Bulatan Times – Pengerjaan proyek AI Campus 2 atau CGK4 milik BDx Data Centers di Jatiluhur, Purwakarta, dihentikan sementara sejak Senin, 28 September 2026. Penghentian dilakukan setelah proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau Amdal dan Persetujuan Bangunan Gedung belum selesai.
Proyek tersebut baru menjalani peletakan batu pertama pada 22 September. BDx merencanakan kawasan data center dengan kapasitas IT hingga 640 megawatt yang dibangun bertahap melalui enam gedung. Gedung pertama dirancang memiliki kapasitas hingga 120 MW dan sebelumnya ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada awal 2027.
Angka 640 MW merupakan kapasitas pengembangan seluruh kampus, bukan konsumsi listrik yang sudah digunakan saat ini. Kawasan itu juga telah memperoleh dukungan kapasitas jaringan listrik 845 MVA dari PLN.
Baca Juga: GPT-6 Astra Resmi Meluncur, Apa Bedanya dengan ChatGPT Sebelumnya?
Pembangunan menunggu izin selesai
Pengerjaan dihentikan sampai izin yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta selesai diterbitkan.
Amdal dan PBG masih dalam proses ketika proyek telah memasuki tahap pembangunan awal. Pemprov Jawa Barat meminta seluruh persyaratan tersebut diselesaikan sebelum pekerjaan dilanjutkan. Pihak BDx juga disebut menyatakan kesediaannya memenuhi ketentuan yang diminta.
Dengan kondisi tersebut, penghentian saat ini bersifat sementara. Belum ada tanggal baru untuk dimulainya kembali pekerjaan fisik karena kelanjutannya bergantung pada penyelesaian proses perizinan.
Kebutuhan air ikut diperiksa
Selain izin, kebutuhan air proyek menjadi perhatian karena pusat data skala besar memerlukan sistem pendinginan untuk menjaga server bekerja pada suhu yang aman.
Dalam pengembangan penuh, kebutuhan air BDx diproyeksikan dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau sekitar 0,4 meter kubik per detik. Jika digunakan pada tingkat tersebut secara penuh, volumenya setara sekitar 33.000 meter kubik per hari.
Angka itu tidak berlaku sejak tahap awal. Kebutuhan awal disebut sekitar 6.000 meter kubik per hari dan kemudian meningkat mengikuti perkembangan fasilitas. Kebutuhan maksimum 384 liter per detik baru diproyeksikan tercapai secara bertahap dalam rentang lima hingga sepuluh tahun.
Pasokan air direncanakan melalui PDAM Purwakarta dengan sumber dari sistem Jatiluhur, bukan diambil langsung oleh BDx dari Perum Jasa Tirta II. Dedi Mulyadi meminta kecukupan pasokan dihitung sejak awal agar tambahan kebutuhan industri tidak mengurangi alokasi yang sudah digunakan masyarakat dan sektor pertanian.
Pemprov sebut alokasi masih mencukupi
Penjelasan teknis Pemprov Jawa Barat menyebut alokasi Sistem Penyediaan Air Minum untuk Kabupaten Purwakarta dari Waduk Jatiluhur mencapai 3 meter kubik per detik.
Dengan proyeksi maksimum kebutuhan BDx sekitar 0,4 meter kubik per detik, pemerintah daerah menyatakan pasokan tersebut masih dapat dipenuhi tanpa mengganggu kebutuhan air bersih dan irigasi. Klaim itu tetap menjadi bagian dari proses evaluasi proyek dan tidak menghapus kewajiban penyelesaian Amdal.
Dedi juga meminta proses Amdal dibuka secara transparan agar masyarakat dapat mengetahui dasar kajian lingkungan, termasuk pihak yang terlibat dalam penyusunannya. Permintaan itu muncul di tengah perhatian terhadap besarnya skala proyek serta penggunaan air dalam jangka panjang.
Baca Juga: OpenAI Rilis Dots, Asisten AI yang Bisa Bekerja di Latar Belakang
Kampus AI dibangun bertahap selama sekitar tiga tahun
BDx merancang CGK4 sebagai kampus pusat data untuk kebutuhan komputasi AI berdensitas tinggi. Enam gedung akan dibangun dan dioperasikan secara bertahap dalam periode sekitar tiga tahun.
Gedung pertama menggunakan teknologi pendinginan cair langsung ke chip atau direct-to-chip liquid cooling. Sistem ini dirancang untuk menangani rak komputasi dengan kebutuhan daya tinggi, hingga sekitar 500 kilowatt per rak.
Sampai izin yang dipersoalkan selesai, pengerjaan proyek tetap dihentikan sementara. Belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan target operasional gedung pertama setelah penghentian tersebut.











