Harga tiket pesawat menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berpotensi mengalami kenaikan menjelang MotoGP Mandalika 2026 yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.
Potensi kenaikan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan MotoGP, tetapi juga meningkatnya permintaan kursi penerbangan menuju Lombok. Pemerintah Provinsi NTB menyebut tingkat keterisian sejumlah penerbangan menuju Lombok sudah mendekati 90 persen, sementara ketersediaan kursi pada beberapa jadwal mulai terbatas.
Kondisi itu membuat harga tiket menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena biaya perjalanan udara dapat memengaruhi minat wisatawan untuk datang ke NTB.
Permintaan Penerbangan Mulai Meningkat
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan peningkatan permintaan penerbangan menuju Lombok mulai terlihat dari data pemesanan yang disampaikan sejumlah maskapai.
Menurutnya, pada beberapa penerbangan tingkat keterisian kursi telah mendekati 90 persen. Jika kapasitas tidak ditambah, keterbatasan kursi dapat membuat harga tiket semakin tinggi menjelang puncak penyelenggaraan MotoGP.
Pemerintah daerah karena itu meminta maskapai menambah kapasitas penerbangan sejak lebih awal. Penambahan tersebut tidak hanya melalui penerbangan tambahan menjelang balapan, tetapi juga dengan membuka kapasitas tambahan yang sudah dapat diketahui masyarakat sejak jauh hari.
Langkah ini diharapkan memberi lebih banyak pilihan kepada calon penonton untuk merencanakan perjalanan ke Lombok.
Fuel Surcharge Juga Berubah
Selain faktor permintaan, harga tiket pesawat domestik juga mendapat pengaruh dari perubahan fuel surcharge (FS) atau biaya tambahan bahan bakar.
Suara NTB melaporkan pemerintah pusat kembali menaikkan batas maksimal fuel surcharge penerbangan domestik kelas ekonomi menjadi 40 persen dari Tarif Batas Atas (TBA). Sebelumnya, batas tersebut sempat diturunkan menjadi 30 persen mulai 1 Agustus 2026.
Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar mengatakan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan harga tiket pesawat karena kebijakan tersebut berada di tingkat pusat.
Meski demikian, Pemprov NTB berharap perubahan biaya tersebut tidak mengganggu konektivitas udara menjelang MotoGP.
Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok
Di tengah potensi peningkatan permintaan, sejumlah maskapai juga mulai menambah jadwal penerbangan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid atau BIZAM.
Garuda Indonesia, misalnya, menyiapkan tambahan penerbangan pada periode 8-12 Oktober 2026. Penambahan kapasitas tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang selama periode MotoGP.
Pemprov NTB juga mendorong maskapai tidak hanya mengandalkan extra flight yang baru diumumkan mendekati hari pelaksanaan.
Menurut pemerintah daerah, kepastian kapasitas sejak awal akan membantu masyarakat membeli tiket lebih cepat dan memungkinkan promosi perjalanan dilakukan lebih luas.
Penonton Punya Alternatif Transportasi
Jika harga tiket pesawat semakin tinggi atau kursi penerbangan terbatas, jalur udara bukan satu-satunya pilihan untuk menuju Lombok.
Pemprov NTB menyiapkan alternatif melalui jalur laut. Sejumlah armada dari Surabaya-Lombok dan Bali-Lombok disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi penonton MotoGP.
Ketersediaan transportasi laut tersebut menjadi alternatif terutama bagi wisatawan yang memiliki waktu perjalanan lebih fleksibel.
Namun, calon penonton tetap perlu menghitung total biaya perjalanan, termasuk transportasi dari pelabuhan menuju lokasi penginapan atau Sirkuit Mandalika.
Harga Tiket Bisa Berbeda Setiap Hari
Kenaikan permintaan tidak otomatis membuat semua penerbangan memiliki harga yang sama atau naik pada waktu bersamaan.
Harga tiket pesawat menggunakan sistem dinamis dan dipengaruhi antara lain oleh ketersediaan kursi, tanggal perjalanan, maskapai, kelas penerbangan, serta tingkat permintaan.
Sebagai gambaran, tarif yang ditampilkan Garuda Indonesia untuk rute Jakarta-Lombok pada September 2026 menunjukkan perbedaan harga berdasarkan tanggal. Pada beberapa tanggal, tarif yang tersedia berada di bawah Rp 2 juta, sedangkan tanggal tertentu mendekati Rp 2,5 juta.
Karena itu, calon penonton MotoGP yang sudah memastikan jadwal perjalanan sebaiknya tidak menunggu terlalu lama untuk mulai membandingkan harga.
Jangan Lupa Bandingkan Total Biaya Perjalanan
Mencari tiket pesawat termurah memang penting, tetapi calon penonton juga perlu memperhitungkan seluruh biaya perjalanan.
Tiket yang lebih murah belum tentu menghasilkan biaya perjalanan paling rendah jika harus membayar bagasi tambahan, transportasi dari bandara, atau penginapan dengan harga lebih tinggi.
Pilihan tanggal keberangkatan juga dapat memengaruhi pengeluaran. Jika jadwal memungkinkan, datang lebih awal atau pulang setelah periode puncak MotoGP dapat menjadi pilihan untuk menghindari kepadatan permintaan pada tanggal tertentu.
Dengan semakin dekatnya MotoGP Mandalika 2026, persaingan mendapatkan kursi penerbangan menuju Lombok diperkirakan semakin ketat. Penambahan penerbangan oleh maskapai diharapkan dapat menjaga ketersediaan kursi sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi penonton.
Bagi calon penonton, strategi paling aman adalah mulai memantau harga dari sekarang, membandingkan beberapa tanggal dan maskapai, serta tidak hanya terpaku pada penerbangan langsung.











