Bulatan Times – Rendang khas Padang membutuhkan waktu, tetapi proses memasaknya tidak rumit jika dilakukan bertahap. Daging dimasak bersama santan dan rempah sampai cairannya menyusut, bumbu mengental, lalu berubah semakin gelap dan melekat pada daging.
Memasak rendang berbeda dengan membuat gulai yang masih menyisakan banyak kuah. Api tidak perlu terlalu besar. Waktu justru dibutuhkan agar santan, bumbu, dan daging matang bersama tanpa bagian bawah cepat gosong.
Resep berikut menghasilkan sekitar 6–8 porsi.
Baca Juga: 10 Makanan Khas Indonesia yang Wajib Dicoba, dari Rendang hingga Sate Lilit
Bahan rendang
Bahan utama:
- 1 kg daging sapi, potong menjadi sekitar 18–20 bagian
- 2 liter santan dari sekitar 2 butir kelapa
- 2 batang serai, memarkan
- 4 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun kunyit, simpulkan
- 2 buah asam kandis
- Garam secukupnya
Bumbu halus:
- 150 gram cabai merah keriting
- 12 butir bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 4 cm jahe
- 4 cm lengkuas
- 3 cm kunyit
- 1 sendok teh ketumbar
Jumlah cabai dapat disesuaikan dengan tingkat pedas yang diinginkan. Untuk karakter rendang yang lebih dekat dengan masakan Minang, santan segar lebih ideal karena lemaknya membantu membentuk tekstur bumbu saat dimasak lama.
Cara membuat rendang khas Padang
Masukkan santan ke wajan atau panci berdasar tebal. Tambahkan bumbu halus, serai, daun jeruk, daun kunyit, dan asam kandis. Masak dengan api sedang sambil diaduk perlahan sampai santan panas dan bumbu tercampur rata.
Masukkan potongan daging. Setelah mendidih, kecilkan api dan lanjutkan memasak. Aduk dari dasar wajan secara berkala agar santan tidak pecah berlebihan dan bumbu tidak menempel lalu gosong.
Pada tahap awal, kuah masih terlihat seperti gulai. Jangan terburu-buru menaikkan api untuk mempercepat penyusutan.
Setelah cairan mulai berkurang, santan akan semakin kental dan minyak perlahan keluar. Pengadukan perlu lebih sering pada tahap ini karena bumbu mulai berat dan mudah menempel di dasar wajan.
Teruskan memasak dengan api kecil. Warna bumbu akan berubah dari kemerahan menjadi cokelat tua, sementara minyak dari santan semakin terlihat. Daging juga mulai terlapisi bumbu yang pekat.
Tambahkan garam secukupnya menjelang bumbu semakin kering, lalu koreksi rasa.
Rendang bisa diangkat ketika bumbu sudah berwarna cokelat gelap, berminyak, dan melekat pada daging. Untuk hasil yang lebih kering dan gelap, lanjutkan memasak dengan api kecil sambil terus diawasi.
Keseluruhan proses dapat memakan waktu beberapa jam, tergantung lebar wajan, jumlah santan, ukuran potongan daging, dan besar api. Karena itu, kondisi bumbu lebih tepat dijadikan patokan daripada terpaku pada satu durasi.
Baca Juga: Cara Memasak Daging agar Tetap Empuk dan Tidak Alot
Supaya daging empuk dan bumbu tidak gosong
Gunakan potongan daging yang cukup besar. Daging akan menyusut selama dimasak sehingga potongan yang terlalu kecil lebih mudah hancur sebelum rendang mencapai tahap akhir.
Wajan lebar membantu penguapan berlangsung lebih merata. Setelah santan mengental, jangan meninggalkan rendang terlalu lama tanpa diaduk. Bumbu yang sudah pekat dapat cepat menempel di bagian bawah.
Api kecil juga penting pada fase akhir. Membesarkan api memang mempercepat cairan menguap, tetapi risiko bumbu hangus meningkat sementara bagian dalam daging belum tentu mencapai tekstur yang diinginkan.
Rendang yang baru matang dapat didiamkan sebentar sebelum disajikan. Sajikan bersama nasi putih hangat, daun singkong rebus, atau sambal hijau sesuai selera.











