17 °c
Columbus
18 ° Rab
22 ° Kam
Selasa, September 29, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home HEALTH

Perbedaan Influenza A dan B, Mana yang Lebih Berisiko?

Influenza A memiliki potensi pandemi lebih besar, tetapi Influenza B juga dapat menyebabkan penyakit berat. Risiko komplikasi bergantung pada virus dan kondisi pasien.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
2 jam ago
in HEALTH
0
Ilustrasi tenaga medis membandingkan sampel Influenza A dan Influenza B

Ilustrasi perbandingan Influenza A dan Influenza B. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

0
SHARES
5
VIEWS

Bulatan Times – Influenza A dan Influenza B sama-sama menjadi penyebab flu musiman pada manusia. Gejalanya pun sering sulit dibedakan hanya dari keluhan yang dirasakan, karena keduanya dapat menyebabkan demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

Meski terdengar mirip, kedua virus ini memiliki karakter yang berbeda. Influenza A mempunyai variasi virus yang lebih luas dan menjadi tipe yang berpotensi memicu pandemi, sedangkan Influenza B terutama beredar sebagai influenza musiman pada manusia.

Lalu, apakah itu berarti Influenza A selalu lebih berbahaya? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Baca Juga: Influenza A pada Anak Perlu Diwaspadai, IDAI Ingatkan Risiko Komplikasi

Influenza A Memiliki Banyak Subtipe

Influenza A dibagi berdasarkan dua protein pada permukaan virus, yaitu hemaglutinin atau H dan neuraminidase atau N. Dua subtipe yang saat ini rutin beredar pada manusia adalah A(H1N1) dan A(H3N2).

Virus Influenza A juga ditemukan pada sejumlah hewan. Kemampuannya mengalami perubahan genetik dan pertukaran materi genetik membuat tipe ini mempunyai potensi menghasilkan virus baru yang sangat berbeda dari virus yang sebelumnya beredar pada manusia.

Karakter tersebut membuat Influenza A menjadi satu-satunya tipe influenza yang diketahui dapat menyebabkan pandemi. Pandemi H1N1 pada 2009 merupakan salah satu contohnya, dan keturunan virus tersebut masih beredar sebagai influenza musiman sampai sekarang.

Influenza A juga tidak mempunyai tingkat keparahan yang sama pada setiap subtipe. Sejumlah penelitian sebelumnya menemukan musim yang didominasi A(H3N2) dapat memberikan beban rawat inap dan kematian yang lebih tinggi dibanding beberapa musim influenza lainnya. Namun, pola itu tidak berarti setiap pasien yang terkena Influenza A pasti mengalami penyakit yang lebih berat.

Influenza B Bukan Flu Ringan

Berbeda dengan Influenza A, Influenza B tidak dibagi menjadi subtipe H dan N. Virus ini diklasifikasikan berdasarkan garis keturunan atau lineage.

Dalam beberapa tahun terakhir, B/Victoria menjadi garis keturunan Influenza B yang masih terdeteksi. WHO menyatakan tidak ada kasus alami B/Yamagata yang tercatat sejak Maret 2020, sehingga komponen tersebut tidak lagi dinilai perlu dalam rekomendasi vaksin influenza trivalen untuk musim 2026.

Walaupun tidak memiliki potensi pandemi seperti Influenza A, Influenza B tetap tidak boleh dianggap sebagai flu yang selalu ringan.

Infeksi Influenza B dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat. Pada anak-anak, terutama mereka yang masih kecil atau memiliki penyakit tertentu, komplikasi serius tetap dapat terjadi. Tinjauan mengenai Influenza B pada anak menunjukkan penyakit ini dapat memberikan beban klinis yang cukup besar meskipun sebagian besar kasus pada anak sehat bersifat ringan sampai sedang.

Jadi, Mana yang Lebih Berisiko?

Jika dilihat dari risiko bagi populasi secara luas, Influenza A mempunyai potensi yang lebih besar karena dapat membentuk subtipe baru dan menyebabkan pandemi.

Namun, jika yang dinilai adalah risiko pada satu pasien, tidak tepat menyimpulkan Influenza A pasti lebih berat daripada Influenza B.

Sebuah tinjauan sistematis yang membandingkan Influenza A dan B menemukan hanya sedikit perbedaan konsisten dalam gambaran klinis dan tingkat keparahan. Para peneliti menyimpulkan bahwa tipe atau subtipe virus bukan satu-satunya penentu apakah seseorang akan mengalami penyakit berat.

Risiko komplikasi justru sangat dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, kehamilan, daya tahan tubuh, serta adanya penyakit kronis.

Anak berusia di bawah lima tahun, terutama yang berusia kurang dari dua tahun, orang berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung, paru-paru, diabetes, gangguan ginjal, atau sistem imun yang lemah termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi influenza.

Baca Juga: Mengenal Etomidate, Obat Anestesi yang Berbahaya jika Disalahgunakan

Gejalanya Sulit Dibedakan Tanpa Pemeriksaan

Influenza A dan B dapat menimbulkan gejala yang sangat mirip. Demam yang muncul mendadak, batuk, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, pilek, serta rasa lelah merupakan keluhan yang umum pada influenza musiman.

Karena kemiripan tersebut, jenis influenza tidak dapat dipastikan hanya dari gejala. Pemeriksaan laboratorium diperlukan jika dokter memang membutuhkan identifikasi virus untuk pertimbangan diagnosis atau penanganan.

Sebagian besar orang dapat pulih tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, influenza juga dapat berkembang menjadi pneumonia, memperburuk penyakit kronis, atau menyebabkan komplikasi lain pada kelompok rentan.

Orang yang termasuk kelompok berisiko tinggi dan mulai mengalami gejala influenza dianjurkan menghubungi tenaga kesehatan lebih awal. Obat antivirus memberikan manfaat terbesar ketika diberikan sejak awal penyakit pada pasien yang memang mempunyai indikasi.

Vaksin Tetap Melindungi dari Influenza A dan B

Vaksin influenza musiman dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap virus Influenza A dan B yang diperkirakan beredar pada suatu musim.

Untuk vaksin influenza trivalen musim 2026 di belahan bumi selatan, WHO merekomendasikan komponen A(H1N1)pdm09, A(H3N2), dan Influenza B dari lineage Victoria. Komposisi vaksin influenza diperbarui secara berkala karena virus terus mengalami perubahan.

Selain vaksinasi, mengurangi kontak ketika sedang sakit, menjaga kebersihan tangan, serta menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin tetap membantu mengurangi penularan influenza.

Source: WHO, CDC

Related Posts

Ilustrasi kiwi, apel, prune, oatmeal, sayuran hijau dan kopi
HEALTH

7 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu BAB Lebih Lancar

September 27, 2026
Ilustrasi ponsel untuk mengakses aplikasi Mobile JKN
HEALTH

Cara Daftar Mobile JKN Lewat HP, Bedakan Registrasi Akun dan Peserta Baru

September 27, 2026
Ilustrasi etomidate sebagai obat anestesi dalam lingkungan medis
HEALTH

Mengenal Etomidate, Obat Anestesi yang Berbahaya jika Disalahgunakan

September 25, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jorge Martin dan Marc Marquez di podium MotoGP

Klasemen MotoGP 2026 Jelang Motegi: Martin Unggul 12 Poin atas Marc Marquez

September 28, 2026
Jadwal MotoGP Misano 2026

Jadwal MotoGP Misano 2026 Waktu Indonesia dan Siaran Langsung

September 2, 2026
Hero Layla Mobile Legends

Build Layla Tersakit 2026: Item, Emblem, dan Tips Savage Mobile Legends

Agustus 29, 2026
Infografik klasemen medali Asian Games 2026 dengan Indonesia di posisi 15

Klasemen Medali Asian Games 2026 Terbaru: Indonesia Posisi 15, Koleksi 27 Medali

September 28, 2026
Ilustrasi keuangan negara dan pembahasan APBN 2027 di ruang parlemen

APBN 2027 Resmi Disahkan, Pertumbuhan Dipatok 6 Persen dan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS

Pemain Manchester City saat pertandingan

Kasus Finansial Manchester City Masuk Tahap Banding, Hukuman Bisa Denda hingga Pengurangan Poin

Ilustrasi teknisi memasang kamera CCTV di area lembaga pemasyarakatan

Dirjenpas Sebut Anggaran CCTV Lapas-Rutan 2026 Tak Tersedia, Pemasangan Masih Swadaya

Ilustrasi tenaga medis membandingkan sampel Influenza A dan Influenza B

Perbedaan Influenza A dan B, Mana yang Lebih Berisiko?

Ilustrasi keuangan negara dan pembahasan APBN 2027 di ruang parlemen

APBN 2027 Resmi Disahkan, Pertumbuhan Dipatok 6 Persen dan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS

September 29, 2026
Pemain Manchester City saat pertandingan

Kasus Finansial Manchester City Masuk Tahap Banding, Hukuman Bisa Denda hingga Pengurangan Poin

September 29, 2026
Ilustrasi teknisi memasang kamera CCTV di area lembaga pemasyarakatan

Dirjenpas Sebut Anggaran CCTV Lapas-Rutan 2026 Tak Tersedia, Pemasangan Masih Swadaya

September 29, 2026
Ilustrasi tenaga medis membandingkan sampel Influenza A dan Influenza B

Perbedaan Influenza A dan B, Mana yang Lebih Berisiko?

September 29, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times