Bulatan Times – Ketan durian bisa dibuat di rumah dengan memadukan ketan putih yang pulen dan kuah santan bercampur daging durian. Tambahan gula merah dan daun pandan membuat kuahnya terasa manis, gurih, serta harum.
Ada dua bagian yang perlu diperhatikan saat membuat hidangan ini. Ketan harus matang sampai bagian tengahnya lembut, sementara kuah durian dimasak dengan api kecil agar santan tidak pecah dan teksturnya tetap halus.
Untuk mendapatkan rasa durian yang lebih terasa, sebagian daging buah bisa dihaluskan bersama kuah. Sisanya dibiarkan dalam potongan agar masih terasa saat disantap.
Resep berikut menghasilkan sekitar empat porsi.
Baca Juga: Resep Es Durian Tanpa Santan, Creamy dan Segar dengan Kuah Susu
Bahan Ketan Durian
Bahan ketan:
- 250 gram beras ketan putih
- 175 ml santan encer atau sedang
- 1 lembar daun pandan, simpulkan
- 1/4 sendok teh garam
- Air secukupnya untuk merendam ketan
Bahan kuah durian:
- 250 gram daging durian matang tanpa biji
- 300 ml santan sedang
- 60 gram gula merah, sisir halus
- 1 lembar daun pandan, simpulkan
- Sejumput garam
- Sedikit air jika diperlukan untuk melarutkan gula merah
Jumlah gula bisa disesuaikan dengan rasa durian. Jika buahnya sudah sangat manis, gunakan gula lebih sedikit terlebih dahulu.
Cara Membuat Ketan Durian
1. Rendam dan Kukus Beras Ketan
Cuci beras ketan sampai bersih, kemudian rendam dalam air selama sekitar satu hingga dua jam. Setelah itu, tiriskan.
Panaskan kukusan hingga airnya mendidih. Masukkan beras ketan, lalu kukus sekitar 15–20 menit sampai butirannya mulai mengembang dan setengah matang.
Sementara ketan dikukus, panaskan 175 ml santan bersama garam dan daun pandan menggunakan api kecil. Aduk sesekali sampai santan panas, lalu matikan api.
Pindahkan ketan yang sudah dikukus ke dalam wadah. Tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai merata.
Diamkan sekitar 10 menit agar santan terserap.
Kembalikan ketan ke kukusan, kemudian masak lagi sekitar 20–25 menit atau sampai seluruh butirannya matang dan lembut.
Periksa bagian tengah ketan sebelum diangkat. Jika masih terasa keras, lanjutkan mengukus beberapa menit sampai matang.
2. Buat Kuah Santan Durian
Pisahkan sekitar 150 gram daging durian, kemudian haluskan menggunakan garpu. Sisakan sekitar 100 gram dalam bentuk potongan sebagai pelengkap.
Masukkan gula merah ke dalam panci bersama sedikit air. Panaskan sampai gula larut. Jika terdapat endapan atau kotoran, saring larutan gula sebelum digunakan.
Tambahkan santan, daun pandan, dan sejumput garam ke dalam panci.
Masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan. Setelah kuah mulai panas, masukkan durian yang sudah dihaluskan.
Aduk sampai daging durian menyatu dengan santan. Biarkan kuah mendidih perlahan selama beberapa menit sampai seluruh bahan matang dan teksturnya sedikit lebih pekat.
Masukkan sisa potongan durian menjelang akhir memasak. Aduk sebentar, kemudian cicipi.
Jika rasanya sudah cukup manis, kuah tidak perlu ditambah gula lagi. Matikan api setelah kuah matang.
3. Sajikan Ketan Bersama Kuah Durian
Ambil ketan yang sudah matang, kemudian letakkan di dalam mangkuk atau piring saji.
Tuangkan kuah durian secukupnya di atas ketan. Tambahkan potongan daging durian yang tersisa di dalam kuah.
Ketan durian dapat dinikmati selagi hangat. Jika lebih menyukai sajian dingin, ketan dan kuah bisa didinginkan terlebih dahulu di lemari pendingin sebelum disatukan saat akan dimakan.
Baca Juga: Cara Membuat Kolak Durian yang Legit dan Creamy, Cocok Disajikan Hangat atau Dingin
Tips agar Ketan Pulen dan Kuah Durian Tidak Pecah
Pilih beras ketan yang baik. Gunakan beras ketan putih dengan butiran utuh dan tidak banyak tercampur beras biasa. Perendaman sebelum dikukus membantu air masuk ke dalam butiran ketan sehingga proses pematangannya lebih merata.
Jangan menuangkan santan terlalu banyak sekaligus. Ketan yang sudah dikukus setengah matang perlu diberi waktu untuk menyerap santan. Jika masih terdapat cairan berlebih, aduk perlahan dan biarkan beberapa saat sebelum kembali dikukus.
Gunakan api kecil saat memasak kuah. Santan yang dipanaskan terlalu kuat lebih mudah mengalami pemisahan lemak dan cairan. Aduk secara perlahan agar kuah tetap tercampur rata.
Sesuaikan gula dengan kematangan durian. Setiap buah memiliki tingkat kemanisan berbeda. Mencicipi kuah sebelum menambah pemanis membantu menjaga agar rasa durian tidak tertutup gula.
Sisakan potongan durian. Menghaluskan seluruh daging buah membuat kuah lebih seragam. Jika ingin mendapatkan tekstur durian dalam setiap suapan, biarkan sebagian daging buah tetap utuh.
Cara Menyimpan Ketan Durian yang Tersisa
Ketan durian paling praktis disajikan sesaat setelah selesai dimasak. Namun, jika masih ada sisa, pisahkan ketan dan kuah santan ke dalam wadah tertutup.
Ketan matang tidak boleh dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Dinginkan dengan cepat, idealnya dalam satu jam, lalu masukkan ke lemari pendingin. Untuk penyimpanan yang lebih aman, ketan sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 24 jam dan dipanaskan kembali hingga benar-benar panas.
Kuah durian juga perlu segera didinginkan dan disimpan dalam lemari pendingin. Hindari membiarkan kuah santan berada di meja selama berjam-jam karena termasuk makanan yang mudah rusak.
Jika ingin menghangatkan kembali kuahnya, gunakan api kecil sambil diaduk perlahan agar santan tetap tercampur rata.











