Bulatan times – Belakangan ini, candied salmon atau salmon candy sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Candied salmon merupakan olahan salmon yang dimasak dengan teknik pengasapan (smoked) dan diberi lapisan manis seperti madu, gula merah, atau maple syrup untuk menghasilkan tekstur seperti permen lunak.
Rasa dan tekstur candied salmon yang unik (tekstur lengket, karamel, manis-gurih, dan memiliki aroma asap yang khas) menjadikan candied salmon sebagai makanan viral di akhir tahun 2025, khususnya di platform Tiktok.
Para Influencer berlomba-lomba membuat salmon candy versi mereka sendiri mengikuti resep yang banyak beredar di internet untuk menarik para audiens.
Namun, tidak sedikit dari mereka yang salah dan gagal dalam membuat candied salmon yang memang pengolahannya cukup tricky.
Konsumsi candied salmon dengan pengolahan yang tidak tepat dapat tentu saja sangat membahayakan tubuh.
Hal tersebut disebabkan karena candied salmon dibuat menggunakan salmon mentah, apabila proses pengolahan tersebut gagal maka salmon menjadi tidak fresh untuk dikonsumsi dan sangat berbahaya bagi tubuh.
Bahaya Konsumsi Salmon yang Tidak Fresh
Berikut ini merupakan beberapa bahaya dari konsumsi salmon yang tidak fresh bagi kesehatan tubuh:
1. Anisakiasis
Konsumsi salmon mentah dalam keadaan tidak fresh dapat menyebabkan tubuh mengalami infeksi anisakiasis (cacing herring / cacing gelang).
Cacing gelang kerap kali terdapat di dalam daging salmon yang tidak fresh.
Mengonsumsi cacing kecil ini bisa mengakibatkan nyeri abdomen yang sangat, rasa mual, dan muntah hanya dalam beberapa jam setelah pengonsumsian.
Lebih jauh lagi, apabila parasit cacing tak dapat dikeluarkan melalui batuk atau mual, mereka memiliki potensi untuk menembus dinding usus. Kondisi ini dapat memicu reaksi imun di area lokal atau menyebabkan peradangan pada usus.
2. Salmonella
Salmonella merupakan jenis bakteri yang sangat umum terdapat di dalam protein hewani yang dalam kondisi tidak segar.
Infeksi Salmonella pada tubuh dapat menyebabkan berbagai gejala seperti diare, demam, dan kram perut.
Umumnya, gejala akibat infeksi bakteri salmonella muncul dalam satu hingga tiga hari setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri ini.
3. Listeriosis
Listeriosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes, bakteri ini dapat ditemui pada makanan laut yang belum dimasak serta susu dan produk susu yang belum dipasteurisasi.
Gejala yang timbul akibat infeksi ini dapat berupa gejala ringan seperti demam dan diare dan dapat juga menjadi serius seperti leher kaku dan kebingungan.
Apabila infeksi ini merambah ke sistem saraf, dapat memicu kondisi meningitis, yang merupakan peradangan pada lapisan otak dan sumsum tulang belakang.
Lebih lanjut, infeksi bakteri ini pada ibu hamil dapat berisiko menyebabkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, atau infeksi berat pada bayi.
4. Vibrio
Infeksi bakteri Vibrio parahaemolyticusberkaitan erat dengan konsumsi ikan dan kerang mentah, atau setengah matang.
Oleh karena itu, konsumsi candied salmon dengan pengolahan yang tidak tepat sangat berpotensi menyababkan terjadinya infeksi bakteri ini.
Infeksi ini memiliki gejala seperti diare (termasuk diare berdarah), kram perut, mual, muntah, sakit kepala, demam, dan kedinginan.
Bahkan gejala yang terjadi dapat menjadi parah pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.
Konsumsi makanan, khsuusnya untuk protein hewani yang belum matang sempurna memang harus sangat berhati-hati.
Kelalaian dalam mengonsumsi makanan mentah/ tidak fresh dapat membahayakan tubuh dan mengancam kesehatan.
Konsumsi candied salmon yang sedang viral saat ini boleh saja anda lakukan, namun anda harus sangat memastikan bahwa proses pengolahannya benar dan candied salmon yang anda makan benar-benar aman untuk menghindari berbagai resiko kesehatan yang dapat terjadi.






