17 °c
Columbus
15 ° Sab
15 ° Ming
Jumat, September 25, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home HEALTH

Mengenal Etomidate, Obat Anestesi yang Berbahaya jika Disalahgunakan

Etomidate digunakan dalam dunia medis untuk induksi anestesi, tetapi penyalahgunaannya melalui vaporizer dapat menimbulkan gangguan kesadaran dan risiko kesehatan.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
2 jam ago
in HEALTH
0
Ilustrasi etomidate sebagai obat anestesi dalam lingkungan medis

Ilustrasi etomidate sebagai obat anestesi yang penggunaannya memerlukan pengawasan tenaga medis. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

0
SHARES
6
VIEWS

Bulatan Times – Etomidate belakangan mendapat perhatian setelah obat anestesi ini ditemukan disalahgunakan melalui vaporizer. Zat yang seharusnya digunakan dalam tindakan medis itu dapat memengaruhi kesadaran dan sistem saraf sehingga pemakaiannya membutuhkan pengawasan tenaga kesehatan.

Dalam dunia medis, etomidate bukan obat terlarang yang sejak awal dibuat untuk penggunaan rekreasional. Obat ini merupakan anestesi intravena kerja singkat yang digunakan untuk membantu menginduksi anestesi umum, terutama ketika pasien akan menjalani prosedur tertentu.

Karakter kerjanya yang cepat menjadi salah satu alasan etomidate digunakan dalam anestesi. Namun, efek yang sama membuat penggunaan di luar lingkungan medis membawa risiko berbeda karena tidak ada pengaturan dosis, pemantauan kondisi pasien, maupun kesiapan menangani komplikasi.

Persoalan menjadi semakin serius ketika etomidate ditemukan dalam cairan atau pod vaporizer ilegal. Health Sciences Authority (HSA) Singapura mencatat kasus penyalahgunaan semacam itu dan meningkatkan penindakan terhadap peredaran produk yang mengandung etomidate.

Etomidate digunakan untuk menginduksi anestesi

Etomidate bekerja menekan aktivitas sistem saraf pusat sehingga dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dengan cepat.

Dalam penggunaan medis, obat diberikan melalui intravena oleh tenaga kesehatan. Pasien berada dalam kondisi terpantau sehingga tekanan darah, pernapasan, denyut jantung dan respons tubuh dapat diawasi.

Etomidate terutama dikenal sebagai agen untuk induksi anestesi, bukan obat yang digunakan seseorang secara mandiri untuk menenangkan diri atau memperoleh sensasi tertentu.

Perbedaan konteks tersebut penting. Obat yang memiliki kegunaan medis tetap dapat berbahaya apabila digunakan dengan cara, dosis atau tujuan yang tidak sesuai.

Efek yang dapat terjadi dalam penggunaan etomidate antara lain gerakan otot yang tidak terkendali atau myoclonus, mual, muntah dan nyeri pada tempat suntikan. Etomidate juga dapat menekan produksi hormon adrenal untuk sementara.

Risiko inilah yang menjadi salah satu alasan pemberian obat perlu mempertimbangkan kondisi pasien dan dilakukan dalam pengawasan medis.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Mengapa etomidate dalam vaporizer berbahaya?

Penyalahgunaan melalui vaporizer menghilangkan berbagai pengamanan yang ada dalam penggunaan medis.

Pengguna tidak mempunyai kepastian mengenai konsentrasi zat dalam cairan, jumlah yang masuk ke tubuh, maupun kandungan lain yang mungkin terdapat dalam produk ilegal.

Efek pada sistem saraf juga dapat mengganggu kemampuan seseorang mengendalikan tubuh dan menilai keadaan di sekitarnya.

Kasus di Singapura menunjukkan risiko tersebut bukan sekadar kemungkinan teoritis. Pada Agustus 2026, seorang pria yang terlibat kecelakaan lalu lintas diketahui positif etomidate melalui tes urine dan mengaku menggunakan vaporizer etomidate pada pagi sebelum kecelakaan. Kasus kecelakaan dan dugaan peredaran pod kemudian diperiksa oleh otoritas setempat.

Temuan itu tidak berarti setiap kecelakaan pada pengguna etomidate otomatis disebabkan zat tersebut. Namun, gangguan kesadaran dan koordinasi menjadi alasan penggunaan zat psikoaktif ketika berkendara atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan sangat berbahaya.

Produk vaporizer ilegal juga tidak dapat diperlakukan seperti sediaan etomidate yang digunakan rumah sakit. Komposisi, konsentrasi dan proses pembuatannya tidak berada dalam pengawasan klinis yang sama.

Kasus vaporizer etomidate meningkat menjadi perhatian

Singapura menjadi salah satu negara yang menghadapi peredaran etomidate melalui vaporizer secara cukup luas.

Pada Januari hingga Maret 2026, HSA mencatat 377 orang terkait pelanggaran penggunaan vaporizer etomidate. Pada kuartal kedua, April hingga Juni, jumlah yang tercatat menjadi 457 orang.

Penindakan juga menemukan produk dalam jumlah besar.

Pada Agustus 2026, petugas menyita 12.415 pod vaporizer saat pemeriksaan sebuah kendaraan di Woodlands Checkpoint. Pengujian laboratorium memastikan pod yang disita mengandung etomidate. HSA menyebutnya sebagai penyitaan pod etomidate terbesar yang mereka tangani hingga saat itu.

Kasus lain masih ditemukan pada September. HSA pada 22 September mengumumkan perkara seorang pria yang diduga memperdagangkan pod vaporizer etomidate setelah petugas melakukan operasi di Bukit Batok.

Data tersebut berasal dari Singapura dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan besarnya penyalahgunaan etomidate di Indonesia. Namun, rangkaian kasus menunjukkan bagaimana obat anestesi dapat dialihkan dari fungsi medisnya dan digunakan sebagai zat psikoaktif melalui produk ilegal.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Imbauan Kemenkes

Efeknya bukan sekadar membuat mengantuk

Menganggap etomidate hanya menyebabkan kantuk dapat mengecilkan risikonya.

Efek terhadap sistem saraf dapat menyebabkan kebingungan, hilangnya koordinasi dan perubahan tingkat kesadaran. Ketika zat dikonsumsi melalui produk ilegal, risiko semakin sulit diperkirakan karena dosis yang masuk ke tubuh tidak terkontrol seperti dalam prosedur anestesi.

Penggunaan etomidate juga berkaitan dengan supresi adrenal. Obat dapat menghambat enzim yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan kortisol.

Dalam praktik medis, efek tersebut sudah menjadi bagian dari pertimbangan dokter ketika menentukan penggunaan etomidate. Penggunaan berulang atau penyalahgunaan di luar pengawasan medis membawa situasi yang berbeda karena paparan tidak lagi mengikuti kebutuhan anestesi.

Karena itu, adanya fungsi medis tidak dapat dijadikan alasan bahwa etomidate aman untuk digunakan sendiri.

Jika menemukan orang dengan gangguan kesadaran

Seseorang yang mengalami penurunan kesadaran, kejang, kesulitan bernapas, atau perilaku tidak normal setelah menggunakan vaporizer atau zat yang tidak diketahui membutuhkan pertolongan medis.

Informasi mengenai produk atau zat yang diduga digunakan sebaiknya disampaikan kepada tenaga kesehatan apabila diketahui. Hal tersebut dapat membantu proses penilaian dan penanganan.

Jangan mencoba memberikan obat lain untuk “menetralisir” efek tanpa arahan tenaga medis.

Etomidate sendiri tetap mempunyai tempat dalam praktik kedokteran. Persoalannya bukan keberadaan obat tersebut, melainkan penggunaan di luar indikasi dan pengawasan medis serta peredarannya melalui produk ilegal yang kandungan dan dosisnya tidak dapat dipastikan.

Source: Health Sciences Authority

Related Posts

Ilustrasi anak beristirahat saat mengalami gejala influenza ditemani orang tua
HEALTH

Influenza A pada Anak Perlu Diwaspadai, IDAI Ingatkan Risiko Komplikasi

September 25, 2026
Ilustrasi kebiasaan yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi
HEALTH

3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

September 23, 2026
Ilustrasi medis kista pada ovarium
HEALTH

Bahaya Kista Ovarium dan Cara Mengurangi Risikonya, Apa Bisa Dicegah?

September 14, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ilustrasi build Dyrroth tersakit 2026 Mobile Legends

Build Dyrroth Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo

September 22, 2026
Ilustrasi KRL Jogja-Solo di Stasiun Yogyakarta

Jadwal KRL Jogja-Solo 25–27 September 2026 dari Tugu hingga Palur

September 25, 2026
Presiden Prabowo Subianto berdiskusi dengan akademisi terkait penanganan lahan gambut dan potensi karhutla di Istana Merdeka

Usai Bertemu Pakar Gambut, Prabowo Setujui Pembentukan BPGMN

September 25, 2026
Ilustrasi pengguna melepas baterai portabel dari sepeda motor listrik

Motor Listrik Pakai Baterai Lepas Lebih Praktis? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

September 25, 2026
Ilustrasi balapan MotoGP di sirkuit pesisir Mandalika

Kalender MotoGP 2027 Resmi Dirilis, Mandalika Digelar 29–31 Oktober

Ilustrasi pengguna melepas baterai portabel dari sepeda motor listrik

Motor Listrik Pakai Baterai Lepas Lebih Praktis? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Ilustrasi etomidate sebagai obat anestesi dalam lingkungan medis

Mengenal Etomidate, Obat Anestesi yang Berbahaya jika Disalahgunakan

Ilustrasi bendera Inggris dan Spanyol menjelang pertandingan UEFA Nations League

Prediksi Inggris vs Spanyol 27 September 2026: Ujian Berat Three Lions di Wembley

Ilustrasi balapan MotoGP di sirkuit pesisir Mandalika

Kalender MotoGP 2027 Resmi Dirilis, Mandalika Digelar 29–31 Oktober

September 25, 2026
Ilustrasi pengguna melepas baterai portabel dari sepeda motor listrik

Motor Listrik Pakai Baterai Lepas Lebih Praktis? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

September 25, 2026
Ilustrasi etomidate sebagai obat anestesi dalam lingkungan medis

Mengenal Etomidate, Obat Anestesi yang Berbahaya jika Disalahgunakan

September 25, 2026
Ilustrasi bendera Inggris dan Spanyol menjelang pertandingan UEFA Nations League

Prediksi Inggris vs Spanyol 27 September 2026: Ujian Berat Three Lions di Wembley

September 25, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times