Bulatan Times – Para pembalap MotoGP Malaysia 2026 mendapat tiga pilihan ban belakang Michelin untuk menghadapi balapan di Sirkuit Internasional Sepang pada 30 Oktober hingga 1 November. Ketiga pilihan tersebut adalah Soft, Medium, dan Hard.
Alokasi ini berbeda dari biasanya karena Michelin umumnya menyediakan dua spesifikasi ban belakang untuk satu Grand Prix. Kehadiran Medium baru memberikan pilihan tambahan bagi pembalap dan tim dalam menentukan strategi.
Perbedaannya bukan hanya tingkat kelembutan ban. Medium baru memiliki konstruksi simetris, sedangkan Soft dan Hard menggunakan konstruksi asimetris dengan penguatan pada bagian bahu kanan.
Apa Bedanya Ban Soft, Medium, dan Hard?
Ban Soft menggunakan spesifikasi yang sama dengan MotoGP Malaysia 2025. Pilihan ini menawarkan potensi daya cengkeram dan kecepatan tinggi, tetapi pembalap tetap harus memperhatikan keausannya selama balapan.
Pada musim lalu, seluruh pembalap menggunakan ban belakang Soft dalam Sprint maupun Grand Prix Malaysia. Hasil tersebut menjadi salah satu alasan Michelin tetap mempertahankan spesifikasi yang sama pada 2026.
Ban Medium merupakan pilihan baru yang dibawa khusus untuk memperluas alokasi di Sepang. Berbeda dari dua pilihan lainnya, ban ini mempunyai konstruksi simetris atau karakter struktur yang sama pada kedua sisinya.
Piero Taramasso, Manajer Kompetisi Roda Dua Michelin Motorsport, menilai Medium baru memiliki karakter yang cukup baik dalam menghadapi keausan. Namun, kemampuannya di atas aspal Sepang masih perlu dibandingkan langsung dengan pilihan Soft yang telah terbukti bekerja baik pada musim sebelumnya.
Sementara itu, ban Hard sebenarnya berasal dari spesifikasi Medium yang digunakan pada MotoGP Malaysia 2025. Ban tersebut kini menempati posisi paling keras dalam tiga pilihan untuk musim 2026.
Menurut Taramasso, Hard dapat menjadi pilihan ketika suhu lintasan sangat tinggi, terutama jika melampaui 55 derajat Celsius, atau ketika keausan ban menjadi masalah besar.
Soft dan Hard sama-sama memakai konstruksi asimetris dengan bagian bahu kanan yang diperkuat untuk menghadapi beban ketika motor melewati tikungan ke kanan.
Ketiga pilihan tersebut juga dapat dibedakan melalui tanda warna. Soft menggunakan penanda putih, Medium hitam atau tanpa penanda warna, sedangkan Hard menggunakan warna kuning.
Baca Juga: Alex Marquez Jelaskan Tantangan Ban Michelin bagi Ducati di MotoGP Mandalika 2026
Mengapa Michelin Membawa Medium Baru ke Sepang?
Michelin awalnya menyiapkan ban Medium baru karena Sirkuit Sepang direncanakan menjalani pengaspalan ulang pada sebagian besar lintasannya.
Namun, pekerjaan tersebut tidak terlaksana. Balapan MotoGP Malaysia 2026 akhirnya tetap menggunakan permukaan aspal utama yang sama seperti musim sebelumnya.
Meski kondisi lintasan berbeda dari rencana awal, Michelin memutuskan mempertahankan Medium baru setelah membicarakannya dengan tim-tim MotoGP.
Dengan demikian, pembalap memiliki satu pilihan tambahan yang belum tersedia pada GP Malaysia 2025. Keputusan penggunaan ban tersebut tetap bergantung pada kecocokan dengan motor, suhu lintasan, dan kebutuhan selama balapan.
Suhu Tinggi Sepang Bisa Menentukan Pilihan Ban
Sepang memiliki panjang lintasan 5,543 kilometer dengan 15 tikungan, terdiri dari 10 tikungan kanan dan lima tikungan kiri.
Banyaknya tikungan ke kanan menjadi salah satu alasan Michelin memperkuat bahu kanan pada ban belakang Soft dan Hard.
Sirkuit ini juga memiliki karakter aspal yang cukup abrasif dan suhu permukaan lintasan yang bisa melampaui 50 derajat Celsius. Pada Sprint Malaysia 2025, Michelin mencatat suhu lintasan mencapai 55 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat tim perlu mempertimbangkan daya cengkeram, kestabilan performa, dan keausan ban sepanjang perlombaan. Ban yang mampu menghasilkan catatan waktu cepat dalam beberapa putaran belum tentu memberikan hasil serupa ketika digunakan untuk jarak balapan penuh.
Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026: Sprint Sabtu, Balapan Minggu
Selain tiga pilihan ban belakang, Michelin menyediakan dua spesifikasi ban depan untuk lintasan kering, yakni Soft dan Medium. Keduanya menggunakan konstruksi simetris dan merupakan spesifikasi yang sama seperti musim 2025.
Apabila lintasan basah karena hujan, Michelin juga menyediakan ban Power Rain dalam pilihan Soft dan Medium untuk roda depan maupun belakang.





