Bulatan Times – Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mengirim pesan WhatsApp, menonton video, membaca berita, bermain game online hingga membuka media sosial semuanya membutuhkan internet.
Namun, apa sebenarnya internet?
Secara sederhana, internet adalah jaringan besar yang menghubungkan komputer dan perangkat di berbagai belahan dunia sehingga mereka dapat saling bertukar data.
Ponsel di Bogor, misalnya, dapat terhubung dengan sebuah server yang berada ribuan kilometer jauhnya hanya dalam hitungan detik. Prosesnya terlihat sederhana di layar pengguna, tetapi di belakangnya ada banyak sistem yang bekerja hampir bersamaan.
Apa Itu Internet?
Internet dapat dibayangkan sebagai jaringan yang menghubungkan banyak jaringan lain.
Komputer, ponsel, server perusahaan, pusat data hingga berbagai perangkat pintar dapat terhubung melalui infrastruktur internet dan berkomunikasi menggunakan standar yang sama.
Mozilla menjelaskan internet pada dasarnya merupakan jaringan besar komputer yang saling berkomunikasi. Internet juga menjadi infrastruktur yang memungkinkan berbagai layanan digital bekerja, termasuk World Wide Web.
Jadi, internet bukan hanya Google, Instagram, YouTube, Tiktok atau situs web.
Layanan email, panggilan internet, game online, penyimpanan cloud dan banyak layanan digital lainnya juga berjalan menggunakan internet.
Internet dan Web Ternyata Berbeda
Internet dan web sering disebut seolah-olah merupakan hal yang sama.
Padahal keduanya berbeda.
Internet adalah jaringan dan infrastruktur yang menghubungkan perangkat.
Sedangkan World Wide Web atau web adalah salah satu layanan yang berjalan di atas internet. Web terdiri dari situs dan halaman yang dapat kita buka menggunakan browser seperti Chrome, Firefox, Edge atau Safari.
Dengan kata lain, internet bisa diibaratkan sebagai jaringan jalan, sedangkan situs web merupakan salah satu jenis tempat yang dapat dicapai melalui jalan tersebut.
Tanpa internet, browser tidak dapat mengambil halaman web dari server yang berada di jaringan lain.
Bagaimana Internet Bekerja?
Bayangkan Anda mengetik alamat sebuah situs di browser.
Contohnya:
bulatantimes.com
Setelah tombol Enter ditekan, browser tidak langsung mengetahui begitu saja tempat situs tersebut berada.
Ada beberapa proses yang terjadi dalam waktu sangat singkat.
1. Perangkat Terhubung ke Internet
Pertama, ponsel atau komputer harus mempunyai koneksi.
Koneksi bisa berasal dari jaringan seluler, Wi-Fi rumah, kantor atau jaringan lainnya.
Pada koneksi rumah, perangkat biasanya terhubung ke router. Router kemudian meneruskan lalu lintas ke penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP).
Dari sana, permintaan dapat diteruskan melalui berbagai jaringan hingga mencapai tujuan.
2. DNS Mencari Alamat Server
Manusia lebih mudah mengingat nama seperti bulatantimes.com dibandingkan deretan angka.
Komputer membutuhkan alamat yang disebut IP address untuk mengetahui ke mana data harus dikirim.
Di sinilah Domain Name System atau DNS bekerja.
DNS menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP yang dapat digunakan komputer untuk menemukan server tujuan. ICANN menggambarkan DNS seperti buku alamat internet: pengguna cukup mengingat nama domain, sementara sistem mencari alamat IP yang sesuai.
Cloudflare juga menjelaskan proses serupa. Ketika browser ingin membuka sebuah domain, informasi DNS membantu browser mengetahui server mana yang harus dihubungi.
Sederhananya:
Nama domain → DNS → alamat IP → server tujuan
Tanpa DNS, pengguna kemungkinan harus mengingat alamat IP setiap situs yang ingin dikunjungi.
3. Browser Mengirim Permintaan ke Server
Setelah mengetahui alamat server, browser mengirim permintaan.
Dalam aktivitas web, komunikasi ini umumnya menggunakan HTTP atau HTTPS.
Permintaan tersebut kurang lebih berarti:
“Saya ingin membuka halaman ini.”
Server kemudian menerima permintaan tersebut dan menentukan respons yang harus diberikan.
Jika halaman tersedia dan permintaan dapat diproses, server mengirimkan data yang diperlukan kembali ke perangkat pengguna.
Mozilla menjelaskan pola ini sebagai hubungan client dan server. Browser dan perangkat pengguna bertindak sebagai client, sedangkan komputer yang menyediakan situs atau aplikasi bertindak sebagai server.
4. Data Tidak Dikirim sebagai Satu Bongkahan Besar
Ketika sebuah halaman berisi teks, gambar dan berbagai komponen lain dikirim melalui internet, datanya tidak harus bergerak sebagai satu file besar dari awal hingga akhir.
Data dapat dibagi menjadi bagian-bagian kecil yang disebut packet atau paket data.
Paket-paket tersebut dikirim melalui jaringan menuju perangkat tujuan, kemudian data disusun kembali agar dapat digunakan.
Konsep ini membuat pengiriman data melalui jaringan menjadi lebih fleksibel. Mozilla menjelaskan file sebuah halaman web dikirim melalui koneksi internet sebagai potongan-potongan kecil yang kemudian dirangkai kembali oleh perangkat pengguna.
Proses tersebut berlangsung sangat cepat sehingga pengguna biasanya tidak menyadarinya.
- Baca Juga: Apa Itu Dark Web?
5. Browser Menampilkan Halaman
Setelah data sampai, browser mulai mengolahnya.
Sebuah situs web umumnya terdiri dari berbagai komponen seperti HTML, CSS, JavaScript, gambar, font dan file lainnya.
Browser membaca berbagai file tersebut, kemudian menyusunnya menjadi halaman yang akhirnya terlihat di layar.
Itulah sebabnya ketika koneksi lambat, terkadang teks muncul terlebih dahulu sementara gambar menyusul beberapa saat kemudian. Tidak semua bagian halaman selalu selesai dikirim pada waktu yang persis sama.
Dari Indonesia ke Server Luar Negeri, Data Lewat Mana?
Internet bukan sesuatu yang mengambang di udara.
Sebagian besar lalu lintas internet tetap membutuhkan infrastruktur fisik.
Data dapat melewati router, jaringan operator, pusat data, kabel serat optik hingga kabel bawah laut yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Wi-Fi dan jaringan seluler memang mengirimkan data secara nirkabel pada sebagian perjalanan. Namun, setelah mencapai infrastruktur operator, data biasanya melanjutkan perjalanannya melalui jaringan kabel dan sistem jaringan lainnya.
Karena itu, membuka sebuah situs yang servernya berada di negara lain bisa membuat data melewati banyak perangkat jaringan sebelum mencapai tujuannya.
Semua proses tersebut dapat terjadi dalam sepersekian detik.
Apa Itu IP Address?
IP address atau alamat IP dapat dianggap sebagai alamat yang digunakan perangkat di jaringan.
Alamat inilah yang membantu data menuju lokasi yang tepat.
ICANN menjelaskan perangkat yang terhubung ke internet menggunakan alamat Internet Protocol untuk dapat dikenali di jaringan. DNS kemudian membantu manusia menggunakan nama domain yang lebih mudah diingat daripada alamat tersebut.
Saat ini terdapat dua versi IP yang banyak dikenal, yaitu IPv4 dan IPv6.
IPv4 menggunakan format alamat yang lebih pendek, sedangkan IPv6 menyediakan ruang alamat yang jauh lebih besar untuk menampung pertumbuhan jumlah perangkat yang terhubung ke internet.
Lalu Apa Fungsi Router?
Router bertugas membantu mengarahkan lalu lintas data.
Di rumah, router memungkinkan beberapa perangkat menggunakan satu koneksi internet. Ponsel, laptop, televisi pintar dan perangkat lain dapat terhubung ke router yang sama.
Dalam skala internet yang lebih besar, terdapat banyak router yang membantu menentukan jalur agar paket data bisa mencapai jaringan tujuan.
Itulah salah satu alasan internet sering disebut network of networks, atau jaringan dari banyak jaringan.
Tidak ada satu komputer pusat yang menyimpan atau mengendalikan seluruh isi internet.
Kenapa Internet Bisa Terasa Lambat?
Kecepatan membuka sebuah layanan tidak hanya ditentukan paket internet yang digunakan.
Banyak hal dapat memengaruhinya.
Kualitas jaringan lokal, kepadatan jaringan operator, jarak menuju server, kondisi server tujuan, rute yang dilalui data hingga ukuran halaman atau file yang dimuat dapat ikut menentukan waktu yang dibutuhkan.
Itulah sebabnya dua situs yang dibuka menggunakan koneksi sama bisa mempunyai kecepatan berbeda.
Website juga dapat menggunakan Content Delivery Network atau CDN untuk menyimpan salinan konten di lokasi yang lebih dekat dengan pengguna. Tujuannya antara lain mengurangi jarak yang harus ditempuh data untuk konten tertentu.
Gambaran Sederhana Saat Membuka Website
Jika diringkas, proses ketika seseorang membuka sebuah situs kira-kira seperti ini:
Pengguna mengetik alamat website
↓
DNS mencari alamat IP
↓
Browser terhubung ke server
↓
Browser meminta halaman
↓
Server mengirim data
↓
Data melewati jaringan internet
↓
Browser menerima dan memproses data
↓
Website muncul di layar
Semua tahapan tersebut biasanya terjadi sangat cepat. Bagi pengguna, prosesnya sering hanya terlihat sebagai jeda singkat setelah sebuah alamat diketik atau tautan disentuh.
Internet yang kita gunakan setiap hari pada akhirnya bekerja berkat banyak sistem berbeda yang saling terhubung. Nama domain memudahkan manusia menemukan layanan, DNS menghubungkannya dengan alamat IP, jaringan mengantarkan data, server menyediakan informasi, dan browser mengubah data tersebut menjadi halaman yang bisa dibaca.
Sumber: Mozilla Developer Network (MDN), Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), Cloudflare











