Bulatan Times – Ducati kembali menghadapi tantangan ban Michelin menjelang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 9–11 Oktober. Ban belakang dengan konstruksi khusus yang digunakan di lintasan tersebut pernah menyulitkan sejumlah pembalap Ducati, meski Marc Marquez baru saja memenangkan Grand Prix Jepang menggunakan ban berkonstruksi lebih keras.
Alex Marquez menilai hasil positif di Motegi tidak bisa langsung dijadikan acuan untuk Mandalika. Pembalap Gresini Racing itu menjelaskan bahwa ban yang disiapkan Michelin untuk kedua sirkuit memiliki karakter berbeda.
Michelin kembali membawa ban belakang dengan struktur karkas yang diperkuat ke Mandalika. Karkas merupakan bagian dalam ban yang menopang bentuk dan kekuatannya. Konstruksi ini disiapkan untuk menghadapi suhu lintasan tinggi dan beban besar ketika motor melaju melalui tikungan cepat.
Alex Marquez Soroti Perbedaan Ban Motegi dan Mandalika
Ducati tampil kuat pada MotoGP Jepang, 4 Oktober 2026. Marc Marquez memenangkan balapan utama dengan menggunakan ban belakang Michelin berkompon Hard atau keras, pilihan yang juga digunakan seluruh pembalap pada balapan tersebut.
Namun, karakter lintasan Motegi berbeda dari Mandalika. Sirkuit Jepang itu baru menjalani pengaspalan ulang, sementara karakter permukaannya membantu pembalap mendapatkan daya cengkeram yang lebih baik.
Alex Marquez menilai kondisi tersebut turut mendukung performa Ducati di Jepang. Ia juga menjelaskan bahwa ban untuk Mandalika memiliki karakter cengkeraman pada bagian tepi yang berbeda dari ban yang dipakai di Austria maupun Motegi.
Daya cengkeram pada bagian tepi ban berpengaruh ketika motor berada dalam posisi miring saat menikung. Karakter tersebut menjadi salah satu hal yang harus disesuaikan dengan setelan motor dan gaya berkendara.
Meski Ducati sempat kesulitan menggunakan konstruksi ban tertentu di Austria, hasil di Motegi menunjukkan bahwa performanya tidak selalu sama pada setiap lintasan.
Baca Juga: MotoGP Indonesia 2026: Marquez Bicara Soal Belum Pernah Finis di Mandalika
Michelin Pertahankan Pilihan Ban Mandalika seperti Tahun Lalu
Untuk MotoGP Indonesia 2026, Michelin menyediakan dua pilihan kompon ban depan, yakni Soft dan Medium, serta dua pilihan ban belakang dengan tingkat kelembutan yang sama.
Kedua pilihan ban belakang menggunakan karkas yang diperkuat untuk menghadapi tekanan suhu tinggi. Bagian sisi kanan ban juga menggunakan kompon lebih keras karena Mandalika memiliki lebih banyak tikungan ke kanan dibandingkan ke kiri.
Piero Taramasso, Manajer Motorsport Roda Dua Michelin, menjelaskan bahwa suhu permukaan lintasan Mandalika pernah mencapai 60 derajat Celsius pada musim lalu.
Kondisi panas, permukaan aspal yang abrasif, dan rangkaian tikungan cepat menjadi alasan Michelin mempertahankan paket ban khusus tersebut untuk musim 2026.
Pilihan kompon tahun ini tidak berubah dari balapan sebelumnya. Pada MotoGP Indonesia 2025, ban Soft bekerja baik dalam Sprint, sedangkan ban Medium menjadi pilihan yang sesuai untuk balapan utama.
Ducati Pernah Kesulitan, tetapi Aldeguer Menang di Mandalika
Hasil MotoGP Indonesia 2025 memperlihatkan bahwa penggunaan karkas khusus tidak selalu menghasilkan performa seragam di antara pembalap Ducati.
Sejumlah pembalap yang menggunakan Desmosedici GP25 kesulitan mendapatkan rasa berkendara dan daya cengkeram yang diinginkan. Namun, Fermin Aldeguer justru memenangkan balapan utama bersama Gresini Racing dengan Ducati GP24.
Aldeguer meraih kemenangan pertamanya di kelas MotoGP setelah mengungguli Pedro Acosta dan Alex Marquez. Pembalap Spanyol itu menggunakan kombinasi ban depan Soft dan belakang Medium.
Marc Marquez sendiri tidak dapat menyelesaikan balapan tersebut akibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada lap pertama, sehingga kegagalannya di Mandalika 2025 tidak bisa dinilai sebagai akibat masalah ban.
Baca Juga: Setelah MotoGP Jepang 2026, Seri Berikutnya Digelar di Mandalika
Menjelang balapan tahun ini, Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, telah memperkirakan akhir pekan yang tidak mudah di Mandalika.
Marc Marquez juga mengakui karakter sirkuit tersebut lebih menguntungkan motor dan pembalap Aprilia. Meski demikian, ia merasa kondisinya sudah membaik dan perubahan setelan motor mulai memberikan hasil positif.
Ducati akan mendapat kesempatan pertama menilai performa ban dan setelan motornya dalam sesi latihan bebas MotoGP Indonesia pada Jumat (9/10/2026) pukul 10.45 WITA atau 09.45 WIB.











