Bulatan Times – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengikuti prosesi penanaman pohon pada KTT ke-18 BRICS di India. Kegiatan simbolik ini berlangsung di pelataran Bharat Mandapam New Delhi pada Sabtu (12/9/2026) waktu setempat.
Kepala negara bergabung bersama para pemimpin dunia menanam bibit pohon banyan secara serentak. Aksi kolektif ini mencerminkan komitmen bersama negara-negara berkembang memperkuat kerja sama pelestarian lingkungan hidup dan aksi iklim global.
Aksi Simbolik Prabowo Tanam Pohon Banyan di Bharat Mandapam
Prabowo memegang sekop kecil lalu menimbun tanah ke lubang tanam pohon banyan hijau. Kepala negara kemudian menyiramkan air segar ke pangkal batang bibit pohon yang baru tertanam.
Perdana Menteri India Narendra Modi mendampingi langsung para delegasi kepala negara dalam prosesi tersebut. Agenda penanaman pohon ini berlangsung hangat selepas sesi foto bersama para pemimpin negara anggota.
Suasana akrab menyelimuti interaksi Presiden Prabowo dengan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Xi Jinping. Para pemimpin saling berbincang santai di sela-sela kegiatan sambil meninjau penataan lanskap hijau arena pertemuan.
“Penanaman pohon banyan mencerminkan komitmen kuat kepemimpinan BRICS menjaga bumi bagi generasi mendatang,” tulis rilis resmi Presiden RI.
Makna Filosofis Pohon Nasional India untuk Keberlanjutan Iklim
Pohon banyan atau beringin India memegang kedudukan terhormat sebagai pohon nasional negara tuan rumah. Tanaman rimbun ini melambangkan daya tahan tinggi, umur panjang, serta keteduhan bagi makhluk hidup.
Akar gantung pohon banyan yang kokoh menembus tanah menyimbolkan stabilitas fondasi pertumbuhan peradaban manusia. Dalam pandangan Indonesia, pohon beringin juga menyimbolkan kekuatan persatuan dan pengayoman seluruh rakyat.
Aksi bersama ini menggarisbawahi tekad negara-negara selatan dunia mengatasi dampak nyata krisis iklim. Para pemimpin sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi modern tidak boleh mengorbankan keseimbangan ekosistem bumi.
Upaya mitigasi pemanasan global menuntut langkah nyata melalui program penghijauan lahan secara berkelanjutan.
Kehangatan Diplomasi dan Komitmen Masa Depan Hijau BRICS
Diplomasi lingkungan menjadi sarana efektif mencairkan ketegangan geopolitik di panggung internasional. Melalui aksi menanam pohon, para pemimpin mengirimkan pesan persahabatan tulus lintas benua kepada masyarakat dunia.
KTT BRICS 2026 menegaskan transisi energi hijau harus berjalan adil bagi negara berkembang. Negara-negara maju wajib memfasilitasi pendanaan iklim dan alih teknologi ramah lingkungan tanpa syarat diskriminatif.
Indonesia terus mendorong kemitraan global di sektor reboisasi hutan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Hutan tropis Nusantara memegang peranan krusial sebagai paru-paru dunia penyerap emisi karbon bumi.
Prabowo memastikan langkah pembangunan ekonomi nasional akan selalu selaras dengan prinsip kelestarian alam. Kehadiran aktif Indonesia di New Delhi memperkuat posisi strategis kepemimpinan bangsa di mata dunia.











