Bulatan Times – Nicolò Bulega akhirnya mendapatkan kesempatan kedua untuk berkarier di MotoGP setelah perjalanan panjang yang membawanya dari Moto3, Moto2, hingga menjadi salah satu pembalap paling dominan di WorldSBK. Pembalap Italia itu resmi bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk musim 2027 dan akan mengendarai Ducati Desmosedici GP.
Bulega akan menjadi rekan setim Fermín Aldeguer. Kepindahan tersebut sekaligus membuatnya kembali ke lingkungan VR46 yang sudah dikenalnya sejak awal karier.
Memulai Karier dari VR46
Bulega mulai mencuri perhatian di ajang balap Eropa ketika tampil di FIM CEV Moto3 Junior World Championship.
Pada 2014, ia meraih dua podium. Setahun kemudian, Bulega berhasil menjadi juara dan membuka jalan menuju kejuaraan dunia Moto3.
Ia kemudian menjalani debut Moto3 bersama Sky Racing Team VR46 pada 2015 sebelum tampil penuh pada musim 2016.
Musim debutnya cukup menjanjikan. Bulega mencatat dua podium dan mengakhiri musim di posisi ketujuh klasemen pembalap.
Setelah beberapa musim di Moto3, VR46 memberinya kesempatan naik ke Moto2 pada 2019.
Perjalanan di Moto2 Tidak Berjalan Mulus
Perpindahan ke Moto2 ternyata tidak menghasilkan perkembangan seperti yang diharapkan.
Bulega hanya mampu meraih hasil terbaik berupa finis ketujuh di Brno pada musim 2019. Pada 2020, ia bergabung dengan Gresini dan bertahan selama dua musim.
Namun, performanya tidak kunjung mencapai level yang diharapkan. Pada akhir Moto2 2021, Bulega hanya menempati posisi ke-26 klasemen.
Kariernya di paddock Grand Prix pun sempat berakhir.
Alih-alih menyerah, Bulega memilih jalur berbeda.
Bangkit di WorldSSP
Pada 2022, Bulega pindah ke WorldSSP bersama Aruba.it Racing dan mengendarai Ducati Panigale V2.
Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam kariernya.
Pada musim debut, Bulega mencatat sembilan podium. Setahun kemudian, performanya meningkat drastis dengan 16 kemenangan dalam satu musim.
Hasil tersebut mengantarkannya menjadi juara WorldSSP 2023 sekaligus membuka jalan menuju WorldSBK.
Langsung Menang di WorldSBK
Bulega kemudian naik ke WorldSBK bersama Ducati pada 2024.
Debutnya langsung mencuri perhatian. Ia memenangkan balapan pertamanya di Phillip Island dan kemudian mengoleksi enam kemenangan sepanjang musim.
Bulega mengakhiri musim debutnya sebagai runner-up WorldSBK.
Musim berikutnya, persaingannya dengan Toprak Razgatlioglu menjadi salah satu cerita utama WorldSBK.
Bulega kembali menunjukkan konsistensi luar biasa dengan 11 kemenangan pada 2025, tetapi lagi-lagi harus puas menjadi runner-up.
2026 Jadi Musim yang Luar Biasa
Setelah Toprak pindah ke MotoGP, Bulega menjadi salah satu pusat perhatian di WorldSBK.
Hasilnya jauh lebih dominan.
Menurut MotoGP, Bulega bahkan mencatat 25 kemenangan beruntun, sebuah rekor yang melampaui catatan sebelumnya dengan selisih 12 kemenangan.
Setelah seri Magny-Cours, catatan Bulega semakin luar biasa. Ia sudah mengoleksi 26 kemenangan dari 27 balapan dan 40 podium beruntun.
Dengan performa tersebut, Bulega semakin dekat dengan gelar juara dunia WorldSBK 2026.
Sudah Mengenal Motor MotoGP
Menariknya, Bulega tidak benar-benar memulai dari nol ketika masuk MotoGP.
Ia sudah dipercaya Ducati sebagai pembalap penguji dan terlibat dalam pengembangan motor MotoGP.
Pada akhir musim 2025, Bulega juga mendapat kesempatan menggantikan Marc Marquez dalam dua balapan bersama Ducati Lenovo Team di Portugal dan Valencia.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting sebelum menjalani debut penuh pada 2027.
Kembali ke VR46
Kepindahan ke VR46 memiliki cerita tersendiri bagi Bulega.
Sebelum masuk Moto3 secara penuh, ia pernah berada di VR46 Riders Academy ketika masih muda. Bahkan debut Moto3-nya sebagai wildcard pada 2015 berlangsung bersama VR46 Racing Team.
Kini, lebih dari satu dekade setelah awal perjalanannya, Bulega kembali ke lingkungan tersebut sebagai pembalap MotoGP penuh waktu.
Bulega juga menyebut MotoGP sebagai sebuah impian yang akhirnya berhasil diwujudkan setelah perjalanan karier yang tidak biasa.
Tantangan Baru Menanti di MotoGP
MotoGP 2027 akan menjadi periode penting karena kelas premier memasuki era regulasi baru.
Motor akan menggunakan mesin 850 cc, sementara Pirelli menjadi pemasok ban MotoGP.
Pengalaman Bulega menggunakan ban Pirelli di WorldSBK bisa menjadi salah satu modal ketika melakukan transisi ke kelas premier. Selain itu, pengalaman menguji Ducati Desmosedici GP juga membuatnya sudah memiliki gambaran mengenai karakter motor MotoGP.
Namun, pengalaman tersebut belum menjamin kesuksesan.
Bulega tetap harus beradaptasi dengan kecepatan, aerodinamika, elektronik, serta persaingan ketat di MotoGP.
Target Bulega di Musim Debut
Bersama VR46, Bulega akan mengisi satu garasi dengan Fermín Aldeguer.
Keduanya akan membentuk line-up baru VR46 untuk musim 2027 setelah Franco Morbidelli meninggalkan tim pada akhir musim 2026.
Bagi Bulega, musim pertamanya bukan hanya soal membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing di MotoGP. Ia juga akan berhadapan dengan sejumlah pembalap yang sudah lebih dulu mengenal karakter kelas premier.
Setelah perjalanan panjang sejak Moto3, Moto2, WorldSSP, hingga WorldSBK, 2027 menjadi kesempatan Bulega untuk akhirnya menetap di kelas tertinggi balap motor dunia.











