGP San Marino 2026, Buru Poin di Kandang

Kesalahan di Misano membuat Bezzecchi kehilangan momentum

Posisi Bezzecchi di klasemen sebenarnya bisa lebih dekat.

Pada GP San Marino di Misano, ia kehilangan peluang besar setelah terjatuh pada lap pembuka ketika sedang memimpin balapan.

Marc Marquez kemudian memenangi Grand Prix tersebut dan mengambil alih puncak klasemen berdasarkan jumlah kemenangan karena saat itu ia mempunyai poin sama dengan Martin, yakni 274.

Sehari sebelumnya, Bezzecchi masih menunjukkan kecepatannya.

Ia finis kedua di Sprint Misano di belakang Marquez, sedangkan Martin menempati posisi ketiga.

Dua hasil berbeda dalam satu akhir pekan menggambarkan persoalan yang harus dihindari Bezzecchi pada fase berikutnya.

Kecepatan saja belum cukup jika poin besar hilang akibat gagal finis.

Martin masih menjadi pembalap yang harus dikejar

Martin memasuki rangkaian Asia sebagai pemimpin klasemen.

Setelah Austria, juara dunia MotoGP 2024 tersebut mengoleksi 306 poin.

Keunggulannya terhadap Marquez memang hanya 12 poin, tetapi terhadap Bezzecchi sudah mencapai 42 poin.

Posisi Martin menarik karena ia bukan hanya rival Bezzecchi dalam perebutan gelar, tetapi juga rekan satu timnya di Aprilia.

Situasi tersebut membuat Aprilia memiliki dua pembalap di tiga besar klasemen.

Bagi pabrikan asal Noale, kondisi itu merupakan keuntungan. Namun bagi Bezzecchi, setiap poin yang diperoleh Martin juga membuat tugas mengejar posisi pertama menjadi lebih berat.

Marc Marquez kembali memberi tekanan besar

Ancaman lainnya datang dari Marquez.

Pembalap Ducati tersebut menunjukkan kebangkitan kuat setelah sebelumnya tertinggal jauh dalam perebutan gelar.

Di Misano, Marquez memenangi Sprint dan Grand Prix. Kemenangan balapan utama membawanya sejajar dengan Martin pada 274 poin ketika itu, dengan Marquez berada di depan karena jumlah kemenangan lebih banyak.

Martin kemudian kembali mengambil keuntungan di Austria.

Kemenangan Sprint dan hasil kuat pada Grand Prix membuatnya kembali memimpin klasemen dengan 306 poin, 12 angka di depan Marquez.

Bagi Bezzecchi, situasi tersebut berarti ia tidak cukup hanya mengejar satu pembalap.

Ia harus memangkas jarak terhadap dua rival yang sedang berada dalam performa kompetitif.

MotoGP Jepang menjadi ujian pertama

Rangkaian berikutnya dimulai di Mobility Resort Motegi.

MotoGP Jepang 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober.

Motegi menjadi awal periode yang sangat padat.

Setelah Jepang, rombongan MotoGP bergerak ke Indonesia untuk berlomba di Mandalika pada 9–11 Oktober.

Australia dan Malaysia kemudian menyusul.

Empat balapan berturut-turut tersebut dapat menjadi fase penting dalam perebutan gelar karena kesalahan pada satu akhir pekan sulit diperbaiki ketika balapan berikutnya datang dalam waktu singkat.

Mandalika bisa menjadi kesempatan penting

Setelah Motegi, MotoGP kembali ke Pertamina Mandalika International Circuit.

Karakter Mandalika berbeda dari Motegi.

Suhu tinggi, kondisi lintasan, perubahan grip, serta tuntutan fisik dapat menjadi tantangan tersendiri.

Bezzecchi membutuhkan hasil kuat di Indonesia apabila ingin menjaga momentum setelah Jepang.

Lebih dari itu, rangkaian balapan beruntun membuat pemulihan pembalap dan pengelolaan kondisi motor semakin penting.

Satu kecelakaan bukan hanya berpotensi menghilangkan poin pada akhir pekan tersebut, tetapi juga dapat memengaruhi kesiapan menghadapi seri berikutnya.

Phillip Island memberi tantangan berbeda

Australia menjadi putaran ketiga dalam rangkaian tersebut.

Phillip Island dikenal memiliki karakter cepat dengan perubahan arah dan kondisi angin yang dapat menjadi faktor penting.

Bagi Bezzecchi, variasi karakter sirkuit justru dapat menjadi peluang jika Aprilia mampu mempertahankan performa kompetitif pada berbagai jenis trek.

Namun, rekam jejak masa lalu tidak menjamin hasil musim ini.

Kondisi motor, ban, cuaca, serta performa rival dapat membuat situasi berubah sejak sesi latihan pertama.

Karena itu, modal terbaik Bezzecchi tetap konsistensi.

Sepang menutup rangkaian empat balapan

Malaysia menjadi seri keempat dalam rangkaian Asia-Pasifik tersebut.

Sepang mempunyai lintasan panjang dengan kombinasi tikungan cepat, pengereman keras, serta temperatur tinggi.

Ketika rombongan tiba di Malaysia, gambaran persaingan gelar kemungkinan sudah jauh lebih jelas.

Jika Bezzecchi mampu memangkas jarak di Jepang, Indonesia, dan Australia, Sepang dapat menjadi kesempatan memperkuat posisinya.

Sebaliknya, kehilangan banyak poin dalam tiga balapan sebelumnya akan membuat tugasnya semakin sulit.

Bezzecchi membutuhkan lebih dari podium

Dengan selisih 42 poin dari Martin, finis podium memang penting, tetapi mungkin belum cukup apabila dua rivalnya selalu berada di depan.

Bezzecchi membutuhkan kombinasi dua hal.

Pertama, ia harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin dari Sprint dan Grand Prix.

Kedua, Martin dan Marquez harus kehilangan sebagian poin agar selisih dapat berkurang secara signifikan.

Itulah karakter perebutan gelar ketika tiga pembalap sudah terpisah puluhan poin.

Seorang pembalap dapat tampil sangat baik tetapi jaraknya tidak banyak berubah apabila rivalnya juga terus finis di posisi depan.

Sprint membuat perubahan klasemen bisa berlangsung cepat

Format MotoGP saat ini menyediakan poin pada Sabtu dan Minggu.

Sprint memberikan maksimal 12 poin kepada pemenang, sedangkan Grand Prix memberikan maksimal 25 poin.

Dengan demikian, seorang pembalap dapat mengumpulkan hingga 37 poin dalam satu akhir pekan jika memenangkan keduanya.

Empat akhir pekan Jepang, Indonesia, Australia, dan Malaysia berarti tersedia maksimal 148 poin untuk satu pembalap.

Secara matematis, selisih Bezzecchi masih sangat mungkin berubah.

Tetapi angka maksimum tersebut tidak menggambarkan tingkat kesulitan sebenarnya karena Martin dan Marquez tentu juga akan mengumpulkan poin.

Konsistensi menjadi pekerjaan utama Bezzecchi

Bezzecchi sendiri menempatkan konsistensi sebagai fokus.

Ia ingin kompetitif pada setiap sirkuit dan menjaga dirinya tetap berada dalam persaingan.

Pendekatan itu menjadi semakin penting setelah pengalaman Misano.

Satu gagal finis dapat menghapus keuntungan dari podium yang diraih pada seri sebelumnya.

Sebaliknya, empat akhir pekan tanpa kesalahan besar dapat membawa perubahan signifikan apabila pembalap di depan mengalami masalah.

Karena itu, rangkaian Asia bukan hanya tentang seberapa cepat Bezzecchi.

Fase tersebut akan menguji apakah ia mampu mengubah kecepatan Aprilia menjadi poin secara konsisten ketika tekanan perebutan gelar semakin besar.

Dengan Martin berada 42 poin di depan dan Marquez unggul 30 poin, Bezzecchi masih mempunyai pekerjaan besar.

Namun, empat seri beruntun memberi kesempatan yang cukup untuk membuat jarak tersebut berubah sebelum MotoGP memasuki bagian akhir musim.

Source: MotoGP.com
Tags: Marc MarquezMarco BezzecchiMotoGP 2026

Related Posts

Somkiat Chantra
MOTOGP

Somkiat Chantra Kembali ke MotoGP, Gantikan Joan Mir di Motegi

September 23, 2026
Ilustrasi MotoGP Mandalika 2026
MOTOGP

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Diskon hingga Rp300 Ribu via wondr by BNI

September 24, 2026
Balapan MotoGP di Circuit Ricardo Tormo Valencia
MOTOGP

MotoGP Pastikan Valencia Jadi Seri Penutup Musim 2027, Digelar 26-29 November

September 23, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Somkiat Chantra

Somkiat Chantra Kembali ke MotoGP, Gantikan Joan Mir di Motegi

September 23, 2026
Ilustrasi MotoGP Mandalika 2026

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Diskon hingga Rp300 Ribu via wondr by BNI

September 24, 2026
Mobile Legends Rayakan 10 Tahun

Mobile Legends Rayakan 10 Tahun, Ada Skin Nana Gratis dan Banyak Hadiah

September 5, 2026
Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Agustus 31, 2026
Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max

Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi, Bawa Chip Snapdragon 2 Nm dan Dua Kamera 200 MP

Mark Zuckerberg memperkenalkan Muse Charm di Meta Connect 2026

Meta Perkenalkan Muse Charm, Perangkat AI Mungil yang Mengingatkan pada Tamagotchi

Tim SAR mengevakuasi korban KMP Virgo Transport 8

KMP Virgo Transport 8 Akan Diangkat, Evakuasi Korban Tetap Jadi Prioritas

Marco Bezzecchi mengendarai motor Aprilia MotoGP

Bezzecchi Bidik Momentum Seri Asia untuk Dekati Martin dan Marc Marquez

Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max

Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi, Bawa Chip Snapdragon 2 Nm dan Dua Kamera 200 MP

September 24, 2026
Mark Zuckerberg memperkenalkan Muse Charm di Meta Connect 2026

Meta Perkenalkan Muse Charm, Perangkat AI Mungil yang Mengingatkan pada Tamagotchi

September 24, 2026
Tim SAR mengevakuasi korban KMP Virgo Transport 8

KMP Virgo Transport 8 Akan Diangkat, Evakuasi Korban Tetap Jadi Prioritas

September 24, 2026
Marco Bezzecchi mengendarai motor Aprilia MotoGP

Bezzecchi Bidik Momentum Seri Asia untuk Dekati Martin dan Marc Marquez

September 24, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times