Bulatan Times – Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 terus bergerak menjelang balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9–11 Oktober 2026.
Hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 53 persen tiket untuk penonton umum telah terjual. Artinya, sekitar 47 persen dari alokasi tiket umum masih tersedia menjelang kurang dari satu bulan pelaksanaan Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, mengatakan penjualan untuk masyarakat NTB bahkan sudah jauh lebih tinggi.
“Jadi, tiket itu sudah 53% untuk umum, dan tiket untuk KTP NTB sudah 91%,” kata Troy seusai Rapat Persiapan MotoGP di Mataram, Senin (14/9/2026).
Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan perkembangan beberapa hari sebelumnya. Pada 11 September, ITDC mencatat penjualan tiket masih berada di kisaran 50–51 persen.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026: Jadwal, Target Penonton, dan Persiapan Terbaru
Tiket Khusus Warga NTB Hampir Habis
Tingginya penyerapan tiket khusus warga NTB menjadi salah satu indikator kuatnya minat masyarakat lokal terhadap MotoGP Mandalika tahun ini. Dengan penjualan mencapai 91 persen, kuota yang tersedia pada tahap tersebut semakin terbatas.
Penyelenggara membuka kemungkinan penambahan kuota setelah alokasi pertama habis. Langkah tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingginya permintaan dari masyarakat NTB.
Promosi MotoGP Mandalika juga akan diperluas ke sejumlah daerah di luar NTB. Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Timur termasuk wilayah yang dibidik dalam upaya menjaring lebih banyak penonton.
Menurut Troy, skema diskon serupa dengan program untuk warga NTB juga berpeluang diterapkan melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi terkait.
MotoGP Mandalika Digelar 9–11 Oktober
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober. Penyelenggara sebelumnya membuka penjualan tiket secara bertahap, mulai dari Early Bird, Presale 1 hingga Presale 2.
Pada 11 September, ITDC menyebut persiapan penyelenggaraan telah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah pekerjaan masih dilakukan, antara lain renovasi sirkuit serta penambahan fasilitas seperti toilet, perbaikan race control dan camping ground.
Baca Juga: 2.500 Volunteer Dibutuhkan untuk MotoGP Mandalika 2026, Warga NTB Bisa Ikut Mendaftar
Kehadiran pembalap Indonesia juga menjadi salah satu daya tarik pada rangkaian MotoGP Mandalika tahun ini. Mario Aji dijadwalkan tampil di kelas Moto2, sedangkan Veda Ega Pratama berlaga di Moto3.
ITDC sebelumnya menilai kehadiran keduanya ikut mendorong pergerakan penjualan tiket menjelang balapan kandang.
Dampak Ekonomi Ditargetkan Tembus Rp 5 Triliun
Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika tidak hanya dibidik sebagai ajang olahraga internasional. Pemerintah daerah dan penyelenggara juga mengharapkan efek ekonomi dari kedatangan penonton, termasuk terhadap sektor akomodasi, transportasi, pariwisata dan usaha masyarakat.
Troy menyebut dampak ekonomi MotoGP pada 2024 berada di kisaran Rp 2,4 triliun dan meningkat menjadi sekitar Rp 4,9 triliun pada 2025. Untuk penyelenggaraan 2026, ia berharap angkanya dapat mencapai sekitar Rp 5 triliun.
Optimisme tersebut juga didukung minat pembeli tiket dari luar Indonesia. Menurut Troy, permintaan tiket dari pasar internasional tercatat datang hingga Monaco.
Dengan waktu yang masih tersisa sebelum balapan dimulai pada 9 Oktober, pergerakan penjualan tiket menjadi salah satu indikator yang akan terus diperhatikan menjelang MotoGP Mandalika 2026.











