16 °c
Frankfurt am Main
16 ° Sen
14 ° Sel
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home HEALTH

Sering Tidur Larut Malam Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Kebiasaan tidur larut yang membuat waktu tidur berkurang atau jadwal menjadi tidak teratur dapat memengaruhi konsentrasi, metabolisme, suasana hati, dan kesehatan jantung.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
8 jam ago
in HEALTH
0
Ilustrasi perempuan kelelahan duduk di tempat tidur pada larut malam

Ilustrasi kebiasaan tidur larut malam yang dapat memengaruhi kesehatan. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

0
SHARES
9
VIEWS

Bulatan Times – Tidur larut sesekali tidak serta-merta membuat seseorang sakit. Masalah biasanya muncul ketika kebiasaan tersebut membuat waktu tidur berkurang, jadwal tidur berubah-ubah, atau tubuh harus beraktivitas pada jam yang tidak selaras dengan ritme biologisnya.

Bagi orang dewasa, kebutuhan tidur tidak sama persis pada setiap orang. Namun, American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan orang dewasa tidur setidaknya sekitar tujuh jam per malam secara teratur untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi tubuh.

Jika tidur larut membuat durasi tidur terus berkurang, efeknya tidak hanya berupa rasa kantuk pada pagi hari. Kurang tidur yang berlangsung berulang dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, metabolisme, hingga kesehatan jantung.

Baca Juga: Tidur Pakai Bantal atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Baik untuk Leher?

Konsentrasi dan Reaksi Bisa Menurun

Salah satu efek yang paling cepat terasa adalah menurunnya kemampuan untuk fokus.

Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih lambat bereaksi, lebih sulit mengambil keputusan, dan lebih mudah melakukan kesalahan. Kekurangan tidur juga dapat mengganggu kemampuan belajar, mengingat informasi, memecahkan masalah, dan mengendalikan emosi.

Dampak ini penting diperhatikan pada orang yang harus mengemudi, mengoperasikan alat, atau bekerja dengan tingkat konsentrasi tinggi.

Bahkan kehilangan sekitar satu sampai dua jam tidur selama beberapa malam berturut-turut dapat membuat fungsi harian menurun secara nyata.

Mood Lebih Mudah Terganggu

Tidur juga berperan dalam pengaturan emosi.

Kurang tidur yang berlangsung berulang dikaitkan dengan meningkatnya stres, sulit mengendalikan emosi, serta gejala kecemasan dan depresi. Tinjauan ilmiah terbaru juga menemukan hubungan konsisten antara kurang tidur dengan kecemasan, gangguan regulasi emosi, dan gejala depresi.

Waktu tidur yang terlalu larut juga mendapat perhatian tersendiri. Studi terhadap lebih dari 73 ribu orang dewasa menemukan pola tidur larut berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih buruk, terlepas dari kecenderungan seseorang sebagai tipe pagi atau malam. Temuan ini menunjukkan bahwa waktu tidur itu sendiri dapat ikut berpengaruh, bukan hanya total jam tidur.

Risiko Metabolik Bisa Meningkat

Kurang tidur memengaruhi cara tubuh mengatur energi.

Kekurangan tidur dapat mengubah hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kurang tidur juga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap insulin sehingga kadar gula darah lebih mudah meningkat.

Dalam jangka panjang, bukti dari berbagai systematic review dan meta-analisis menunjukkan kurang tidur berkaitan dengan risiko lebih tinggi terhadap obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolik lainnya.

Hubungan tersebut bukan berarti tidur larut otomatis menyebabkan diabetes atau obesitas. Berat badan, pola makan, aktivitas fisik, genetik, dan kondisi kesehatan lain tetap memiliki peran besar.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Jantung dan Tekanan Darah Ikut Terpengaruh

Tidur membantu tubuh menjalankan proses pemulihan yang penting bagi jantung dan pembuluh darah.

Kurang tidur kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan stroke. Review terbaru mengenai kurang tidur juga menemukan hubungan yang konsisten dengan berbagai gangguan kardiometabolik.

Waktu mulai tidur juga mungkin berperan. Sebuah studi UK Biobank terhadap lebih dari 100 ribu peserta menemukan waktu mulai tidur yang sangat larut dikaitkan dengan insiden penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang mulai tidur pada kisaran pukul 22.00–22.59. Namun, studi tersebut bersifat observasional sehingga tidak membuktikan bahwa jam tidur tertentu secara langsung menyebabkan penyakit jantung.

Jadwal Tidur yang Berantakan Juga Bermasalah

Masalah tidur bukan hanya soal jumlah jam.

Jadwal tidur yang terus berubah dari hari ke hari dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang membantu mengatur kapan tubuh merasa mengantuk, terjaga, lapar, dan menjalankan berbagai fungsi hormonal.

Systematic review pada 2025 menemukan bahwa jadwal tidur yang lebih tidak teratur secara konsisten berkaitan dengan gejala depresi dan kecemasan yang lebih tinggi, indeks massa tubuh lebih tinggi, resistensi insulin, hipertensi, dan kejadian kardiovaskular.

Karena itu, tidur cukup tetapi selalu berpindah-pindah jam setiap malam belum tentu memberikan manfaat yang sama dengan tidur cukup pada jadwal yang relatif konsisten.

Daya Tahan Tubuh Bisa Menurun

Tidur juga berperan dalam respons imun.

Kekurangan tidur berkepanjangan dapat mengubah kemampuan sistem pertahanan tubuh dalam melawan kuman dan penyakit. Orang yang kurang tidur juga dapat lebih sulit mempertahankan respons tubuh yang optimal terhadap infeksi.

Efek ini merupakan salah satu alasan mengapa pemulihan dan tidur yang cukup penting ketika tubuh sedang sakit.

Tidak Ada Jam Tidur yang Sama untuk Semua Orang

Tidak ada satu jam tidur yang pasti ideal untuk setiap orang.

Kebutuhan tidur dipengaruhi usia, aktivitas, kondisi kesehatan, pekerjaan, serta ritme tubuh masing-masing. Yang lebih penting adalah mendapatkan durasi tidur yang cukup, menjaga jadwal yang relatif konsisten, dan memastikan tidur terasa memulihkan.

Jika seseorang harus tidur lebih larut karena pekerjaan, risiko dapat dikurangi dengan menjaga total durasi tidur, menghindari perubahan jadwal ekstrem, dan mempertahankan waktu bangun yang sebisa mungkin konsisten.

Keluhan seperti sulit tidur selama berbulan-bulan, kantuk berat pada siang hari, mendengkur keras disertai henti napas, atau sering tertidur saat mengemudi perlu diperiksa lebih lanjut karena dapat mengarah pada gangguan tidur yang membutuhkan penanganan.

Related Posts

Ilustrasi dokter menjelaskan obat kepada pasien pria saat konsultasi
HEALTH

Apakah Obat Kuat Bisa Bertahan Lama? Ini Penjelasan Ahli

Oktober 4, 2026
Ilustrasi tenaga medis membandingkan sampel Influenza A dan Influenza B
HEALTH

Perbedaan Influenza A dan B, Mana yang Lebih Berisiko?

September 29, 2026
Ilustrasi kiwi, apel, prune, oatmeal, sayuran hijau dan kopi
HEALTH

7 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu BAB Lebih Lancar

September 27, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ilustrasi emas batangan dan pergerakan harga emas

Harga Emas Hari Ini 3 Oktober 2026: Antam Rp.2.576.000, Buyback Turun Rp.6.000

Oktober 3, 2026
Kereta Api Nusantara Explorer milik KAI

Harga Nusantara Explorer, Rute, Fasilitas dan Cara Naik Kereta Wisata Premium KAI

September 29, 2026
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Sehari Setelah Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati-Pamen, 19 Kapolda Berganti

Oktober 3, 2026
Ilustrasi perempuan kelelahan duduk di tempat tidur pada larut malam

Sering Tidur Larut Malam Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Oktober 3, 2026
Ilustrasi OpenAI memberi notifikasi keamanan kepada lebih dari 100 organisasi terkait aktivitas agen AI

OpenAI Beri Notifikasi ke Lebih dari 100 Organisasi soal Aktivitas Agen AI yang Keluar Batas

Ilustrasi dokter menjelaskan obat kepada pasien pria saat konsultasi

Apakah Obat Kuat Bisa Bertahan Lama? Ini Penjelasan Ahli

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memberikan keterangan

BGN Siap Putus Kerja Sama Yayasan yang Tarik Setoran dari Mitra Dapur MBG

Stadion AC Milan

Ambrosini Yakin Ramos Makin Tajam, Pulisic Jadi Solusi AC Milan

Ilustrasi OpenAI memberi notifikasi keamanan kepada lebih dari 100 organisasi terkait aktivitas agen AI

OpenAI Beri Notifikasi ke Lebih dari 100 Organisasi soal Aktivitas Agen AI yang Keluar Batas

Oktober 4, 2026
Ilustrasi dokter menjelaskan obat kepada pasien pria saat konsultasi

Apakah Obat Kuat Bisa Bertahan Lama? Ini Penjelasan Ahli

Oktober 4, 2026
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono memberikan keterangan

BGN Siap Putus Kerja Sama Yayasan yang Tarik Setoran dari Mitra Dapur MBG

Oktober 4, 2026
Stadion AC Milan

Ambrosini Yakin Ramos Makin Tajam, Pulisic Jadi Solusi AC Milan

Oktober 3, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times