Bulatan Times – Spageti carbonara ala rumahan bisa dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan seperti susu cair, telur, smoked beef, dan keju. Teksturnya tetap creamy selama saus tidak dimasak terlalu lama dengan api besar.
Kunci utamanya justru ada pada tahap akhir. Campuran telur dan keju sebaiknya masuk setelah api dimatikan, lalu segera diaduk bersama pasta panas. Panas dari spageti membantu mengentalkan saus tanpa membuat telur menggumpal.
Resep berikut menghasilkan sekitar 2–3 porsi.
Baca Juga: Resep Ayam Saus Mentega, Gurih Manis dan Cocok untuk Menu Rumahan
Bahan Spageti Carbonara
- 200 gram spageti
- 4 lembar smoked beef, potong kecil
- 2 kuning telur
- 150 ml susu cair full cream
- 50 gram keju cheddar parut
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1/4 buah bawang bombai, cincang
- 1 sendok makan mentega
- 1/2 sendok teh lada hitam
- Garam secukupnya
- 100–150 ml air rebusan pasta
- Parsley kering atau segar secukupnya, opsional
Cara Membuat Spageti Carbonara
Rebus spageti dalam air mendidih yang sudah diberi sedikit garam. Masak sampai al dente, yaitu matang tetapi masih terasa sedikit kenyal saat digigit.
Sebelum ditiriskan, ambil sekitar satu gelas air rebusan pasta. Air ini mengandung pati dan dapat membantu saus menyatu lebih baik dengan spageti.
Dalam mangkuk terpisah, campurkan kuning telur, sebagian keju parut, dan lada hitam. Aduk sampai rata lalu sisihkan.
Panaskan mentega di wajan dengan api sedang. Tumis bawang putih dan bawang bombai sampai harum dan mulai layu.
Masukkan smoked beef, lalu masak sampai permukaannya sedikit kecokelatan.
Tuang susu cair dan aduk dengan api kecil. Jangan biarkan susu mendidih terlalu lama.
Masukkan spageti yang sudah direbus, lalu tambahkan sedikit air rebusan pasta. Aduk sampai permukaan pasta terlapisi saus.
Matikan api.
Tunggu sekitar 20–30 detik agar suhu wajan sedikit turun, kemudian masukkan campuran kuning telur dan keju. Aduk cepat sampai saus mengental dan melapisi seluruh spageti.
Jika saus terasa terlalu kental, tambahkan sedikit air rebusan pasta. Sebaliknya, jika masih terlalu cair, terus aduk beberapa saat dengan panas sisa dari wajan.
Cicipi sebelum menambahkan garam karena smoked beef dan keju sudah memberikan rasa asin.
Sajikan segera dengan sisa keju parut, lada hitam, dan parsley jika suka.
Baca Juga: Cara Membuat Kue Cubit yang Lembut dan Matang Merata
Jangan Masukkan Telur Saat Api Masih Besar
Kesalahan yang paling sering terjadi saat membuat carbonara adalah memasukkan telur ke wajan yang masih terlalu panas.
Pada carbonara klasik, telur dan keju dicampurkan ke pasta panas setelah wajan tidak lagi berada di atas api. Teknik ini menghasilkan tekstur saus yang halus tanpa membuat telur berubah menjadi gumpalan.
Prinsip yang sama tetap berguna pada versi rumahan yang memakai susu.
Jika khawatir telur menggumpal, biarkan wajan turun suhu sebentar setelah api dimatikan. Campuran telur kemudian dituangkan sambil pasta terus diaduk.
Air Rebusan Pasta Membantu Saus Lebih Menyatu
Air rebusan pasta bukan sekadar air biasa. Pati yang terlepas dari spageti selama perebusan membantu saus melekat pada pasta.
Pada carbonara klasik, air tersebut juga digunakan untuk mengatur kekentalan saus telur dan keju. Penambahan dilakukan sedikit demi sedikit, bukan sekaligus.
Cara yang sama dapat diterapkan pada versi rumahan. Jika saus mulai terlalu pekat, beberapa sendok air pasta biasanya sudah cukup untuk mengembalikan tekstur creamy.
Susu Membuat Versi Rumahan Lebih Ringan
Carbonara tradisional Italia sebenarnya tidak menggunakan susu atau cooking cream. Tekstur creamy berasal dari emulsi telur, keju, lemak daging, dan air pasta.
Namun, penggunaan susu cair cukup umum pada carbonara rumahan di Indonesia. Bahan ini membuat saus lebih mudah dikontrol dan memberi rasa yang lebih lembut, terutama ketika menggunakan keju cheddar dan smoked beef sebagai bahan pengganti yang lebih mudah diperoleh.
Versi ini karena itu lebih tepat disebut carbonara ala rumahan, bukan carbonara klasik Italia.











