Bulatan Times – Musim debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026 belum berjalan seperti masa-masa terakhirnya di WorldSBK. Setelah bertahun-tahun terbiasa menang dan bertarung dalam perebutan gelar, pembalap Prima Pramac Yamaha itu kini harus kembali menerima hasil di luar 10 besar.
Situasi tersebut membawa ingatannya kembali ke 2018, saat Toprak menjalani musim pertamanya di WorldSBK bersama Kawasaki Puccetti Racing. Ketika itu, ia bahkan sempat bertanya kepada dirinya sendiri apakah masih layak meneruskan karier sebagai pembalap.
Hasil yang terus berada di sekitar posisi 9, 10, dan 12 membuat kepercayaan dirinya menurun. Toprak belum punya kemenangan, belum menjadi juara dunia, dan masih berusaha membuktikan bahwa dirinya bisa bersaing dengan pembalap papan atas.
Delapan tahun kemudian, ia menghadapi tantangan berbeda di MotoGP. Toprak datang dengan status tiga kali juara dunia WorldSBK dan salah satu pembalap tersukses dalam sejarah kejuaraan tersebut. Ekspektasi pun jauh lebih besar.
Podium Donington Mengubah Arah Karier Toprak
Musim pertama Toprak di WorldSBK tidak langsung menghasilkan pencapaian besar.
Ia cukup sering masuk 10 besar, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk menghilangkan keraguan. Toprak mulai merasa mungkin itulah batas kemampuannya.
Perubahan datang di Donington Park pada Mei 2018.
Memulai Race 2 dari posisi ke-10, Toprak perlahan bergerak ke kelompok depan. Ia akhirnya finis kedua dan mencatat podium WorldSBK pertamanya.
Hasil tersebut juga menjadi podium pertama bagi pembalap Turki di kelas WorldSBK.
Bagi Toprak, podium itu jauh lebih berarti daripada sekadar posisi kedua. Ia mulai percaya bahwa dirinya memang mampu bersaing dengan para pembalap teratas.
Kariernya kemudian bergerak cepat. Setahun setelah podium Donington, kemenangan pertama WorldSBK akhirnya datang.
Toprak meninggalkan Kawasaki dan bergabung dengan Yamaha sebelum menjadi juara dunia pada 2021. Perjalanannya berlanjut bersama BMW, tempat ia kembali merebut gelar pada 2024 dan 2025.
Ketika meninggalkan WorldSBK untuk menuju MotoGP, Toprak membawa catatan 78 kemenangan, 173 podium, dan tiga gelar dunia.
Pengalaman itu membuat musim 2026 terasa berbeda dibanding masa sulitnya delapan tahun lalu. Kini ia sudah tahu seperti apa rasanya berada di posisi teratas.
Baca Juga: Toprak Targetkan Finis 10 Besar di MotoGP 2026
MotoGP Membawa Tantangan yang Berbeda
Toprak sejauh ini masih berusaha menembus 10 besar bersama Prima Pramac Yamaha.
Finis di posisi 15, 18, atau 12 terasa lebih sulit diterima setelah beberapa musim sebelumnya dihabiskan dengan mengejar kemenangan.
Hasil terbaiknya masih berada di posisi ke-11.
Adaptasi Toprak juga berlangsung ketika Yamaha menjalani perubahan teknis besar. YZR-M1 menggunakan mesin V4 pada musim 2026, sehingga bukan hanya dirinya yang sedang mempelajari lingkungan baru.
Karakter motor MotoGP juga berbeda dari superbike yang sudah lama ia kenal.
Ban menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Toprak masih kesulitan mendapatkan keuntungan maksimal dari ban belakang soft. Saat memakai medium dalam balapan, ia merasa lebih mudah menemukan ritme dan membaca perilaku motor. Ban soft yang seharusnya memberikan grip lebih besar justru belum selalu bisa dimanfaatkan dengan baik.
Kesulitan itu terlihat jelas di GP Austria.
Toprak menjalani salah satu balapan paling berat dalam kariernya. Kondisi grip membuatnya kehilangan kepercayaan diri dan kesulitan membawa motor sesuai keinginannya.
Ia bahkan sempat mempertimbangkan masuk pit dan menghentikan balapan.
Toprak akhirnya tetap menyelesaikannya. Baginya, menuntaskan lomba juga menjadi bentuk penghormatan kepada Yamaha dan seluruh orang yang bekerja bersamanya.
Baca Juga: Nicolò Bulega Menuju MotoGP 2027, Klaim Gaya Balapnya Lebih Cocok dari Toprak
Pengalaman 2018 Jadi Pegangan di Musim Rookie
Perbedaan terbesar antara Toprak pada 2018 dan sekarang adalah pengalaman.
Delapan tahun lalu, ia belum mengetahui apakah suatu hari bisa menjadi pembalap pemenang. Sekarang Toprak sudah melewati puluhan kemenangan, tiga gelar dunia, pergantian pabrikan, dan berbagai kondisi sulit dalam kariernya.
Pengalaman Donington membuatnya tahu satu hasil bagus dapat mengubah arah musim.
Target Toprak untuk sisa MotoGP 2026 juga belum muluk. Ia masih memburu finis 10 besar pertamanya sebelum musim berakhir.
Prima Pramac Yamaha sudah memastikan Toprak tetap bersama tim pada 2027. Musim tersebut akan membawa perubahan besar untuk seluruh grid karena MotoGP memasuki era mesin 850cc dan berpindah dari Michelin ke Pirelli.
Perubahan pemasok ban memberi Toprak sedikit modal pengalaman. Ia menggunakan Pirelli selama bertahun-tahun di WorldSBK, termasuk ketika merebut tiga gelar dunia.
Meski begitu, MotoGP 2027 tetap akan menjadi tantangan baru. Motor berubah, regulasi berubah, dan seluruh pembalap harus memulai adaptasi terhadap paket teknis yang berbeda.
Toprak akan memasuki musim keduanya bersama Pramac dengan satu tahun pengalaman MotoGP di belakangnya dan lingkungan teknis yang ikut berubah untuk seluruh grid.










