BULATAN TIMES — Perebutan gelar MotoGP 2026 mulai memasuki fase yang semakin menarik. Setelah 13 seri berlalu, Jorge Martin memang masih memimpin klasemen. Namun, jaraknya dengan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi belum terlalu jauh.
Masih ada sembilan balapan yang harus dijalani. Artinya, persaingan menuju gelar juara dunia masih sangat terbuka.
Marc Marquez bahkan baru saja memangkas jarak dengan Martin setelah memenangi MotoGP Aragon. Pembalap Ducati Lenovo itu kini berada di posisi kedua dengan 237 poin, hanya terpaut 19 angka dari Martin.
Dengan situasi tersebut, setidaknya ada tiga nama yang paling layak diperhitungkan dalam perebutan gelar musim ini.
1. Marc Marquez
Marc Marquez kembali menjadi kandidat serius setelah penampilannya di Aragon.
Kemenangan di MotorLand Aragon menjadi kemenangan keempat Marquez sepanjang MotoGP 2026. Hasil tersebut juga memangkas keunggulan Jorge Martin dari sebelumnya 33 poin menjadi hanya 19 poin.
Pengalaman menjadi modal besar bagi pembalap Ducati tersebut. Marquez sudah tujuh kali menjadi juara dunia di kelas MotoGP, sehingga situasi perebutan gelar bukan sesuatu yang asing baginya.
Ada faktor lain yang membuat peluangnya semakin menarik. Seri berikutnya berlangsung di Misano, salah satu sirkuit yang memiliki catatan bagus untuk Marquez.
Ia tercatat sebagai salah satu pembalap paling sukses di trek tersebut. Karena itu, kemenangan di Aragon bisa menjadi momentum penting untuk mengejar Martin dalam sembilan seri terakhir.
2. Jorge Martin
Meski kehilangan cukup banyak poin di Aragon, Jorge Martin masih memegang posisi teratas.
Pembalap Aprilia itu mengoleksi 256 poin, unggul 19 angka dari Marquez dan 24 poin dari Bezzecchi.
Keunggulan tersebut tentu belum aman. Dengan sembilan balapan tersisa, satu hasil buruk saja bisa membuat posisi Martin kembali tertekan.
Namun, Martin punya pengalaman memenangkan gelar MotoGP. Ia merupakan juara dunia kelas premier pada 2024. Pengalaman tersebut bisa menjadi bekal penting ketika persaingan memasuki fase akhir musim.
Tantangannya sekarang adalah menjaga konsistensi. Martin tidak harus selalu menang, tetapi menghindari kehilangan poin dalam jumlah besar akan sangat penting jika ingin mempertahankan posisi teratas.
3. Marco Bezzecchi
Nama berikutnya adalah Marco Bezzecchi.
Pembalap Aprilia tersebut saat ini berada di peringkat ketiga dengan 232 poin. Jaraknya hanya lima poin dari Marquez dan 24 angka dari Martin.
Posisi itu membuat Bezzecchi masih sangat mungkin ikut dalam perebutan gelar. Apalagi, ia sempat memimpin klasemen MotoGP 2026 pada bagian awal musim.
Bezzecchi juga menunjukkan kecepatannya di Aragon. Ia merebut pole position dan kemudian finis ketiga dalam balapan utama. Hasil tersebut memang belum cukup untuk mendekatkannya ke puncak, tetapi tetap menghasilkan poin penting dalam perburuan gelar.
Yang dibutuhkan Bezzecchi sekarang adalah konsistensi. Jika mampu menjaga jarak dengan dua rivalnya dan memanfaatkan setiap kesempatan meraih kemenangan, peluang menuju gelar juara dunia pertamanya masih terbuka.
Sembilan Balapan Jadi Penentu
Persaingan MotoGP 2026 belum bisa dipastikan hanya dari posisi klasemen saat ini.
Martin memang memiliki keuntungan karena berada di puncak. Marquez punya pengalaman dan momentum setelah menang di Aragon. Sementara Bezzecchi masih berada dalam jarak yang memungkinkan untuk mengejar.
Seri berikutnya akan berlangsung di MotoGP San Marino pada 11-13 September 2026. Balapan di Misano menjadi kesempatan bagi ketiga pembalap tersebut untuk kembali mengumpulkan poin penting.
Jika melihat jarak di klasemen, persaingan masih sangat ketat. Marquez hanya membutuhkan 19 poin untuk menyamai posisi Martin, sedangkan Bezzecchi juga belum kehilangan peluang.
Sembilan seri terakhir inilah yang kemungkinan besar akan menentukan siapa yang mampu bertahan di bawah tekanan sampai akhir musim.
Untuk sementara, Jorge Martin masih menjadi pemimpin klasemen, tetapi Marc Marquez dan Marco Bezzecchi terus mengintai.











